Tumbangnya Media Cetak, Pelajaran bagi Pemimpin Perusahaan

Dino Martin

Belum lama saya mendapatkan kabar bahwa majalah TRAX Indonesia memutuskan untuk menghentikan penerbitan mereka, tadi malam putri sulung saya membeli majalah GIRLS, dan guess what?  Tulisan disampulnya, “Edisi Perpisahan.”  Ah.... saya langsung berpikir, another one bites the dust.  Ada satu lagi media yang rontok.

Sebelum majalah Girls dan Trax, sudah banyak media tradisional alias cetak yang telah mengambil langkah seribu lebih dulu.  Gelombang penutupan berbagai media cetak sebenarnya sudah sejak lama.  

Sejak tahun 2009, tercatat lebih dari 300 penerbitan tradisional yang tutup di Amerika dan Eropa. Para pelaku bisnis cetak seharusnya sudah aware akan hal ini.  Yang sempat membuat saya tercengang adalah tutupnya majalah FHM UK.  Bersamaan dengan FHM UK ini ada juga sederet majalah laki-laki dewasa lainnya yaitu ZOO, LOADED dan NUTS yang juga ditutup.  Ah, rupanya kaum pria ‘nakal’ sudah beralih dari media cetak ke smartphone mereka.   Pengumuman dari redaksi Zoo pun cukup singkat,

Gents, we have some news. It is with regret we have to inform you of the intention to suspend publication of Zoo.

 Banyak yang tak tau, tapi Gramedia Majalah di akhir tahun 2014 bahkan merumahkan ratusan karyawan mereka.  Pait banget, karena ini adalah perusahaan besar yang sudah sangat lama berkiprah di Indonesia. Opsi merumahkan pastinya keputusan akhir yang harus diambil ketika opsi lainnya sudah tidak memungkinkan.  Saya jadi teringat rebutan majalah Donal Bebek dengan abang saya setiap saat majalah itu hadir di rumah.

 Everything starts and ends with the consumer in mind

Tumbangnya media cetak menurut saya bukan hal yang mengejutkan.  Memang konsumen nya sudah berubah. Habit kita sudah berubah.  Dalam menciptakan business model saja, kita selalu berawal dari consumer.  Mengidentifikasikan segmen konsumen yang kita sasar sedetil-detilnya, memahami dengan baik kemauan mereka, hingga akhirnya tau persis apa yang mereka mau, kapan mereka mau, dan bagaimana menyajikannya.

Anak-anak saya sudah tak rebutan majalah lagi. Buat apa?  Mereka tinggal buka iPad mereka.  Putri sulung saya bahkan sudah punya kindle, dan hampir semua buku favoritnya ada disitu.  Zaman memang sudah berubah.  Perubahan ini dibaca dengan baik oleh Larry Page dan Sergei Brin dari Google dan Jeff Bezos dari Amazon.  Dalam suatu kuliah terbuka di Amerika, Jeff Bezos pernah mengatakan bahwa dirinya dan Amazon sangat terobsesi kepada konsumen.  Terobsesi.   Artinya, dia tidur, makan, minum, olahraga yang dipikirkan hanya konsumen.

Nah, para pemimpin perusahaan di Indonesia banyak yang lupa untuk selalu ‘terobsesi’ kepada konsumen.  Karena sibuk mengejar market share, sales, dan lain-lainnya.  Akhirnya, bisnis mereka tenggelam kita konsumen sudah berubah.  Hey, saya juga pernah mengalami hal tersebut.  Gara-gara sibuk mikirin penjualan saja, jadi lupa apa yang sebenarnya diinginkan oleh konsumen saya.

Namun demikian, tidak semua media cetak tumbang.  Masih banyak yang bertahan, seperti Femina dan majalah HAI.  Setelah saya amati, mereka yang berhasil bertahan ini umumnya memang rajin melakukan off print activities dan sangat dekat dengan komunitas mereka.  Femina termasuk yang saya paling salut dalam menangani komunitas mereka yang sangat loyal.  Artinya, media cetak tetap bisa bertahan asal mereka selalu ‘terobsesi’ dengan konsumen yang mereka sasar.

Tumbangnya beberapa media cetak ini mengingatkan para pemimpin perusahaan untuk selalu berfokus pada konsumen yang mereka sasar.  Dalam buku Business Model Generation karya Alexander Osterwalder, membangun sebuah business model juga didasarkan dari pemahaman customer segment yang kemudian berlanjut kepada value proposition.

Jadi, sebagai pemimpin perusahaan, luangkanlah waktu bertemu dan bertatap muka dengan konsumen Anda. Lupakan kegiatan membosankan seperti meeting, forecasting dan hal lain-nya.  Spend time with your clients. Kalau istilahnya Jokowi mah, blusukan! Penulis adalah CEO Karir.com. The first Career Portal in Indonesia.


[Ikuti RiauBernas.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar