<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Latest Posts</title><link>https://riaubernas.com/</link><description>Latest posts of our site.</description><atom:link href="https://riaubernas.com/rss" rel="self" type="application/rss+xml" /><item><title>Ingin Mengetahui Informasi Lebih Lengkap Mengenai Reforma Agraria, Ini Link&#45;nya</title><link>https://riaubernas.com/news/detail/15609/ingin-mengetahui-informasi-lebih-lengkap-mengenai-reforma-agraria-ini-linknya</link><description>&lt;p&gt;JAKARTA &#45; Reformasi Agraria bukan sekadar pemberian tanah, melainkan upaya untuk memastikan tanah dapat dimanfaatkan secara optimal, memberikan kesejahteraan, dapat diwariskan, serta terlindungi dari penguasaan pihak lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setiap persoalan Reforma Agraria diselesaikan dengan melakukan verifikasi, koordinasi lintas sektor, redistribusi tanah, dan pemberdayaan masyarakat. Jadi, penyelesaiannya dilakukan berdasarkan data dan kepastian hukum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk mengetahui informasi lebih lengkap mengenai Reforma Agraria dan data usulan Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA), Selengkapnya : https://www.instagram.com/p/Dc&#45;W_frGvQh/?stkn=Z3J2cDhwdmdmNXB1&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaubernas.com/assets/berita/original/84873706034-img-20260908-wa0017.jpg"/><pubDate>Tue, 08 Sep 2026 10:14:12 +0700</pubDate><guid>https://riaubernas.com/news/detail/15609/ingin-mengetahui-informasi-lebih-lengkap-mengenai-reforma-agraria-ini-linknya</guid></item><item><title>Warga Dapat Kepastian Soal Waktu, Pengukuran Terjadwal Percepat Layanan Pertanahan</title><link>https://riaubernas.com/news/detail/15608/warga-dapat-kepastian-soal-waktu-pengukuran-terjadwal-percepat-layanan-pertanahan</link><description>&lt;p&gt;Jakarta &#45; Layanan Pengukuran Terjadwal yang diterapkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sejak 17 Agustus 2026 mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain memberikan kepastian waktu, layanan ini juga dapat mempercepat pelaksanaan pengukuran tanah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal tersebut dirasakan Septiah Wulandari (36), warga Meruya Utara, Jakarta Barat, yang jadwal pengukurannya dimajukan hampir satu bulan.Juli lalu, Septiah Wulandari mengajukan permohonan untuk mendaftarkan tanah warisan milik keluarganya ke Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Administrasi Jakarta Barat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kala itu, ia mendapatkan jadwal pengukuran cukup lama, yakni 23 September 2026. Namun, setelah layanan Pengukuran Terjadwal diterapkan, waktu tunggu pengukuran tanahnya jadi bisa dipercepat.Setelah dapat kabar percepatan jadwal, Septiah Wulandari melakukan pembayaran Surat Perintah Setor (SPS) pada 28 Agustus 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lima hari kemudian, tepatnya 2 September 2026, petugas Kantah Kota Administrasi Jakarta Barat datang melakukan pengukuran bidang tanah miliknya. Jadwal tersebut maju hampir satu bulan dari jadwal yang sebelumnya ia terima.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kaget kemarin dapat WhatsApp kalau pengukurannya ternyata dipercepat sebulan. Sempat berpikir ini penipuan atau bukan, jadi saya konfirmasi langsung ke BPN. Ternyata benar, memang banyak berita kalau lagi berbenah ya BPN buat mempercepat layanan 12 hari,” ujar Septiah Wulandari di sela&#45;sela menyaksikan proses pengukuran bidang tanahnya, Rabu (02/09/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Percepatan jadwal pengukuran tanah sangat membantunya karena proses pengurusan tanah warisan yang ia urus secara mandiri ini jadi bisa segera berlanjut ke tahapan berikutnya. “Satu bulan lebih maju. Lumayan banget. Apalagi saya mengurus sendiri, jadi benar&#45;benar harus mengikuti prosesnya dari awal,” kata Septiah Wulandari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengalaman serupa dirasakan Iwan Prastika (66), warga Jakarta Barat yang juga mengurus sertipikasi tanahnya secara mandiri. Setelah melengkapi sejumlah persyaratan dan menyerahkan dokumen ke Kantah Kota Administrasi Jakarta Barat, ia diinfokan baru bisa mendapatkan jadwal pengukuran dengan waktu tunggu sekitar tiga bulan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi ini terjadi sebelum layanan Pengukuran Terjadwal mulai diterapkan. Tak lama setelah layanan Pengukuran Terjadwal diterapkan, Iwan Prastika dapat pemberitahuan dari Kantah kalau jadwal pengukurannya bisa lebih cepat. Kepastian tersebut membuatnya lebih tenang karena dapat mengetahui kapan petugas akan datang melakukan pengukuran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kita sangat senang sekali. Daripada nunggu&#45;nunggu, sudah lama capek kita menunggunya. Sekarang pengajuannya lebih cepat, kita jadi tenang,” ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Baginya, kepastian waktu dalam proses layanan juga membuat masyarakat lebih mudah mengatur waktu untuk mengurus kebutuhan pertanahannya secara mandiri. “Sebetulnya kalau kita sudah terjun langsung, lebih enak kita urus sendiri. Memang mesti meluangkan waktu, tetapi kita jadi tahu prosesnya,” tuturnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengalaman Septiah dan Iwan menunjukkan manfaat Pengukuran Terjadwal dalam memberikan kepastian sekaligus memangkas waktu tunggu masyarakat. Setelah pembayaran SPS dilakukan, pengukuran bidang tanahnya dapat dilaksanakan dalam waktu lima hari, sesuai dengan semangat layanan yang menetapkan masa tunggu pengukuran maksimal tujuh hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penerapan layanan ini juga terus diperkuat di berbagai Kantor Pertanahan. Di Jakarta Barat, misalnya, waktu tunggu pengukuran yang sebelumnya sekitar 139 hari telah turun menjadi enam hari setelah dilakukan penguatan sumber daya petugas ukur. Kondisi ini menunjukkan bahwa penataan jadwal dan penguatan kapasitas layanan dapat memangkas waktu tunggu masyarakat secara signifikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengukuran Terjadwal telah diterapkan di 455 Kantah sebagai bagian dari transformasi layanan pertanahan. Melalui layanan ini, masyarakat bisa memperoleh informasi yang lebih pasti mengenai waktu pengukuran sehingga dapat menyiapkan waktu dan kebutuhan yang diperlukan. Transformasi layanan dilakukan Kementerian ATR/BPN untuk menghadirkan pelayanan yang bisa memberikan kepastian bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, pemerintah harus memberikan “karpet merah” kepada masyarakat dalam layanan pertanahan, bukan justru membuat masyarakat menghadapi proses yang berbelit dan tidak pasti.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaubernas.com/assets/berita/original/57791930960-img-20260908-wa0020.jpg"/><pubDate>Tue, 08 Sep 2026 10:05:55 +0700</pubDate><guid>https://riaubernas.com/news/detail/15608/warga-dapat-kepastian-soal-waktu-pengukuran-terjadwal-percepat-layanan-pertanahan</guid></item><item><title>Menteri Nusron Ingatkan Pengusaha: Kebakaran Lahan Dapat Batalkan HGU</title><link>https://riaubernas.com/news/detail/15607/menteri-nusron-ingatkan-pengusaha-kebakaran-lahan-dapat-batalkan-hgu</link><description>&lt;p&gt;Jakarta &#45; Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan bahwa tindakan pembukaan lahan dengan cara pembakaran bisa menyebabkan pengusaha kehilangan Hak Guna Usaha (HGU) nya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal tersebut ia sampaikan saat Rapat Koordinasi (Rakor) antara Pemerintah dengan Perusahaan Pemegang HGU dalam Penanggulangan dan Penanganan Puncak Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026, di Graha Marinir Panti Perwira, Jakarta Pusat, Senin (07/09/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jadi kalau lahan terbakar itu dapat dibatalkan HGU&#45;nya. Setelah melalui tahapan identifikasi dan inventarisasi, tinjauan lapangan atau verifikasi, pengkajian, pemberitahuan, dan pelepasan atau pembatalan HGU, apabila terbukti tidak dipenuhi (kewajibannya), HGU&#45;nya dapat dibatalkan oleh menteri,” ujar Menteri Nusron di hadapan ratusan pengusaha pemegang HGU yang hadir dalam Rakor.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketentuan mengenai pembatalan HGU pada lahan terbakar diatur dalam Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 15 Tahun 2016. Menteri Nusron menjelaskan, berdasarkan ketentuan tersebut, HGU akan dihentikan sebelum jangka waktunya berakhir apabila pengelolaan usaha secara tidak bertanggung jawab membuka atau mengolah lahan dengan cara membakar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kalau terbakarnya itu kurang dari 50% dari total lahan yang diberi HGU, maka yang dibatalkan adalah lokasi yang terdapat kebakaran. Tetapi, kalau kebakarannya di atas 50% dari total lahan HGU, misalnya HGU&#45;nya 5.000 hektare, kebakarannya 3.000 hektare, maka pembatalannya dapat dilakukan keseluruhannya,” jelas Menteri Nusron.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain potensi sanksi, pemegang HGU juga memiliki berbagai kewajiban yang tercantum dalam Surat Keputusan Pemberian HGU. Pemegang hak diwajibkan menyediakan sarana dan prasarana pengendalian kebakaran, sumber air, melakukan tata kelola air, serta melakukan pencegahan, pemadaman, dan penanganan pascakebakaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menteri Nusron kemudian mengajak para pengusaha untuk bekerja sama mencegah dan mengatasi kebakaran hutan yang terjadi berbagai daerah di Indonesia. &quot;Kami harapkan kita semua bersama&#45;sama menangani dan memitigasi bencana ini untuk kemaslahatan masyarakat luas dan bangsa negara,&quot; pungkasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Turut menyampaikan pengarahan dalam Rakor ini, sejumlah Menteri dan Kepala Lembaga Kabinet Merah Putih, Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan Jaksa Agung. Mendampingi Menteri Nusron, Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah, Asnaedi; Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Lampri; serta Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol, Achmad.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaubernas.com/assets/berita/original/80198061138-img-20260908-wa0015.jpg"/><pubDate>Tue, 08 Sep 2026 09:58:21 +0700</pubDate><guid>https://riaubernas.com/news/detail/15607/menteri-nusron-ingatkan-pengusaha-kebakaran-lahan-dapat-batalkan-hgu</guid></item><item><title>Pesan Menteri Nusron Untuk 568 Wisudawan/i Politehnik Agraria STPN: Jaga Integritas Dimanapun Bekerja</title><link>https://riaubernas.com/news/detail/15606/pesan-menteri-nusron-untuk-568-wisudawani-politehnik-agraria-stpn-jaga-integritas-dimanapun-bekerja</link><description>&lt;p&gt;Sleman &#45; Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mewisuda 568 Taruna/i Politeknik Agraria STPN Program Studi Sarjana Terapan Pertanahan Tahun Akademik 2025/2026 pada Sabtu (05/09/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam sambutannya, Menteri Nusron mengingatkan untuk selalu menjaga integritas dan menggunakan ilmu yang diperoleh selama pendidikan dalam pelaksanaan tugas serta pengabdian kepada masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Di mana pun Saudara bekerja, integritas harus dijaga. Saudara akan berhadapan dengan tanah yang menyangkut kehidupan masyarakat, tempat tinggal, mata pencaharian, investasi, pembangunan, bahkan masa depan keluarga. Karena itu, pekerjaan di bidang pertanahan dan agraria membutuhkan tanggung jawab moral yang sangat besar.” ujar Menteri Nusron dalam acara wisuda yang berlangsung di Pendopo Sasana Widya Bhumi, Politeknik Agraria STPN, Sleman.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaubernas.com/assets/berita/original/21411686499-img-20260907-wa0054.jpg"/><pubDate>Mon, 07 Sep 2026 15:24:12 +0700</pubDate><guid>https://riaubernas.com/news/detail/15606/pesan-menteri-nusron-untuk-568-wisudawani-politehnik-agraria-stpn-jaga-integritas-dimanapun-bekerja</guid></item><item><title>Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Tekankan Kepada Kantah se&#45;Indonesia Untuk Tingkatkan Pelayanan</title><link>https://riaubernas.com/news/detail/15605/menteri-atrbpn-nusron-wahid-tekankan-kepada-kantah-seindonesia-untuk-tingkatkan-pelayanan</link><description>&lt;p&gt;Sleman &#45; Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengarahkan agar transformasi yang tengah dilakukan Kementerian ATR/BPN bermuara pada kemudahan serta kepastian bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini, transformasi difokuskan pada penguatan struktur organisasi serta peningkatan kualitas layanan, khususnya dalam layanan Peralihan Hak dan Pengukuran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jadi ending&#45;nya dari semua itu adalah pelayanan. Unit organisasi itu adalah syarat, adalah penunjang. Apa artinya kita lakukan transformasi organisasi kalau ternyata lebih menyulitkan? Jadi ending&#45;nya ini adalah untuk memudahkan,” ujar Menteri Nusron saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Transformasi Layanan Pertanahan bersama Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) dan 148 Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) se&#45;Indonesia, di Pendopo Sasana Widya Bhumi, Politeknik Agraria STPN, Sleman, D.I. Yogyakarta, Jumat (04/09/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam Rakor tersebut, Menteri Nusron mengumpulkan Kepala Kantah, terutama dari wilayah Pulau Jawa serta daerah&#45;daerah se Indonesia.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaubernas.com/assets/berita/original/30054851603-img-20260907-wa0053.jpg"/><pubDate>Mon, 07 Sep 2026 15:58:04 +0700</pubDate><guid>https://riaubernas.com/news/detail/15605/menteri-atrbpn-nusron-wahid-tekankan-kepada-kantah-seindonesia-untuk-tingkatkan-pelayanan</guid></item><item><title>Rocky Gerung Jadi Narasumber pada Kuliah Umum Politehnik Agraria STPN Sleman Yokyakarta</title><link>https://riaubernas.com/news/detail/15604/rocky-gerung-jadi-narasumber-pada-kuliah-umum-politehnik-agraria-stpn-sleman-yokyakarta</link><description>&lt;p&gt;Sleman &#45; Pemahaman yang utuh terhadap tanah menjadi bekal penting bagi calon insan pertanahan dalam menjalankan pengelolaan pertanahan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam Kuliah Umum Politeknik Agraria STPN yang berlangsung pada Jumat (04/09/2026), akademisi dan filsuf Rocky Gerung mengajak para taruna/i untuk memahami hal mendasar, yakni tanah tidak semata sebagai objek yang dapat dimiliki, tetapi sebagai ruang yang memiliki beragam konsep pemaknaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Bahwa tanah itu dimiliki oleh tiga konsep, bukan dimiliki oleh orang, bukan dimiliki oleh korporasi, bukan dimiliki oleh negara. Tanah dimiliki oleh tiga konsep, konsep turun&#45;temurun, abstrak karena kita enggak tahu sejak kapan dia klaim itu, konsep kedua kegunaan sosial oleh negara, dan konsep ketiga tanah sebagai barang komoditi ada nilai ekonomisnya,” ujar Rocky Gerung di hadapan 500 Taruna/i yang juga menjadi calon Wisudawan/Wisudawati Politeknik Agraria STPN.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaubernas.com/assets/berita/original/86336129588-img-20260907-wa0052(1).jpg"/><pubDate>Mon, 07 Sep 2026 15:10:50 +0700</pubDate><guid>https://riaubernas.com/news/detail/15604/rocky-gerung-jadi-narasumber-pada-kuliah-umum-politehnik-agraria-stpn-sleman-yokyakarta</guid></item><item><title>Hadir Dalam Kuliah Umum Politehnik Agraria STPN Sleman, Ini yang Disampaikan Menteri Nusron Wahid</title><link>https://riaubernas.com/news/detail/15603/hadir-dalam-kuliah-umum-politehnik-agraria-stpn-sleman-ini-yang-disampaikan-menteri-nusron-wahid</link><description>&lt;p&gt;Sleman &#45; Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menekankan pentingnya menjaga tradisi dialektika berpikir di lingkungan akademik. Menurutnya, keberagaman pemikiran dapat hadir di Politeknik Agraria STPN melalui kuliah umum yang mempertemukan berbagai pandangan dan memperkaya proses pembelajaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tradisi dialektika berpikir, tidak boleh mati di mana pun kita berada. Sebagai insan akademik di kampus ini, meskipun kampus ini adalah sekolah semi&#45;kedinasan, saya minta untuk tidak segan&#45;segan untuk mengundang berbagai tokoh dari level mana pun yang sifatnya itu kritik dan kritis terhadap negara. Termasuk kritis terhadap kebijakan kita,” ujar Menteri Nusron saat memberikan sambutan dalam Kuliah Umum yang juga menghadirkan Rocky Gerung sebagai narasumber, di Politeknik Agraria STPN, Sleman, D.I. Yogyakarta, Jumat (04/09/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menteri Nusron justru menilai perbedaan pemikiran justru dapat memperkaya wawasan apabila setiap pihak diberikan ruang untuk menyampaikan dialektika berpikir serta kritik maupun saran, itu akan memberikan masukan terhadap pemerintah dalam mengambil kebijakan.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaubernas.com/assets/berita/original/51762260853-img-20260907-wa0051.jpg"/><pubDate>Mon, 07 Sep 2026 15:56:15 +0700</pubDate><guid>https://riaubernas.com/news/detail/15603/hadir-dalam-kuliah-umum-politehnik-agraria-stpn-sleman-ini-yang-disampaikan-menteri-nusron-wahid</guid></item><item><title>Dua Anggota PWI Pelalawan Ikuti Turnamen Biliar PWI Nasional yang Ditaja PWI Pekanbaru</title><link>https://riaubernas.com/news/detail/15602/dua-anggota-pwi-pelalawan-ikuti-turnamen-biliar-pwi-nasional-yang-ditaja-pwi-pekanbaru</link><description>&lt;p&gt;Pelalawan — Dua anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pelalawan akan turut ambil bagian dalam Turnamen Biliar PWI Nasional yang digelar di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada hari Sabtu, 12 September 2026 mendatang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keikutsertaan dua wartawan asal Pelalawan Tomedi dan Yulianus menjadi bagian dari semangat insan pers dalam mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan sportivitas melalui olahraga biliar. Setidaknya ada 6 Provinsi yang ikut turnamen tersebut, yaitu Riau, Sumbar, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Papua Barat dan Sumatera Selatan yang sudah dipastikan akan hadir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Turnamen ini memperebutkan Piala Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri dengan total hadiah Rp20 juta dan berlangsung di rumah biliard Golden Break jalan Arifin Ahmad.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dua anggota PWI Pelalawan yang ambil bagian dalam turnamen tersebut diharapkan mampu menunjukkan permainan terbaik dan menjunjung tinggi nilai&#45;nilai sportivitas selama pertandingan. &amp;nbsp;Selain menjadi ajang kompetisi, tentunya juga merupakan momentum untuk membangun kebersamaan antar sesama wartawan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua PWI Pelalawan Samsul Bahri, Senin (07/09/2026) menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan kedua anggotanya dalam ajang tersebut. Menurutnya, kegiatan olahraga yang digelar PWI menjadi kesempatan bagi wartawan untuk memperluas jaringan silaturahmi sekaligus menjaga kebugaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami memberikan dukungan penuh kepada anggota PWI Pelalawan yang ikut bertanding. Selain mengejar prestasi, yang paling penting adalah menjaga sportivitas dan membawa nama baik PWI Pelalawan,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Samsul berharap, keikutsertaan 2 anggotanya dapat menjadi motivasi bagi anggota PWI lainnya untuk aktif dalam berbagai kegiatan olahraga maupun kegiatan organisasi di tingkat daerah dan nasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, kedua peserta dari PWI Pelalawan mengaku siap memberikan kemampuan terbaiknya. Bagi mereka, mengikuti turnamen biliar PWI Nasional bukan sekadar persoalan menang atau kalah, tetapi juga kesempatan bertemu dan berinteraksi dengan wartawan dari berbagai daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Turnamen ini sekaligus memperlihatkan bahwa aktivitas wartawan tidak hanya berkutat dengan tugas jurnalistik. Melalui olahraga, hubungan antar pengurus dan anggota PWI dapat semakin solid. Dengan semangat sportivitas dan kebersamaan, dua anggota PWI Pelalawan pun siap mengukir prestasi sekaligus membawa nama daerah dalam ajang biliar tingkat nasional tersebut.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaubernas.com/assets/berita/original/70559609962-img-20260907-wa0037.jpg"/><pubDate>Mon, 07 Sep 2026 13:36:00 +0700</pubDate><guid>https://riaubernas.com/news/detail/15602/dua-anggota-pwi-pelalawan-ikuti-turnamen-biliar-pwi-nasional-yang-ditaja-pwi-pekanbaru</guid></item><item><title>PHE Raih Impact Masters Awards 2026, Tegaskan Komitmen Keberlanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat</title><link>https://riaubernas.com/news/detail/15601/phe-raih-impact-masters-awards-2026-tegaskan-komitmen-keberlanjutan-dan-pemberdayaan-masyarakat</link><description>&lt;p&gt;JAKARTA &#45;&#45; PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina, meraih penghargaan Impact Masters Awards dalam ajang Investortrust CSR Awards 2026. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi PHE dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan keberlanjutan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kategori Impact Masters Awards diberikan kepada perusahaan yang dinilai memiliki praktik keberlanjutan dan CSR yang matang, konsisten, serta mampu menjadi contoh dalam menciptakan dampak sosial dan lingkungan. Penghargaan diberikan dalam acara Investortrust CSR Awards 2026 yang diselenggarakan oleh portal investasi dan berita bisnis Investortrust.id di Jakarta, Kamis (27/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Investortrust CSR Awards 2026&amp;nbsp;&lt;br&gt;menghadirkan lima kategori utama penghargaan, yaitu Impact Leaders Awards, Impact Masters Awards, Impact Excellence Awards, Impactful Program Awards, dan Impact Commitment Awards. Pada penyelenggaraan tahun ini, Investortrust CSR Awards 2026 memberikan sebanyak 60 penghargaan kepada 59 perusahaan dari berbagai sektor industri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, proses penilaian tahun ini turut menggunakan Laporan Keberlanjutan 2025, Laporan Tahunan 2025, serta laporan program yang diterbitkan sepanjang 2025 sebagai salah satu sumber utama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Corporate Secretary PHE Hermansyah Y Nasroen mengatakan, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi PHE untuk terus memperkuat pelaksanaan program keberlanjutan yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Penghargaan Impact Masters Awards 2026 menjadi apresiasi sekaligus pengingat bagi PHE untuk terus memastikan bahwa setiap inisiatif sosial dan lingkungan yang dijalankan tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi mampu menciptakan dampak yang terukur, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta lingkungan. Bagi kami, keberlanjutan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan bisnis PHE,&quot; ujar Hermansyah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menambahkan, PHE terus mendorong program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang berorientasi pada pemberdayaan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta penguatan kemandirian komunitas. Pendekatan tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menciptakan nilai bersama melalui kegiatan operasional yang bertanggung jawab.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengakuan melalui Impact Masters Awards 2026 sekaligus memperkuat komitmen PHE untuk menjadikan keberlanjutan sebagai bagian integral dari strategi perusahaan dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, masyarakat, lingkungan, dan pemangku kepentingan lainnya. PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas yang berkelanjutan sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;PHE juga senantiasa menjunjung tinggi integritas melalui penguatan budaya kepatuhan, penerapan tata kelola perusahaan yang baik, serta upaya pencegahan fraud untuk mewujudkan lingkungan kerja yang profesional, transparan, dan beretika.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaubernas.com/assets/berita/original/74674754890-photocollage_1788664274625.jpg"/><pubDate>Sun, 06 Sep 2026 10:17:14 +0700</pubDate><guid>https://riaubernas.com/news/detail/15601/phe-raih-impact-masters-awards-2026-tegaskan-komitmen-keberlanjutan-dan-pemberdayaan-masyarakat</guid></item><item><title>HUT Dewa dan Kelenteng Ke 24 di Tualang Berlangsung Meriah, Artis Lee Jia Jia Berhasil Hibur Pengunjung</title><link>https://riaubernas.com/news/detail/15600/hut-dewa-dan-kelenteng-ke-24-di-tualang-berlangsung-meriah-artis-lee-jia-jia-berhasil-hibur-pengunjung</link><description>&lt;p&gt;Siak : Lantunan musik, gemerlap lampion, letusan kembang api dan dominasi warna merah mewarnai perayaan HUT Dewa dan Kelenteng ke&#45;24 Huat Cu Kong Perawang. Namun, di balik kemeriahan panggung hiburan dan ramainya masyarakat yang hadir, terselip makna spiritual melalui rangkaian ritual keagamaan yang menjadi bagian penting dalam tradisi masyarakat Tionghoa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perayaan yang berlangsung pada 3 hingga 4 September 2026 tersebut dipusatkan di Kelenteng Huat Cu Kong, Pinang Sebatang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati hiburan, tetapi juga mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan, menyaksikan penampilan artis, mengikuti lelang hingga menantikan pengundian berbagai hadiah doorprize.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua Panitia HUT Dewa dan Kelenteng ke&#45;24 Huat Cu Kong Perawang, Aseng Belut, mengatakan perayaan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk berkumpul, mempererat tali silaturahmi serta menjalankan tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan umat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Perayaan ini menjadi momentum bagi kami untuk berkumpul bersama, mempererat silaturahmi dan menjaga tradisi yang sudah diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Aseng Belut kepada awak media, Jum&apos;at (4/9/2026) malam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada hari pertama, suasana perayaan berlangsung dengan rangkaian kegiatan yang berjalan beriringan. Di tengah kemeriahan masyarakat yang menikmati panggung hiburan, rangkaian ritual pemanggilan atau penjemputan dewa&#45;dewa juga dilaksanakan dengan penuh khidmat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Prosesi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perayaan. Ritual dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap dewa yang diyakini dalam tradisi keagamaan masyarakat Tionghoa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rangkaian ritual berlangsung dalam suasana khidmat. Bagi umat yang menjalankannya, prosesi tersebut bukan sekadar pertunjukan, melainkan bagian dari tradisi spiritual yang mengandung doa dan harapan agar masyarakat senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, ketenteraman serta keberkahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada saat yang sama, kemeriahan juga terasa dari panggung hiburan. Sejumlah artis tampil mengisi rangkaian perayaan HUT Dewa dan Kelenteng ke&#45;24 Huat Cu Kong Perawang, di antaranya Billy Lim, Lo Xiao Ci, Yenny Huang, Yerin Wang, Lee Jia Jia, Angerlyn Song dan Jojo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di antara sederet nama tersebut, Lee Jia Jia menjadi salah satu penampilan yang paling ditunggu&#45;tunggu masyarakat. Selain berparas cantik, &amp;nbsp;artis Tionghoa dari Medan ini berhasil memukau pengunjung yang hadir, suara yang kas membuat penghunjung semakin eforia, kehadiran Lee Jia Jia sebagai salah satu momen yang mendapat perhatian dalam rangkaian acara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemeriahan semakin terasa ketika letusan kembang api menghiasi langit malam di sekitar lokasi perayaan. Cahaya warna&#45;warni yang berpijar di langit berpadu dengan gemerlap lampion dan sorak masyarakat, menambah semarak suasana perayaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aguan, yang turut terlibat dalam rangkaian kegiatan, menyampaikan bahwa kemeriahan perayaan tahunan ini diharapkan tetap berjalan beriringan dengan nilai&#45;nilai tradisi dan kebersamaan. Menurutnya, perayaan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul dalam suasana penuh kekeluargaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Semoga perayaan ini dapat terus menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan dan silaturahmi, sekaligus menjaga nilai&#45;nilai tradisi yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Tionghoa,” ucap Aguan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang membuat suasana semakin meriah, panitia juga menyediakan berbagai hadiah doorprize. Hadiah yang disiapkan cukup beragam, mulai dari dispenser, magic com, Kipas Angin, AC hingga kulkas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, perhatian masyarakat paling tertuju pada dua unit sepeda motor yang menjadi hadiah utama. Pengundian hadiah tersebut menjadi salah satu momen yang paling dinanti karena memberikan kesempatan kepada masyarakat yang hadir untuk membawa pulang hadiah bernilai besar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain doorprize, rangkaian kegiatan juga diisi dengan acara lelang. Kehadiran lelang menambah semarak suasana sekaligus memberikan warna berbeda dalam perayaan yang memadukan unsur tradisi, keagamaan dan hiburan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi masyarakat yang hadir, perayaan HUT Dewa dan Kelenteng ke&#45;24 Huat Cu Kong Perawang menjadi lebih dari sekadar sebuah acara hiburan. Ritual keagamaan menjadi ruang untuk menjalankan tradisi dan penghormatan, sementara panggung hiburan serta berbagai kegiatan masyarakat menjadi ruang untuk membangun kebersamaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perayaan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana tradisi dapat berjalan berdampingan dengan kehidupan sosial masyarakat. Nilai&#45;nilai penghormatan terhadap tradisi dan keyakinan tetap menjadi bagian penting, sementara hiburan menjadi pelengkap yang membuat perayaan semakin hidup dan dapat dinikmati bersama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aseng Belut dan Aguan berharap perayaan HUT Dewa dan Kelenteng Huat Cu Kong Perawang dapat terus menjadi momentum untuk menjaga silaturahmi, memperkuat kebersamaan dan mempertahankan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari ritual keagamaan yang berlangsung khidmat hingga gemerlap panggung hiburan, letusan kembang api dan semarak masyarakat, perayaan HUT Dewa dan Kelenteng ke&#45;24 Huat Cu Kong Perawang akhirnya menjadi sebuah perhelatan yang mempertemukan tradisi, spiritualitas, budaya dan kebersamaan masyarakat dalam satu rangkaian acara. Tampak hadir ketua DPC PDIP Kabupaten Siak Ir Irving Kahar Arifin, &amp;nbsp;Pimpinan PT IKPP Perawang Hasanuddin The, &amp;nbsp;Kapolsek Tualang Kompol Teguh Wiyono, &amp;nbsp;Anggota DPRD Kabupaten Siak Marudut Pakpahan dan Penghulu Kampung Pinang Sebatang Sabarrudin S.Hut (van)&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaubernas.com/assets/berita/original/76603901385-img-20260905-wa0127.jpg"/><pubDate>Sat, 05 Sep 2026 20:38:33 +0700</pubDate><guid>https://riaubernas.com/news/detail/15600/hut-dewa-dan-kelenteng-ke-24-di-tualang-berlangsung-meriah-artis-lee-jia-jia-berhasil-hibur-pengunjung</guid></item><item><title>Dekatkan Dunia Industri ke Ruang Edukasi, Elnusa Tumbuh dan Berbagi Wawasan Bersama Generasi Muda Tarakan</title><link>https://riaubernas.com/news/detail/15599/dekatkan-dunia-industri-ke-ruang-edukasi-elnusa-tumbuh-dan-berbagi-wawasan-bersama-generasi-muda-tarakan</link><description>&lt;p&gt;Tarakan – Bagi Elnusa, setiap proyek tidak hanya menghadirkan aktivitas operasional, tetapi juga membuka ruang untuk berbagi pengetahuan, memperluas wawasan, dan membangun nilai bersama bagi masyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA), perusahaan jasa energi terintegrasi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, menghadirkan program CSR Elnusa Mengajar bagi mahasiswa Universitas Borneo Tarakan melalui kegiatan Upskilling Pendataan Fisik Bangunan Survey Seismik 3D Mangatal Juata.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan ini merupakan bagian dari Pilar Edukasi dalam program CSR Elnusa Mengajar yang mencakup aspek pendidikan, literasi, dan pengembangan talenta. Melalui tagline “Belajar Hari Ini, Siap Menghadapi Masa Depan”, Elnusa berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas generasi muda melalui transfer pengetahuan, penguatan keterampilan, serta pengenalan teknologi dan industri energi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelaksanaan program ini juga menjadi bagian dari semangat menyambut Hari Ulang Tahun ke&#45;57 Elnusa yang akan diperingati pada 9 September 2026. Mengusung tema “Rediscover, Innovate, Elevate”, Elnusa memaknai perjalanan lebih dari lima dekade sebagai momentum untuk terus bertumbuh, beradaptasi, dan berinovasi, sekaligus memperluas kontribusi bagi masyarakat dan generasi penerus bangsa.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui program unggulan Elnusa Mengajar, perusahaan menghadirkan ruang pembelajaran yang menghubungkan dunia akademis dengan praktik industri. Dengan pendekatan Learning, Sharing &amp;amp; Action, mahasiswa diajak memahami berbagai aspek dalam pelaksanaan proyek energi secara langsung dari para praktisi yang terlibat di lapangan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Senior Manager Corporate Communication &amp;amp; Relation Elnusa, Jayanty Oktavia Maulina, mengatakan bahwa setiap proyek yang dijalankan perusahaan diupayakan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Bagi Elnusa, keberhasilan sebuah proyek tidak hanya diukur dari pencapaian operasional. Kami juga ingin memastikan kehadiran perusahaan memberikan nilai tambah melalui berbagi pengetahuan, penguatan kapasitas, dan pembukaan wawasan bagi generasi muda. Kami percaya bahwa kesempatan belajar dan pengalaman langsung dari dunia industri dapat menjadi bekal berharga bagi mereka dalam menghadapi masa depan,&quot; ujar Jayanty.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada dasar&#45;dasar Survey Seismik 3D dan proses Pendataan Fisik Bangunan yang menjadi bagian penting dalam tahapan persiapan proyek. Peserta juga memperoleh gambaran mengenai peran strategis Tim Community Relations sebagai jembatan antara perusahaan dan masyarakat, mulai dari membangun komunikasi, menumbuhkan pemahaman bersama, memfasilitasi proses pendataan, hingga mendukung kelancaran pelaksanaan proyek sejak tahap persiapan, pelaksanaan, sampai dengan penyelesaian pekerjaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui pengalaman yang dibagikan para profesional Elnusa, mahasiswa dapat melihat bagaimana aspek teknis, sosial, dan operasional saling terhubung dalam mendukung keberhasilan kegiatan eksplorasi energi.&amp;nbsp;Pembelajaran semakin diperkaya melalui pengenalan aplikasi Comrelasi, sebuah platform digital yang digunakan untuk mendukung pengelolaan data dan aktivitas hubungan masyarakat di wilayah operasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai fungsi aplikasi tersebut, tetapi juga berkesempatan melihat dan mempraktikkan penggunaannya secara langsung melalui simulasi yang dipandu oleh praktisi Elnusa.&amp;nbsp;Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat program Vokasi Energi dan Generasi Siap Kerja dalam Pilar Edukasi Elnusa Mengajar yang bertujuan memperkenalkan industri energi, teknologi, HSSE, serta berbagai kompetensi yang dibutuhkan di dunia profesional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui pembelajaran yang dekat dengan praktik lapangan, mahasiswa memperoleh perspektif yang lebih utuh mengenai kolaborasi berbagai fungsi dalam industri energi, mulai dari aspek teknis, digitalisasi, komunikasi, hingga pengelolaan hubungan dengan pemangku kepentingan.&amp;nbsp;Manfaat program turut tercermin dari hasil evaluasi pembelajaran yang menunjukkan bahwa 80% peserta mengalami peningkatan nilai post&#45;test, sementara 80% peserta mampu memahami praktik penggunaan aplikasi yang diperkenalkan selama pelatihan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hasil tersebut menunjukkan efektivitas metode pembelajaran yang mengombinasikan teori dan praktik dalam meningkatkan pemahaman peserta.&amp;nbsp;Namun bagi Elnusa, nilai yang dibangun tidak hanya tercermin dalam capaian tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkenalkan kepada generasi muda bahwa industri energi merupakan ekosistem yang melibatkan beragam disiplin ilmu dan keahlian. Di balik setiap proyek terdapat perpaduan antara kompetensi teknis, pemanfaatan teknologi, aspek keselamatan kerja, kemampuan berkomunikasi, serta hubungan yang harmonis dengan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemahaman tersebut diharapkan dapat memperluas perspektif mahasiswa sekaligus membantu mereka mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami memandang masyarakat sebagai mitra penting dalam perjalanan bisnis perusahaan. Karena itu, kami ingin memastikan setiap kehadiran Elnusa juga membuka ruang untuk belajar bersama, berbagi pengalaman, dan memperkenalkan berbagai peluang yang dapat menginspirasi generasi muda. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memperluas wawasan serta mendorong lahirnya talenta&#45;talenta muda yang siap berkontribusi bagi masa depan industri energi Indonesia,&quot; tambah Jayanty.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Elnusa dalam membangun hubungan yang harmonis dan berkelanjutan di berbagai wilayah operasinya. Bentuk kontribusi yang dihadirkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing&#45;masing daerah, mulai dari pendidikan, pengembangan kapasitas, literasi digital, peningkatan keterampilan, hingga kolaborasi dengan institusi pendidikan dan pemangku kepentingan setempat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui pendekatan tersebut, Elnusa berupaya menciptakan nilai bersama yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang.&amp;nbsp;Sejalan dengan semangat HUT ke&#45;57 Elnusa, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perjalanan perusahaan tidak hanya dibangun melalui inovasi, transformasi, dan pencapaian bisnis, tetapi juga melalui kontribusi dalam menumbuhkan potensi manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab bagi Elnusa, kemajuan perusahaan dan kemajuan masyarakat merupakan dua hal yang saling menguatkan.&amp;nbsp;Pada akhirnya, setiap proyek yang dijalankan Elnusa diharapkan meninggalkan lebih dari sekadar capaian operasional. Ada pengetahuan yang dibagikan, wawasan yang diperluas, potensi yang dikembangkan, serta hubungan yang diperkuat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui Elnusa Mengajar, perusahaan terus menghadirkan ruang belajar yang menjembatani dunia pendidikan dan dunia industri agar generasi muda memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi masa depan. Karena bagi Elnusa, keberlanjutan tidak hanya dibangun melalui kinerja bisnis, tetapi juga melalui investasi pada manusia, ilmu pengetahuan, dan kesempatan untuk tumbuh bersama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari wilayah operasi hingga ruang edukasi, Elnusa percaya bahwa masa depan industri energi akan semakin kuat ketika dibangun bersama generasi yang memahami, terlibat, dan siap menjadi bagian dari perjalanannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;Sekilas Elnusa (IDX: ELSA).&lt;br&gt;PT Elnusa Tbk (ELNUSA, IDX: ELSA) merupakan perusahaan jasa energi terintegrasi yang telah menjadi bagian dari perjalanan industri energi Indonesia selama lebih dari 56 tahun. Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, Elnusa menghadirkan solusi terintegrasi mulai dari jasa hulu migas, penjualan barang dan jasa distribusi &amp;amp; logistik energi, hingga jasa penunjang energi yang mendukung rantai nilai energi nasional. Layanan hulu migas Elnusa mencakup jasa geoscience &amp;amp; reservoir, pengeboran dan perawatan sumur, serta engineering, procurement, construction &amp;amp; operation maintenance (EPC&#45;OM).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada lini penjualan barang dan jasa distribusi &amp;amp; logistik energi, Elnusa menyediakan layanan transportasi BBM, pengelolaan depot, dan penjualan chemical, sementara jasa penunjang meliputi marine support, fabrikasi, hingga manajemen data. Berbekal inovasi, keunggulan operasional, dan tata kelola yang baik, Elnusa terus menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Informasi lebih lanjut tersedia di www.elnusa.co.id._&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaubernas.com/assets/berita/original/87899145233-img-20260904-wa0077.jpg"/><pubDate>Fri, 04 Sep 2026 20:00:00 +0700</pubDate><guid>https://riaubernas.com/news/detail/15599/dekatkan-dunia-industri-ke-ruang-edukasi-elnusa-tumbuh-dan-berbagi-wawasan-bersama-generasi-muda-tarakan</guid></item><item><title>Respons Terhadap Karhutla Rantau Baru, EMP Bentu Lakukan Pemadaman Api Hingga Pengobatan Gratis</title><link>https://riaubernas.com/news/detail/15598/respons-terhadap-karhutla-rantau-baru-emp-bentu-lakukan-pemadaman-api-hingga-pengobatan-gratis</link><description>&lt;p&gt;PELALAWAN &#45; Warga Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, menghadapi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah berlangsung sekitar 12 hari. Di tengah kondisi tersebut, EMP Bentu Limited menghadirkan pengobatan gratis bagi masyarakat sekaligus terus mendukung upaya pemadaman dan cooling api di sekitar wilayah operasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui program EMP Peduli Sehat, perusahaan menggelar pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi warga Rantau Baru pada 3 September 2026. Lebih dari 100 warga mengikuti layanan tersebut dengan dukungan sembilan tenaga kesehatan dari Puskesmas Pangkalan Kerinci II, termasuk pemeriksaan dan pemberian obat sesuai kondisi masing&#45;masing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Puskesmas Pangkalan Kerinci II, dr. Diding Piliang, mengatakan sejumlah titik api berada di sekitar Desa Rantau Baru dan kondisi tersebut telah berlangsung sekitar 12 hari. “Alhamdulillah, kita mendapat rezeki dari EMP Bentu Limited. Apalagi sekarang ada beberapa titik api di dekat Desa Rantau Baru. Kondisi ini sudah berlangsung sekitar 12 hari dan dampaknya mulai dirasakan masyarakat, seperti pilek dan sesak napas,” ujar Diding.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah seorang warga Rantau Baru, Hasan Ubud, mengapresiasi layanan kesehatan yang diberikan perusahaan. “Terima kasih kepada EMP Bentu yang telah memberikan pengobatan gratis di desa kami. Semoga masyarakat Rantau Baru selalu sehat dan dihindarkan dari bahaya musibah kebakaran,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sisi lain, EMP Bentu bersama mitra kerja hampir dua pekan turut melakukan pemadaman api di sekitar wilayah operasional, termasuk di Rantau Baru. Tim masih bekerja di lapangan dan melanjutkan proses cooling untuk mencegah api kembali menyala.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut, mitra kerja EMP turut mendukung dengan satu unit excavator untuk membantu proses pemadaman dan cooling, selain peralatan pemadaman dan water truck sebagai penyuplai air. Sebagai bagian dari upaya melindungi masyarakat dan petugas dari paparan asap, EMP Bentu juga telah menyalurkan 18.000 masker sejak 26 Agustus 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masker disalurkan melalui pemerintah kecamatan, PMI Pelalawan, kelurahan, puskesmas, serta masyarakat, dengan prioritas Kelurahan Langgam dan Desa Rantau Baru yang berada di Ring I wilayah operasi EMP Bentu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Desa Rantau Baru, Nurzikri Anton, mengatakan masyarakat merasakan manfaat dari perhatian perusahaan di tengah kondisi karhutla. “Desa Rantau Baru termasuk wilayah Ring I perusahaan, sehingga kami sangat mengapresiasi kepedulian yang diberikan. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan tidak hanya hari ini saja,” ujar Nurzikri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;CSR Officer EMP Group, Jajang Suherman, mengatakan EMP Peduli Sehat merupakan bagian dari program sosial kesehatan perusahaan yang telah direncanakan sebelumnya. “Kegiatan ini merupakan bagian dari program EMP Peduli Sehat yang secara bertahap akan dilaksanakan di beberapa titik wilayah operasional. Semoga layanan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Jajang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;EMP CSR and Communication Division Manager, Iman Soerjasantosa, mengatakan dukungan perusahaan dalam penanganan karhutla dilakukan melalui berbagai bentuk sesuai kebutuhan di wilayah operasi. “Pengobatan massal dan dukungan terhadap pemadaman api merupakan bagian dari upaya kami untuk hadir dan memberikan dukungan kepada masyarakat di wilayah operasi, terutama ketika menghadapi kondisi seperti saat ini,” ujar Iman.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaubernas.com/assets/berita/original/42833030545-img-20260904-wa0073.jpg"/><pubDate>Fri, 04 Sep 2026 18:44:32 +0700</pubDate><guid>https://riaubernas.com/news/detail/15598/respons-terhadap-karhutla-rantau-baru-emp-bentu-lakukan-pemadaman-api-hingga-pengobatan-gratis</guid></item><item><title>PWI Pelalawan Berikan Piagam Penghargaan Kepada PT Musim Mas Sebagai Mitra Terbaik</title><link>https://riaubernas.com/news/detail/15597/pwi-pelalawan-berikan-piagam-penghargaan-kepada-pt-musim-mas-sebagai-mitra-terbaik</link><description>&lt;p&gt;PELALAWAN &#45; PWI Pelalawan menggelar WorkShop Jurnalistik tahun 2026 di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Pelalawan pada Kamis, (03/9/2026). Di acara tersebut PWI Pelalawan juga memberikan penghargaan kepada mitra&#45;mitra terbaik, salah satunya PT Musim Mas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penyerahan piagam penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar kepada Malinton Purba SH selaku Manager Humas dari PT Musim Mas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Workshop Jurnalistik itu sendiri mengusung tema utama “Masa Depan Media di Era Artificial Intelligence: Bertahan, Bertransformasi, dan Membangun Kemitraan yang Profesional dan Beretika”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua PWI Pelalawan Samsul Bahri menuturkan bahwa PT Musim Mas dinobatkan sebagai Mitra Terbaik. Hal tersebut dikarenakan PT Musim Mas selalu terbuka kepada media dan selalu memberikan kontribusi, support serta selalu mendukung setiap kegiatan PWI Pelalawan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;PWI Pelalawan sangat mengapresiasi para mitra kerja salah satunya PT Musim Mas yang selalu konsisten mendukung setiap kegiatan para jurnalis dan organisasi,&quot; terang Samsul.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Saya berharap, kolaborasi, senergitas dan kerjasama antara PWI Pelalawan dan PT Musim Mas terus terjalin baik dan saling support,&quot; tambahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Manager Humas PT Musim Mas, Malinton Purba SH mengatakan, ”Ini merupakan hadiah luar biasa, dimana perusahaan perkebunan PT Musim Mas mendapat piagam penghargaan sebagai Mitra Terbaik dari PWI Pelalawan, semoga kemitraan tetap baik dan terjaga kedepan,” kata Malinton.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Malinton, selain masyarakat, wartawan juga merupakan salah satu mitra perusahaan untuk dapat mempublikasi kegiatan perusahaan yang akan berdampak positif buat duniausaha. &quot;Mari kita berkolaborasi dengan baik agar iklim investasi tetap baik di Pelalawan,&quot; terang Malinton.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hadir dan membuka kegiatan Workshop Jurnalistik Bupati Pelalawan H. Zukri yang juga dinobatkan sebagai salah satu Mitra Terbaik PWI Pelalawan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tampak juga hadir pada acara Workshop Jurnalistik tersebut, Ketua DPRD Pelalawan H. Syafrizal SE, Kasi Intel Kejari Pelalawan Pajri Aef Sanusi, SH, Ketua KPU Pelalawan Bapri Naldi, S.Sos (mantan anggota PWI Pelalawan), Ketua PWI Pelalawan pada masanya Jon Hendri Anwar, Ketua PWI pada masanya Asnol Mubarack M.Si yang sekarang menjabat sebagai anggota DPRD Pelalawan, Muhammad Husni mantan Wartawan Forum Keadilan salah satu Dewan Pakar PWI Pusat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Workshop Jurnalistik PWI Pelalawan menghadirkan narasumber berpengalaman sebagai Ahli Pers Dewan Pers Mario Abdillah Khair SH, sehingga menambah pengetahuan awak media, para kepala sekolah, guru dan Mahasiswa serta para mitra terbaik PWI Pelalawan tentang dunia pers.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejumlah Kepala Sekolah SD, SMP dan SMA sederajat turut hadir dalam kegiatan, menambah semarak yakni kehadiran mahasiswa dari Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I) dan Politeknik Negeri Padang (PNP) Kampus Pelalawan. Kehadiran para peserta menjadi lebih hidup ketika diberikan season tanya jawab antara peserta dengan narasumber yang sengaja diundang.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaubernas.com/assets/berita/original/52965436518-img-20260903-wa0084.jpg"/><pubDate>Fri, 04 Sep 2026 09:48:02 +0700</pubDate><guid>https://riaubernas.com/news/detail/15597/pwi-pelalawan-berikan-piagam-penghargaan-kepada-pt-musim-mas-sebagai-mitra-terbaik</guid></item><item><title>Jurnalis dan Pers Dapat Mainkan Peran Dukung Kemajuan Wilayah</title><link>https://riaubernas.com/news/detail/15596/jurnalis-dan-pers-dapat-mainkan-peran-dukung-kemajuan-wilayah</link><description>&lt;p&gt;PELALAWAN &#45; Informasi yang disebar di ruang publik bisa menjadi pendorong munculnya optimisme. Jurnalisme yang konstruktif dan memberi efek positif pada pembangunan, pada akhirnya akan dinikmati oleh pelaku industri informasi itu sendiri, termasuk para pekerja pers.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Dengan kekuatan yang dimiliki dalam memberi pengaruh, jurnalis dan pers sebenarnya bisa memainkan peran yang sangat besar bagi tercapainya kesejahteraan masyarakat,” ujar Vice President of Corporate Communication Astra Agro Lestari, Mochamad Husni.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saran dan keyakinan tersebut disampaikan mantan jurnalis ini saat ia menjadi pembicara dalam workshop jurnalistik yang digelar PWI Kabupaten Pelalawan, Kamis (3/9) dan dihadiri Bupati Pelalawan, H. Zukri serta Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Pelalawan, Kejaksaan Negeri Pelalawan, Ketua Bawaslu dan Ketua KPU Pelalawan, Ketua MUI Kabupaten Pelalawan serta Ketua dan Sekretaris PWI Provinsi Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu contoh kontribusi pers, menurut Husni, melalui penyebaran berita&#45;berita positif yang membangun semangat dan optimisme di tengah&#45;tengah masyarakat. “Berita semacam ini pasti sejalan dengan agenda industri dan pemerintah daerah,” lanjutnya dalam seminar yang mengambil tema “Masa Depan Media di Era Artificial Intelligence” ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di situlah, menurutnya, sinergi dan kerja sama antara pers, industri dan pemerintah dapat berjalan dengan baik. Pola sinergi ini sekaligus menjadi solusi ketika media massa mengalami disrupsi akibat kemajuan teknologi digital. Setelah digempur kemunculan sosial media, hantaman berikutnya pada media massa adalah kemunculan artifical intelligence.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dampak bagi media massa, menurutnya, jika dulu media mengejar traffic untuk menghasilkan pageviews demi memancing inventory iklan, kemunculan answer engine seperti chat GPT, gemini, dan lain&#45;lain membuat rumus lama tak ampuh lagi dalam membuat sebuah portal atau media dikenali pembaca. Pengaruhnya tentu ke keberlanjutan media tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Meskipun sudah beradaptasi dengan digitalisasi, media massa semakin menghadapi tantangan yang tidak mudah,” ujar Husni.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keberlangsungan media massa masih sangat mungkin diperjuangkan. Selain karena masyarakat akan selalu membutuhkan informasi, industri pers juga dapat bertahan melalui jalinan kerja sama dengan pemerintah maupun industri. Pers dapat menyebarkan hal&#45;hal baik dari program pembangunan pemerintah maupun swasta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apabila masyarakat terinspirasi dengan semangat dan optimisme untuk membangun, maka pertumbuhan serta kemajuan wilayah yang dicita&#45;citakan setiap pemerintah daerah akan mudah terwujud.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada akhirnya, industri pers akan turut menikmati kemajuan tersebut karena masyarakat yang sejahtera memiliki kemampuan untuk membayar informasi maupun karya&#45;karya yang dihasilkan pekerja pers,&quot; pungkas Husni saat mengakhiri paparannya dihadapan para peserta WorkShop Jurnalis tersebut.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaubernas.com/assets/berita/original/28931455680-img-20260904-wa0001.jpg"/><pubDate>Fri, 04 Sep 2026 07:03:53 +0700</pubDate><guid>https://riaubernas.com/news/detail/15596/jurnalis-dan-pers-dapat-mainkan-peran-dukung-kemajuan-wilayah</guid></item><item><title>Teknologi Seismik Perkuat Daya Saing, Elnusa Raih Kepercayaan Proyek Non&#45;Captive Lanjutan di Sumatera Selatan</title><link>https://riaubernas.com/news/detail/15595/teknologi-seismik-perkuat-daya-saing-elnusa-raih-kepercayaan-proyek-noncaptive-lanjutan-di-sumatera-selatan</link><description>&lt;p&gt;Jakarta – PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA), perusahaan jasa energi terintegrasi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, terus memperkuat pasar non&#45;captive melalui kapabilitas teknologi dan operational excellence. Elnusa kembali memperoleh kepercayaan dari pelanggan di luar Pertamina Group untuk melaksanakan dua proyek Survei Seismik 3D dengan total area sekitar 150 km² di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Proyek yang ditargetkan selesai pada awal 2027 tersebut melanjutkan dua pekerjaan seismik 3D sebelumnya seluas 365 km² di area berdekatan. Keberlanjutan proyek dari pelanggan yang sama menjadi salah satu bentuk kepercayaan terhadap kemampuan Elnusa dalam mengelola pekerjaan seismik dengan kompleksitas teknis dan operasional yang tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Secara kumulatif, rangkaian pekerjaan tersebut mencakup area sekitar 515 km², sekaligus memperkuat rekam jejak Perseroan di pasar geoscience non&#45;captive. Pengembangan pasar di luar ekosistem Pertamina menjadi bagian dari strategi Elnusa untuk memperluas basis pelanggan, mengoptimalkan utilisasi aset dan kompetensi, serta membuka sumber pertumbuhan baru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, mengatakan keberlanjutan kepercayaan pelanggan menunjukkan bahwa kapabilitas yang dibangun Elnusa mampu bersaing di pasar eksternal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Bagi kami, proyek non&#45;captive merupakan validasi terhadap daya saing Elnusa. Kepercayaan untuk kembali mengerjakan proyek di area yang berdekatan menunjukkan bahwa teknologi, kompetensi personel, serta kualitas eksekusi yang kami bangun dapat memberikan value bagi pelanggan. Strategi kami adalah terus mengkonversi keunggulan tersebut menjadi peluang pasar dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ujar Rustam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam pelaksanaan proyek, Elnusa mengoptimalkan teknologi STRYDE Nimble Seismic System sebagai bagian dari penguatan teknologi seismik generasi terbaru yang dilakukan Perseroan sejak awal 2026. Sebelumnya, Elnusa telah melakukan investasi strategis pada 25.000 STRYDE Range+ nodes yang didukung STRYDE Nimble System dan STRYDE Mini System.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kombinasi teknologi tersebut memberikan fleksibilitas lebih tinggi dalam desain dan pelaksanaan survei, mendukung pengerjaan proyek secara simultan, serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya untuk akuisisi seismik 2D maupun 3D.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teknologi nodal tersebut juga mendukung akuisisi data seismik berdensitas tinggi dengan kualitas yang lebih baik, mempercepat siklus survei, serta meningkatkan efisiensi operasi. Karakter perangkat yang ringkas dan fleksibel memberikan keunggulan dalam menghadapi kondisi lapangan yang kompleks dan akses yang terbatas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi Elnusa, investasi teknologi tidak hanya diarahkan untuk memperkuat kapabilitas teknis, tetapi juga untuk meningkatkan produktivitas aset, daya saing layanan, dan kemampuan Perseroan menangkap peluang pasar yang lebih luas. Keunggulan tersebut relevan dengan karakter dua proyek di Kabupaten Musi Banyuasin yang melintasi kondisi area beragam, mulai dari kawasan hutan, aliran sungai, area pertambangan hingga permukiman masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi tersebut membutuhkan perencanaan survei yang adaptif, kesiapan personel dan teknologi, serta pengelolaan operasi yang disiplin. Elnusa juga memastikan aspek HSSE, kepatuhan terhadap regulasi dan perizinan, serta komunikasi dan sosialisasi dengan pemerintah daerah, masyarakat dan pemangku kepentingan setempat menjadi bagian integral dalam setiap tahapan pekerjaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penguatan bisnis geoscience tersebut sejalan dengan arah strategis Elnusa untuk menjadikan teknologi dan inovasi sebagai salah satu penggerak pertumbuhan. Kapabilitas seismik Elnusa tidak hanya ditopang oleh teknologi terkini, tetapi juga pengalaman dalam mengelola berbagai proyek onshore maupun offshore dengan skala dan karakteristik yang beragam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kombinasi technology, people dan execution capability tersebut menjadi competitive advantage Perseroan dalam memperluas penetrasi pasar, baik di dalam maupun di luar ekosistem Pertamina.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ke depan, kami ingin memastikan setiap investasi teknologi dapat menghasilkan nilai ekonomi yang semakin optimal. Artinya, teknologi tidak berhenti sebagai peningkatan kapabilitas, tetapi harus mampu meningkatkan efisiensi, menjawab kebutuhan pelanggan, memperluas pasar, dan pada akhirnya menciptakan nilai jangka panjang bagi Perseroan dan pemegang saham,” tambah Rustam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui penguatan teknologi seismik dan perluasan pasar non&#45;captive, Elnusa terus memperkuat positioning sebagai technology&#45;driven energy services company. Strategi tersebut melengkapi kekuatan bisnis Elnusa di dalam ekosistem Pertamina sekaligus membangun basis pelanggan yang semakin beragam, sehingga mendukung daya saing dan pertumbuhan Perseroan secara berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekilas Elnusa (IDX: ELSA).&lt;br&gt;PT Elnusa Tbk (ELNUSA, IDX: ELSA) merupakan perusahaan jasa energi terintegrasi yang telah menjadi bagian dari perjalanan industri energi Indonesia selama lebih dari 56 tahun. Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, Elnusa menghadirkan solusi terintegrasi mulai dari jasa hulu migas, penjualan barang dan jasa distribusi &amp;amp; logistik energi, hingga jasa penunjang energi yang mendukung rantai nilai energi nasional. Layanan hulu migas Elnusa mencakup jasa geoscience &amp;amp; reservoir, pengeboran dan perawatan sumur, serta engineering, procurement, construction &amp;amp; operation maintenance (EPC&#45;OM). Pada lini penjualan barang dan jasa distribusi &amp;amp; logistik energi, Elnusa menyediakan layanan transportasi BBM, pengelolaan depot, dan penjualan chemical, sementara jasa penunjang meliputi marine support, fabrikasi, hingga manajemen data. Berbekal inovasi, keunggulan operasional, dan tata kelola yang baik, Elnusa terus menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Informasi lebih lanjut tersedia di www.elnusa.co.id._&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaubernas.com/assets/berita/original/2518540386-img-20260903-wa0109.jpg"/><pubDate>Thu, 03 Sep 2026 21:06:20 +0700</pubDate><guid>https://riaubernas.com/news/detail/15595/teknologi-seismik-perkuat-daya-saing-elnusa-raih-kepercayaan-proyek-noncaptive-lanjutan-di-sumatera-selatan</guid></item><item><title>Miris! Warga Siak Sebut Makam Leluhur Ikut Jadi Areal Sawit PTPN V</title><link>https://riaubernas.com/news/detail/15594/miris-warga-siak-sebut-makam-leluhur-ikut-jadi-areal-sawit-ptpn-v</link><description>&lt;p&gt;SIAK &amp;nbsp;(Roaubernas) — Perjuangan mempertahankan tanah leluhur belum juga menemukan titik terang. Belasan tahun lamanya, masyarakat Desa Lubuk Dalam dan Desa Pangkalan Pisang, Kabupaten Siak, mengaku terus memperjuangkan lahan yang mereka klaim sebagai tanah peninggalan orang tua dan leluhur.&lt;br&gt;Persoalan semakin menjadi perhatian lantaran warga menduga sebagian lahan yang kini ditanami kelapa sawit oleh Perusahaan Terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN) V tersebut berada di luar Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan.&lt;br&gt;Tak hanya soal lahan, masyarakat juga mengungkapkan adanya sejumlah makam leluhur yang berada di kawasan yang kini ditanami sawit.&lt;br&gt;Teranyar, perwakilan masyarakat dari dua desa tersebut mengikuti hearing bersama Komisi II DPRD Kabupaten Siak pada 21 Juli 2026. Pertemuan tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Siak, Sujarwo, SM, dan turut dihadiri perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Siak serta pihak PTPN V.&lt;br&gt;Koordinator Lapangan masyarakat dua desa, Samsi Mancar, mengatakan perjuangan mempertahankan tanah leluhur tersebut telah berlangsung selama belasan tahun.&lt;br&gt;Menurutnya, lahan yang dahulu dikuasai dan dimanfaatkan oleh orang tua mereka kini telah berubah menjadi areal perkebunan kelapa sawit.&lt;br&gt;“Kami hanya minta hak kami sebagai anak kemenakan. Bahkan sawit yang ditanami berada di luar HGU perusahaan,” ujar Samsi kepada media ini, Kamis (3/9/2026).&lt;br&gt;Samsi mengungkapkan, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut tanah untuk kepentingan ekonomi masyarakat, tetapi juga berkaitan dengan keberadaan makam para leluhur.&lt;br&gt;Ia menyebut sejumlah makam orang tua dan leluhur masyarakat bahkan telah berada di kawasan yang kini ditanami kelapa sawit.&lt;br&gt;“Banyak kuburan leluhur yang tergusur karena sawit perusahaan,” katanya.&lt;br&gt;Ia menegaskan, masyarakat tidak sedang mencari keuntungan berlebihan. Mereka hanya ingin tanah yang selama ini mereka klaim sebagai warisan leluhur dapat diperjelas statusnya dan diberikan penyelesaian yang adil.&lt;br&gt;“Ke mana kami mencari keadilan di kampung kami sendiri? Kami hanya ingin mempertahankan tanah leluhur atau tanah orang tua kami terdahulu,” tutur Samsi.&lt;br&gt;Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan masyarakat selama bertahun&#45;tahun untuk mencari penyelesaian, termasuk menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah dan lembaga legislatif.&lt;br&gt;Hearing bersama Komisi II DPRD Siak pada Juli lalu menjadi salah satu upaya masyarakat untuk mendapatkan kepastian mengenai status lahan yang mereka persoalkan.&lt;br&gt;Samsi berharap pemerintah dan negara tidak membiarkan persoalan tersebut berlarut&#45;larut. Ia meminta pemerintah turun langsung untuk memastikan status dan batas lahan yang dipersoalkan, termasuk memastikan apakah lahan yang ditanami sawit tersebut berada di dalam atau di luar HGU perusahaan.&lt;br&gt;“Negara harus hadir membantu kami masyarakat yang lemah ini. Kami sudah tua&#45;tua. Harapan kami, dengan adanya lahan leluhur kami, anak cucu kami nantinya bisa hidup dan memiliki masa depan,” pungkasnya.&lt;br&gt;Masyarakat kini berharap proses penyelesaian tidak berhenti pada hearing, tetapi berlanjut pada langkah konkret untuk memastikan kepastian hukum dan keadilan atas tanah yang mereka perjuangkan selama belasan tahun. (Tim)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaubernas.com/assets/berita/original/93166535009-img-20260903-wa0037.jpg"/><pubDate>Thu, 03 Sep 2026 11:50:41 +0700</pubDate><guid>https://riaubernas.com/news/detail/15594/miris-warga-siak-sebut-makam-leluhur-ikut-jadi-areal-sawit-ptpn-v</guid></item><item><title>BEM ITP2I Desak Kapolda Riau Usut dan Tindak Tegas Pelaku Karhutla</title><link>https://riaubernas.com/news/detail/15593/bem-itp2i-desak-kapolda-riau-usut-dan-tindak-tegas-pelaku-karhutla</link><description>&lt;p&gt;PELALAWAN (Riaubernas) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi persoalan serius di Provinsi Riau. Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (BEM ITP2I), Fajar Nugraha, mendesak aparat penegak hukum tidak menjadikan karhutla sebagai persoalan tahunan yang hanya ditangani ketika api telah membesar dan asap mulai mengepung masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Fajar merespons pernyataan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang menegaskan bahwa sebagian besar kasus kebakaran hutan dan lahan bukan semata&#45;mata fenomena alam, melainkan terjadi akibat aktivitas manusia, baik karena kesengajaan maupun kelalaian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Fajar, pernyataan tersebut harus menjadi momentum bagi aparat penegak hukum di Riau untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan karhutla.&lt;br&gt;“Kalau karhutla sebagian besar bukan fenomena alam, berarti ada faktor manusia di dalamnya. Maka jangan hanya api yang dicari untuk dipadamkan, tetapi penyebab dan pihak yang bertanggung jawab juga harus dicari,” tegas Fajar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menilai masyarakat Riau sudah terlalu sering menghadapi persoalan yang sama. Setiap kali musim rawan kebakaran tiba, persoalan asap kembali muncul, sementara masyarakat harus menanggung dampaknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jangan sampai karhutla ini seperti pesta ulang tahun. Setiap tahun datang, setiap tahun dirayakan dengan asap, dan setiap tahun kita kembali membicarakan persoalan yang sama,”sindirnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;BEM ITP2I mendesak Kapolda Riau dan seluruh Kapolres di jajaran Polda Riau untuk segera mengambil langkah konkret dan terukur dalam menangani setiap kasus karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Fajar meminta aparat melakukan penyelidikan secara serius terhadap titik&#45;titik kebakaran yang ditemukan, terutama apabila terdapat indikasi bahwa kebakaran tersebut disebabkan oleh aktivitas manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, penegakan hukum harus berjalan berdasarkan hasil penyelidikan dan alat bukti yang sah, tanpa pandang bulu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami tidak meminta aparat menuduh siapa pun tanpa bukti. Kami meminta aparat bekerja secara profesional. Jika berdasarkan penyelidikan ditemukan unsur pidana, maka proses hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Diingatkannya pembakaran lahan memiliki konsekuensi hukum yang serius. Pasal 108 Undang&#45;Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup mengatur ancaman pidana bagi pihak yang melakukan pembakaran lahan berupa pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun serta denda paling sedikit Rp3 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Fajar menegaskan, penanganan karhutla tidak boleh berhenti pada pemadaman api dan pembagian masker ketika asap telah menyebar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, pendekatan tersebut hanya menyelesaikan persoalan di permukaan. Pemerintah dan aparat penegak hukum harus membangun sistem pencegahan sekaligus memastikan adanya pertanggungjawaban hukum apabila ditemukan pelanggaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jangan hanya tangkap apinya, tetapi kalau memang ada tindak pidana, tangkap juga pelakunya melalui proses hukum. Karena kalau pelakunya tidak pernah ditemukan atau tidak pernah diproses, maka kebakaran akan terus berulang,” kata Fajar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai bagian dari kepedulian mahasiswa terhadap persoalan lingkungan di Riau, BEM ITP2I menyampaikan sejumlah desakan kepada aparat penegak hukum terkait peningkatan patroli dan pengawasan di wilayah yang rawan terjadi karhutla, pengusutan tindak pidana secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu, baik terhadap individu maupun pihak lain apabila terbukti melakukan pelanggaran sesuai ketentuan peraturan perundang&#45;undangan dan terkahir kita desak pemerintah dan aparat penegak hukum harus membangun sistem pencegahan jangka panjang, sehingga karhutla tidak kembali menjadi persoalan yang berulang setiap tahun,&quot;tegas Fajar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;BEM ITP2I akan terus mendorong perhatian publik terhadap isu lingkungan, khususnya persoalan karhutla yang berdampak langsung terhadap masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kalau kita sudah tahu persoalannya berulang setiap tahun, maka tidak ada alasan untuk mengulang cara penanganan yang sama. Karhutla bukan tradisi tahunan. Karhutla adalah persoalan serius yang harus dicegah, diusut, dan ditangani secara tegas sesuai hukum,” tutup Fajar Nugraha.***&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaubernas.com/assets/berita/original/52153135968-screenshot_2026-09-03-06-41-33-14_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7.jpg"/><pubDate>Thu, 03 Sep 2026 07:14:42 +0700</pubDate><guid>https://riaubernas.com/news/detail/15593/bem-itp2i-desak-kapolda-riau-usut-dan-tindak-tegas-pelaku-karhutla</guid></item><item><title>KKN UIN Suska Hadirkan Solusi Sederhana untuk Keselamatan Pengendara di Desa Meranti</title><link>https://riaubernas.com/news/detail/15592/kkn-uin-suska-hadirkan-solusi-sederhana-untuk-keselamatan-pengendara-di-desa-meranti</link><description>&lt;p&gt;PELALAWAN (Riaubernas) &#45; Sebanyak 10 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Suska Riau memasang 10 reflektor (pemantul cahaya) jalan di area tikungan dekat Meranti 14, Desa Meranti, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau, Minggu (30/8/2026).&lt;br&gt;Pemasangan reflektor tersebut dilakukan sebagai upaya membantu meningkatkan visibilitas (tingkat kejelasan) tikungan pada malam hari serta memberikan tanda bagi pengendara agar lebih waspada saat melintasi kawasan tersebut.&lt;br&gt;Tikungan tersebut dipilih karena kondisi jalan yang cukup gelap pada malam hari, memiliki tikungan yang cukup tajam, serta minim penerangan dan penanda jalan. Kondisi tersebut dinilai dapat membuat pengendara kurang menyadari keberadaan tikungan, terutama ketika melintas dalam kondisi minim cahaya.&lt;br&gt;Ketua KKN UIN Suska Riau, M. Baihaqi WR, mengatakan pemasangan reflektor dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap keselamatan pengguna jalan. Sebelum pemasangan, mahasiswa terlebih dahulu melakukan survei untuk menentukan titik yang dinilai tepat dan membutuhkan penanda.&lt;br&gt;“Kami melihat tikungan di dekat Meranti 14 cukup gelap pada malam hari dan memiliki tikungan yang cukup tajam. Karena minimnya penerangan dan penanda jalan, kami berinisiatif memasang reflektor agar keberadaan tikungan dapat lebih mudah dikenali oleh pengendara,” ujar Baihaqi, Selasa (1/9/2026)&lt;br&gt;Dalam pelaksanaannya, mahasiswa terlebih dahulu menyiapkan reflektor beserta dudukannya. Proses tersebut dilakukan dengan memotong pipa sesuai kebutuhan, kemudian memasukkan semen ke dalam pipa sebagai bagian dari dudukan reflektor dan memasang lampu atau markah reflektif pada bagian tersebut. Setelah itu baru menentukan titik pemasangan di sepanjang area tikungan. Pada titik yang telah ditentukan, dilakukan pelubangan pada tanah agar pemasangan reflektor jadi lebih kuat.&lt;br&gt;&quot;Kita merencanakan dengan sedetail mungkin, agar 10 reflektor yang dipasang lebih kuat dan tahan lama&quot;bebernya.&lt;br&gt;Dijelaskan Baihaqi, reflektor yang digunakan memiliki sifat memantulkan cahaya sehingga dapat terlihat ketika terkena sorotan lampu kendaraan.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&quot;Dengan adanya reflektor di tikungan diharapkan lebih mudah diketahui oleh pengendara, terutama saat melintas pada malam hari,&quot;terangnya&lt;br&gt;Baihaqi menyebut pemasangan reflektor merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN kepada masyarakat melalui kegiatan sederhana yang berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna jalan.&lt;br&gt;“Pemasangan reflektor ini merupakan salah satu bentuk kepedulian mahasiswa KKN terhadap keselamatan pengguna jalan. Kami berusaha memberikan sesuatu yang sederhana, tetapi diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya bagi pengendara yang melintas pada malam hari,”imbuhnya.&lt;br&gt;Kegiatan pemasangan reflektor ini menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa KKN UIN Suska Riau dalam memperhatikan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat. Meskipun dilakukan dengan alat dan cara sederhana, pemasangan penanda jalan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan pengguna jalan.&lt;br&gt;“Harapan kami, reflektor yang dipasang dapat dirawat dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Semoga kegiatan sederhana seperti ini dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN yang benar&#45;benar dirasakan oleh masyarakat,” pungkas Baihaqi.***&lt;br&gt;Kontributor: Asyrafil Mahdi&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaubernas.com/assets/berita/original/32352769422-screenshot_2026-09-01-19-15-41-63_99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817.jpg"/><pubDate>Tue, 01 Sep 2026 19:17:35 +0700</pubDate><guid>https://riaubernas.com/news/detail/15592/kkn-uin-suska-hadirkan-solusi-sederhana-untuk-keselamatan-pengendara-di-desa-meranti</guid></item><item><title>DuriKooki, Inovasi Biji Durian Antar M. Ridwan Raih Dua Medali di NEIRA 3</title><link>https://riaubernas.com/news/detail/15591/durikooki-inovasi-biji-durian-antar-m-ridwan-raih-dua-medali-di-neira-3</link><description>&lt;p&gt;YOGYAKARTA (Riaubernas) — Nama Kabupaten Indragiri Hilir kembali hadir dalam deretan prestasi mahasiswa di tingkat nasional. Kali ini, kabar membanggakan datang dari M. Ridwan, putra asli Desa Sanglar, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, yang berhasil meraih Silver Medal dan Bronze Medal pada ajang NEIRA 3 (National Empowerment, Innovation, Research and Art 3) di Yogyakarta.&lt;br&gt;Kompetisi yang berlangsung pada 29–30 Agustus 2026 tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Suntoso Foundation bersama Himpunan Mahasiswa Budaya Hutan dan Universitas Gadjah Mada itu diikuti sekitar 30 perguruan tinggi dengan lebih dari 600 peserta.&lt;br&gt;&quot;Alhamdulillah, dari 600 perserta, saya bisa meraih medali perunggu dan perak,&quot;kata M Ridwan kepada wartawan, Selasa (1/9/2026).&lt;br&gt;Mahasiswa Pascasarjana UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab ini berkompetisi pada kategori Essay Presentation. Ia mengangkat sebuah gagasan yang berangkat dari potensi lokal melalui karya berjudul DuriKooki: Sinergi Ekonomi Sirkular Berbasis Limbah Biji Durian untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Wirausaha Hijau yang Berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui karya tersebut, Ridwan mengembangkan gagasan untuk mengolah biji durian yang selama ini lebih banyak berakhir sebagai limbah menjadi produk cookies. Inovasi itu menggabungkan aspek pemanfaatan limbah, ketahanan pangan, sekaligus peluang ekonomi masyarakat.&lt;br&gt;&quot;Selama ini biji durian cuma dinilai sebagai bakal bibit saja, kebanyakan berakhir di tong sampah, padahal bisa diolah jadi lebih bermanfaat, menjadi sumber ekonomi masyarakat juga,&quot; bebernya&lt;br&gt;Bagi Ridwan, potensi yang ada di sekitar masyarakat sebenarnya dapat menjadi sumber lahirnya berbagai inovasi apabila dikelola dengan kreativitas dan pengetahuan.&lt;br&gt;&quot;Banyak peluang inovasi dan kreativitas di sekitar kita,&quot;katanya&lt;br&gt;Prestasi yang diraih Ridwan memiliki makna tersendiri karena ia tumbuh sebagai anak desa dari keluarga sederhana. Sebagai anak seorang petani, ia terbiasa melihat secara langsung bagaimana kerja keras dan ketekunan menjadi bagian dari kehidupan sehari&#45;hari.&lt;br&gt;Latar belakang tersebut justru menjadi motivasi baginya untuk terus menempuh pendidikan dan mencari kesempatan untuk berkembang.&lt;br&gt;“Saya bangga menjadi putra asli Desa Sanglar dan anak seorang petani. Dari keluarga dan lingkungan desa, saya banyak belajar tentang kerja keras, kesabaran, dan perjuangan. Semua itu menjadi bekal bagi saya untuk terus berusaha dan tidak takut bermimpi,” kata Ridwan.&lt;br&gt;Keberhasilan mengikuti kompetisi nasional, bagi Ridwan bukan hanya persoalan memperoleh penghargaan. Ada pesan yang ingin ia sampaikan kepada anak&#45;anak muda di daerah, terutama mereka yang berasal dari desa.&lt;br&gt;“Saya ingin menunjukkan bahwa asal kita dari desa bukan berarti kesempatan kita lebih kecil. Anak petani pun bisa berprestasi dan bersaing dengan siapa saja. Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar, berani mencoba, terus berproses, serta tidak mudah menyerah,” ujarnya.&lt;br&gt;Keberhasilan Ridwan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Desa Sanglar dan Kabupaten Indragiri Hilir. Ia berhasil membawa identitas daerah asalnya dalam sebuah kompetisi yang mempertemukan peserta dari berbagai wilayah Indonesia.&lt;br&gt;Perjalanan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa karya dan gagasan berkualitas dapat tumbuh dari mana saja. Desa tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi untuk melahirkan ide&#45;ide yang mampu dibawa ke tingkat nasional.&lt;br&gt;Ridwan berharap pencapaiannya dapat menjadi pemantik semangat bagi generasi muda Indragiri Hilir agar lebih berani mengambil peluang di bidang pendidikan, penelitian, inovasi, maupun berbagai kompetisi lainnya.&lt;br&gt;&quot;Saya ingin agar anak&#45;anak muda di desa tidak merasa rendah diri karena kondisi ekonomi ataupun latar belakang keluarga,&quot;harapnya&lt;br&gt;&quot;Jangan malu menjadi anak desa dan jangan minder karena berasal dari keluarga petani. Kita harus bangga dengan tempat kita berasal. Jadikan kesederhanaan sebagai kekuatan untuk terus bergerak maju. Karena mimpi yang besar bisa tumbuh dari rumah yang sederhana,” imbuhnya.&lt;br&gt;Prestasi M. Ridwan di Yogyakarta akhirnya menjadi lebih dari sekadar pencapaian pribadi. Silver Medal dan Bronze Medal tersebut menjadi bagian dari perjalanan seorang putra asli Desa Sanglar dalam membawa nama Kabupaten Indragiri Hilir ke panggung nasional.&lt;br&gt;Dari lingkungan desa dan keluarga petani, Ridwan belajar tentang perjuangan. Dari pendidikan, ia menemukan jalan untuk berkembang. Dan melalui sebuah karya tentang pemanfaatan limbah biji durian, ia berhasil menunjukkan bahwa anak desa juga mampu berkarya dan bersaing di tingkat nasional.***&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaubernas.com/assets/berita/original/74619443979-screenshot_2026-09-01-11-43-03-46_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7.jpg"/><pubDate>Tue, 01 Sep 2026 11:57:12 +0700</pubDate><guid>https://riaubernas.com/news/detail/15591/durikooki-inovasi-biji-durian-antar-m-ridwan-raih-dua-medali-di-neira-3</guid></item><item><title>Bupati Pelalawan Lantik Pengurus DPD AGPAII Masa Bakti 2025–2027, Tekankan Peran Guru Agama Wujudkan Generasi Emas Indonesia</title><link>https://riaubernas.com/news/detail/15590/bupati-pelalawan-lantik-pengurus-dpd-agpaii-masa-bakti-2025–2027-tekankan-peran-guru-agama-wujudkan-generasi-emas-indonesia</link><description>&lt;p&gt;PELALAWAN (Riaubernas) &#45; Bupati Pelalawan Lantik Pengurus&amp;nbsp;&lt;br&gt;PELALAWAN (Suarabernas) &#45; Bupati Pelalawan H. Zukri, S.M., M.M. secara resmi melantik dan mengukuhkan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kabupaten Pelalawan masa bakti 2025–2027 di Auditorium Lantai III Kantor Bupati Pelalawan, Senin (31/8/2026).&lt;br&gt;Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) AGPAII Provinsi Riau Dr. M. Hendra Yunal, S.Pd.I., M.Si., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan Drs. H. Salman, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan Leo Nardo, M.Pd., Sekretaris DPW AGPAII Provinsi Riau Mandarin, M.Pd., serta para kepala sekolah dan guru Pendidikan Agama Islam se&#45;Kabupaten Pelalawan.&lt;br&gt;Dalam kesempatan tersebut, Bupati Zukri mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus DPD AGPAII yang baru dilantik serta menyampaikan apresiasi atas dedikasi para guru Pendidikan Agama Islam dalam membina karakter generasi muda.&lt;br&gt;Menurutnya, guru agama memiliki peran yang sangat strategis karena bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk akhlak, moral, dan kepribadian peserta didik di tengah derasnya arus perkembangan teknologi dan informasi.&lt;br&gt;&quot;Terima kasih kepada seluruh guru Pendidikan Agama Islam yang terus mengabdikan diri mendidik anak&#45;anak kita. Pendidikan agama bukan lagi sekadar pilihan, tetapi menjadi kebutuhan yang sangat penting sebagai benteng moral generasi muda. Bapak dan Ibu adalah orang&#45;orang yang akan menentukan masa depan daerah, bangsa, dan negara.&quot; ujar Bupati.&lt;br&gt;Bupati juga mengajak seluruh guru untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat kompetensi, dan menjadi teladan bagi peserta didik.&lt;br&gt;&quot;Mari terus meng&#45;upgrade diri. Guru agama harus menjadi contoh dalam akhlak, kesabaran, dan keteladanan. Jika kita ingin mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045, maka salah satu tulang punggungnya adalah pendidikan agama yang berkualitas.&quot; tegasnya.&lt;br&gt;Selain itu, Bupati mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pelalawan terus mendorong berbagai program yang memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai&#45;nilai keagamaan. Salah satunya melalui pembiasaan membaca Al&#45;Qur&apos;an bagi peserta didik setiap pagi sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap Al&#45;Qur&apos;an sekaligus membentuk karakter yang baik sejak dini.&lt;br&gt;Ia juga meminta agar guru Pendidikan Agama Islam terus berinovasi dalam pembelajaran, termasuk menyusun target hafalan Al&#45;Qur&apos;an yang terukur sesuai jenjang pendidikan agar peserta didik memiliki bekal keagamaan yang kuat.&lt;br&gt;Sementara itu, Ketua DPD AGPAII Kabupaten Pelalawan Zamnur, S.H.I. menyatakan komitmennya untuk menjadikan AGPAII sebagai organisasi yang profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas guru Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Pelalawan.&lt;br&gt;Dalam kegiatan yang sama, Ketua DPW AGPAII Provinsi Riau Dr. M. Hendra Yunal, S.Pd.I., M.Si. juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan terhadap keberadaan AGPAII. Menurutnya, guru Pendidikan Agama Islam saat ini dituntut tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu membimbing karakter peserta didik agar siap menghadapi tantangan era digital.***&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaubernas.com/assets/berita/original/61232539147-img_20260831_172030.jpg"/><pubDate>Mon, 31 Aug 2026 17:26:39 +0700</pubDate><guid>https://riaubernas.com/news/detail/15590/bupati-pelalawan-lantik-pengurus-dpd-agpaii-masa-bakti-2025–2027-tekankan-peran-guru-agama-wujudkan-generasi-emas-indonesia</guid></item><item><title>Kesulitan Air, Mahasiswa KKN Bantu Desa Hidupkan Sumur Bor Yang Mati</title><link>https://riaubernas.com/news/detail/15589/kesulitan-air-mahasiswa-kkn-bantu-desa-hidupkan-sumur-bor-yang-mati</link><description>&lt;p&gt;Mulya Subur, Pelalawan — Kemarau yang berlangsung cukup lama sejak awal agustus, bukan saja &amp;nbsp;menyebabkan kebakaran hutan di mana&#45;mana, tetapi juga menyebabkan masyarakat Desa Mulya Subur, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan mengalami kekeringan &amp;nbsp;sumber air bersih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama berminggu&#45;minggu masyarakat mengalami kersis air bersih. Menghadapi kenyataan itu masyarakat yang di bantu mahasiswa terpaksa melakukan kerja keras dengan menghidupkan kembali sumur&#45;sumur yang sudah mati agar kembali &amp;nbsp;mendatangkan air.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Alhamdulillah, sekarang persoalan kekeringan sudah dapat teratasi, karena &amp;nbsp;sumur yang selama ini mati atas kerja sama masyarakat dan mahasiswa dapat kembali &amp;nbsp;mendatangkan air, “ujar Datin Amanda Salsabila, mahasiswi Universitas Muhammadiah Pekanbaru kepada awak media, Sabtu 29 Agustus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih lanjut Mahasiswi Manajemen smester 6 ini juga menambahkan bahwa Pemerintah Desa Mulya Subur saat ini tengah berupaya melakukan reaktivasi fasilitas air bersih (sumur bor/Pamsimas) guna mengantisipasi kebutuhan masyarakat di musim kemarau. Fasilitas vital yang menelan anggaran lebih dari satu miliar rupiah ini sebelumnya sempat terkendala masalah teknis dan pemeliharaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program penyediaan air bersih ini pertama kali direalisasikan pada tahun 2019 silam. &amp;nbsp;Pembangunan ini berangkat dari hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) desa serta visi misi Kepala Desa yang menjabat saat itu. Tujuannya sangat jelas: membebaskan warga dari keterpaksaan membeli air dari luar desa setiap kali musim kemarau tiba.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dikatakan sumur bor ini dulunya adalah proyek strategis desa yang dibangun dengan kolaboratif antara pemerintah desa, anggota DPRD Kabupaten Pelalawan, Rahman Mujianto dan pemerintah Provinsi Riau. Sumurnya di bangun oleh desa, mesin disel dan pipanisasi sepanjang 2 km dibantu oleh anggota DPRD melalui dana aspirasi, sementara bak penampungan air di bangun oleh provinsi Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumur bor ini sudah sempat disambung ke perumahan masyarakat, dengan masing &amp;nbsp;masing menggunakan meteran, tetapi hanya bertahan beberapa bulan, kendalanya adalah terjadi kesulitan dalam pengawasan saluran pipa karena jaraknya yang begitu jauh. Akibat tidak terawasi maka banyak bagian pipa penyaluran air yang mengalami kerusakan yang dilakukan oknum oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawaab.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sisi lain, minimnya rasa memiliki dari masyarakat juga menjadi faktor utama terhentinya aliran air. Warga cenderung hanya memanfaatkan fasilitas ini saat musim kemarau, dan membiarkan alat terbengkalai rusak saat musim hujan tiba.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kini, kepala desa berupaya keras menghidupkan kembali fasilitas tersebut. Langkah reaktivasi pompa air PDAM ini mendapat dukungan tenaga dan kolaborasi langsung dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI). Berkat kerjasama yang sungguh sungguh, antara desa dan Kelompok Mahasiswa KKN UMRI kelompok 108, terdiri dari 12 siswa yang di dampingi Dosen Fauzan Azim S.Kom, M.Kom KKN UMRI, fasilitas ini perlahan mulai dapat diaktifkan kembali, meski distribusinya saat ini belum bisa menjangkau seluruh rumah warga secara optimal,” tambahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kesempatan terpisah Kepala Desa Mulya Subur, Podo Sunatmo menegaskan dan sangat berharap agar kepemimpinan desa selanjutnya dapat meneruskan dan merawat program Pamsimas ini. &quot;Kebutuhan air bersih adalah yang utama. Selama ini masyarakat menadah air&amp;nbsp;&lt;br&gt;hujan lalu dimasukkan ke sumur, yang secara kesehatan tentu kurang baik,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih lanjut dikatakan, keberlanjutan pasokan air bersih ini dinilai sangat krusial, tidak hanya untuk memenuhi hajat hidup orang banyak, tetapi juga sejalan dengan program pemerintah pusat dalam menekan angka stunting di daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;Penulis: Mahasiswa KKN UMRI kelompok 108.&lt;br&gt;Dosen Pembimbing: Fauzan Azim S.Kom, M.Kom.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaubernas.com/assets/berita/original/51196951286-img-20260830-wa0032.jpg"/><pubDate>Sun, 30 Aug 2026 14:23:42 +0700</pubDate><guid>https://riaubernas.com/news/detail/15589/kesulitan-air-mahasiswa-kkn-bantu-desa-hidupkan-sumur-bor-yang-mati</guid></item><item><title>Di Nilai Tidak Profesionalisme Ketua IJEN Riau Desak Unit Pelaksana BGN Riau Evaluasi Korwil BGN Siak</title><link>https://riaubernas.com/news/detail/15588/di-nilai-tidak-profesionalisme-ketua-ijen-riau-desak-unit-pelaksana-bgn-riau-evaluasi-korwil-bgn-siak</link><description>&lt;p&gt;Riau&#45; Badan Gizi Nasional (BGN) di bawah kepemimpinan barunya Sudaryono mengambil langkah tegas dalam memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa seluruh pelaksanaan program harus mengedepankan profesionalisme, transparansi, keamanan pangan, dan akuntabilitas termasuk di wilayah Kabupaten Siak,Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebaliknya, Keberadaan Korwil BGN Kabupaten Siak yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam melakukan pengawasan dan memastikan program berjalan sesuai harapan. Pasalnya, Dalam prakteknya justru diduga melindungi SPPG nakal yang tidak mengikuti Juknis tentang tata kelola penyelenggara program MBG.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Jurnalis Independen Nusantara (IJEN), Ricky Zulvia Putra melayangkan kecaman yang sangat keras dan menohok langsung ke jantung BGN Pusat terhadap kebijakan zero tolerance dalam Program MBG di Kabupaten Siak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ricky mengutuk keras Korwil BGN Kabupaten Siak dalam prakteknya justru diduga melindungi SPPG nakal yang tidak mengikuti Standar operasional (SOP) tentang tata kelola penyelenggara program MBG.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, Korwil merupakan mata dan telinga Badan Gizi Nasional yang mengawal keberhasilan program strategis ini langsung di tengah masyarakat bukan melakukan perlindungan terhadap SPPG yang tidak mengikuti Juknis tentang tata kelola penyelenggara program MBG.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Secara khusus, Ricky juga menyoroti rekam jejak Korwil Siak, Lisa Wahari, di bulan Desember 2025 terungkap puluhan dapur di kecamatan Tualang diduga telah beroperasi meskipun tidak memiliki SLHS tetapi telah menyediakan MBG ke sejumlah sekolah di wilayah tersebut. Kini pola ketidak mengedepankan profesionalisme sebagai Korwil BGN diulangi terhadap SPPG yang bersebelahan kandang ternak Aktif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut dia, waktu itu BGN diduga kecolongan dalam memberikan persetujuan lokasi. Ricky bahkan mempertanyakan kredibilitas tim survei BGN dalam melihat pendirian lokasi SPPG.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, Lanjutnya, terdapat sejumlah bangunan SPPG yang di ungkap Lisa dinilai belum memenuhi standar kelayakan untuk dijadikan titik SPPG namun tetap beroperasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Pengakuan Lisa, pihak mitra tetap bersikeras menjalankan program dengan alasan telah memperoleh persetujuan dari pihak pusat,&quot; Ungkap Ricky.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan persoalan dapur SPPG di kabupaten Siak, Ricky kemudian mendesak kepada Kepala unit pelaksana teknis Badan Gizi Nasional (BGN) Riau, Syartiwidya agar mengevaluasi Lisa Wahari, Bila perlu, memberikan sanksi kepada tim survei di saat itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut dia, lokasi Dapur SPPG bersebelahan dengan kandang ternak kondisi tersebut telah mengangkangi Juknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah di tetapkan sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, Dia juga mengingatkan untuk seluruh SPPG di Kabupaten Siak diaudit secara menyeluruh guna memastikan Program Makan Bergizi Gratis benar&#45;benar berjalan sesuai mengikuti Standar operasional (SOP).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ricky Menegaskan dukungan penuh terhadap kebijakan kepala BGN Sudaryono yaitu, zero tolerance. Namun demikian, dukungan tersebut harus diiringi dengan Pengawasan yang ketat oleh unit pelaksana BGN Riau agar program MBG benar&#45;benar pelaksanaan oleh seluruh SPPG di berbagai wilayah Siak memiliki pola kerja standar operasional Khususnya Kecamatan Tualang. (van)&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaubernas.com/assets/berita/original/33480156349-img-20260830-wa0085.jpg"/><pubDate>Sun, 30 Aug 2026 13:47:32 +0700</pubDate><guid>https://riaubernas.com/news/detail/15588/di-nilai-tidak-profesionalisme-ketua-ijen-riau-desak-unit-pelaksana-bgn-riau-evaluasi-korwil-bgn-siak</guid></item><item><title>BGN Siak Diduga Lindungi Dapur Al Fazza 2, Padahal Langgar Juknis KPPG Pekanbaru Intruksi Korwil Cek Kesana</title><link>https://riaubernas.com/news/detail/15587/bgn-siak-diduga-lindungi-dapur-al-fazza-2-padahal-langgar-juknis-kppg-pekanbaru-intruksi-korwil-cek-kesana</link><description>&lt;p&gt;Riau,&#45; Keberadaan Badan Gizi Nasional (BGN) yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam melakukan pengawasan dan memastikan program berjalan sesuai harapan. Namun sebaliknya, Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Siak, Lisa Wahari dalam praktiknya, diduga melindungi SPPG nakal yang tidak mengikuti Juknis tentang tata kelola penyelenggara program MBG terus berjalan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebijakan tersebut tercantum dalam Surat Keputusan Kepala BGN Nomor 63 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Bantuan Pemerintah Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2025.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang mana Dapur Al Fazza 02 merupakan bangunan bekas sarang burung walet, sedangkan masih dalam satu hamparan bangunan terdapat juga sarang burung walet aktif hingga sampai saat ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal itu tentu saja menimbulkan menuai sorotan tajam dalam tugas serta fungsional jabatan sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Siak dalam Pengawasan dan Evaluasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dugaan itu bermula, Pada Rabu 3 Juni 2026 lalu, Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Siak, Lisa wahari mengatakan dirinya telah melaporkan SPPG Al Fazza 2 ke provinsi dalam bentuk laporan khusus (Lapsus).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengatakan Pelanggaran tata kelola penyelenggara program MBG keberadaan dapur SPPG Al Fazza 2 yang bersebelahan sarang walet yang masih aktif menurut Lisa harus di suspend. Kendati demikian, SPPG Al Fazza 2 terus beroperasi hingga saat ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berbeda, disampailan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru, Dr. Syartiwidya yang merupakan unit pelaksana teknis BGN yang membawahi wilayah kerja Provinsi Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat. Ia&lt;br&gt;mengatakan belum ada laporan masuk dari Lisa terkait SPPG Al Fazza 2 bersebelahan dengan kandang ternak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Sebentar say cek dulu WA lisa mana tau sy belum baca,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala KPPG Pekanbaru menegaskan saat ini BGN pusat menerapkan kebijakan zero tolerance, tidak ada kelonggaran dalam Tata Kelola pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kalau sampai ke saya laporannya akan kami crosscehck dan tindaklanjuti sesuai Juknis. Kita tunggu tindakan Dinkes pak, dan saya akan perintahkan Korwil cek kesana,&quot;tegas Widya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk di ketahui Dalam juknis Keputusan Deputi Sistem dan Tata Kelola Nomor 009/05/01/SK.09/08/2025, saat ini BGN menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap kelalaian dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN juga mengatur secara jelas bentuk pelanggaran serta konsekuensi yang dapat dikenakan, mulai dari teguran administratif hingga penghentian kerja sama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelumnya di beritakan, Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Siak, Lisa Wahari mengatakan keberadaan SPPG Al Fazza 2 yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Al Ikhlas Siak, di Kecamatan Tualang beralamat di jalan M.Yamin kilometer 6 Perawang bersebelahan dengan peternakan sarang walet yang masih aktif merupakan Pelanggaran tata kelola penyelenggara program MBG.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Biasanya setiap laporan cepat di respon, kita masih menunggu, kita masih menunggu surat balasan, Laporan kita belum di respon,&quot; dalih Lisa, pada Rabu (3/6).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Setiap sanksi bukan kita yang memutuskan, dari bawah (korwil Siak) kita hanya laporan ke provinsi, balasan surat tawas ini belum kita terima,&quot; terang Lisa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Diketahui SPPG Al Fazza 2 ditemukan menempati bangunan diduga bekas sarang burung walet dan bersebelahan dengan bangunan sarang walet yang masih aktif beroperasi, hingga pelaksanaan program ini justru menimbulkan polemik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pengamat publik, Ade, heran bagaimana bangunan bekas sarang walet dan Bersebelahan dengan Sarang Burung Walet Aktif bisa lolos verifikasi untuk dijadikan dapur MBG. Yang seharusnya menurut Ade, pihak terkait menyewa atau membangun bangunan baru agar kualitas makanan benar&#45;benar terjamin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut dia, kondisi tersebut telah mengangkangi Juknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah di tetapkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ini pelanggaran fatal. SOP BGN melarang dapur SPPG berada dekat tempat pembuangan akhir ataupun kandang ternak, apalagi bekas sarang burung walet dan bersebelahan dengan bangunan sarang walet yang masih aktif beroperasi. Karena itu, tidak ada opsi kompensasi, hanya relokasi,” pungkasnya. (van)&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaubernas.com/assets/berita/original/72781218915-img-20260830-wa0084.jpg"/><pubDate>Sun, 30 Aug 2026 13:45:55 +0700</pubDate><guid>https://riaubernas.com/news/detail/15587/bgn-siak-diduga-lindungi-dapur-al-fazza-2-padahal-langgar-juknis-kppg-pekanbaru-intruksi-korwil-cek-kesana</guid></item><item><title>Bupati Pelalawan  raih Penghargaan Tribun Award 2026 Inspirasi Kolaborasi Peduli Anak Yatim</title><link>https://riaubernas.com/news/detail/15586/bupati-pelalawan--raih-penghargaan-tribun-award-2026-inspirasi-kolaborasi-peduli-anak-yatim</link><description>&lt;p&gt;PELALAWAN (Riaubernas) &#45; Bupati Pelalawan H. Zukri, S.M., M.M. kembali raih penghargaan dalam ajang Tribun Award tahun 2026, Inspirasi Kolaborasi Pedulu Anak Yatim, &amp;nbsp;kegiatan ini &amp;nbsp;dilakanakan di Ballroom Hotel Grand Elite Kota Pekanbaru, Jumat ( 28/8/2026 ).&lt;br&gt;Penghargaan yang diterima Bupati Zukri yakni Anugerah Inspirasi Kolaborasi Bupati Peduli Anak Yatim pada Tribun Award tahun ini. Trofi dan sertifikat penghargaan diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Pelalawan Tengku Zulfan, S.E., Ak. yang mewakili Bupati Zukri yang tidak dapat hadir karena memimpin operasi pemadaman bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Pelalawan.&lt;br&gt;Sekdakab Tengku Zulfan didampingi Asisten II Sekdakab Fakhrizal, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika Faisal, S.STP., Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tengku Muhammad Syukran, Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Masril, S.Ag. dan Kabag Protokol Erhas.&lt;br&gt;Penghargaan dalam bentuk Trofi dan sertifikat yang diterima oleh Bupati Pelalawan tersebut, diserahkan langsung oleh Pemimpin Redaksi (Pemred) Tribun Pekanbaru Erwin Adrian kepada Sekdakab Tengku Zulfan.&lt;br&gt;Pada kasempatan itu Sekda Tengku Zulfan diberikan waktu untuk menyampaikan sambutan atas penghargaan yang diterima. Dalam pidatonya, Tengku Zulfan menyampaikan permintaan maaf dari Bupati Zukri yang seyogyanya hadir dalam acara besar itu. Namun karena fokus menanggulangi bencana Karhutla di Pangkalan Kerinci dan Kerumutan yang sedang membara, Bupati Zukri tidak bisa meninggalkan Pelalawan mengingat saat ini sedang berstatus tanggap darurat bencana Karhutla 2026.&lt;br&gt;&quot;Terima kasih kepada Tribun Pekanbaru atas penghargaan ini, karena penghargaan ini seyogyanya bukan hanya untuk Bupati Pelalawan secara pribadi atau pemerintah daerah. Tapi diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Pelalawan,&quot; kata Tengku Zulfan dari atas podium Tribun Award, Jumat (28/8/2026).&lt;br&gt;Menurutnya, banyak pihak yang telah berkolaborasi dengan Pemkab Pelalawan dalam mensukseskan program peduli anak yatim. Sebab anak yatim sebagai penerus generasi ke depan di Pelalawan. Sehingga mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan, kasih sayang, kesempatan, maupun masa depan yang baik.&lt;br&gt;Mantan Kepala Bappeda Pelalawan ini berharap program peduli anak yatim di Pelalawan menjadi contoh bagi daerah lain di Riau dan pihak&#45;pihak lain, agar terus menghadirkan kepedulian terhadap anak yatim.&lt;br&gt;Pemda membangun Pelalawan tidak hanya infrastruktur, jalan, dan jembatan saja. Tetapi membangun manusia melalui kepedulian dan harapan bagi anak&#45;anak yang tidak mampu, khususnya anak yatim.&lt;br&gt;&quot;Karena ukuran keberhasilan daerah tidak hanya melalui berapa banyak infrastruktur fisik yang dibangun, tetapi juga berapa banyak anak&#45;anak yang berhasil dibantu serta diselamatkan masa depannya,&quot; tegas Tengku Zulfan.&lt;br&gt;&quot;Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami Pemda Pelalawan, untuk terus memberikan yang terbaik bagi seluruh masyarakat,&quot; pungkas Tengku Zulfan***&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaubernas.com/assets/berita/original/960964305-img-20260829-wa0008.jpg"/><pubDate>Sat, 29 Aug 2026 08:47:37 +0700</pubDate><guid>https://riaubernas.com/news/detail/15586/bupati-pelalawan--raih-penghargaan-tribun-award-2026-inspirasi-kolaborasi-peduli-anak-yatim</guid></item><item><title>Riau Diselimuti Asap, BEM ITP2I: Jangan Jadikan Karhutla Tradisi Tahunan</title><link>https://riaubernas.com/news/detail/15585/riau-diselimuti-asap-bem-itp2i-jangan-jadikan-karhutla-tradisi-tahunan</link><description>&lt;p&gt;PELALAWAN (Riaubernas) – Persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi alarm serius bagi masyarakat Riau. Ketika asap mulai menyelimuti wilayah dan mengganggu kualitas udara, masyarakat kembali dihadapkan pada pertanyaan yang sama: mengapa karhutla terus berulang, dan siapa yang harus bertanggung jawab?.&lt;br&gt;Presiden BEM Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I), Fajar Nugraha, menilai masyarakat Riau tidak seharusnya terus menjadi pihak yang menanggung dampak dari persoalan karhutla.&lt;br&gt;“Jangan jadikan karhutla sebagai tradisi tahunan. Setiap tahun masyarakat menghirup asap, setiap tahun kita bicara pemadaman, tetapi pertanyaan tentang akar persoalan dan pertanggungjawaban jangan sampai hilang.”&lt;br&gt;Menurut Fajar, pemerintah tidak boleh hanya hadir ketika api sudah membesar. Upaya pencegahan, pengawasan dan penegakan hukum harus dilakukan sejak sebelum kebakaran terjadi.&lt;br&gt;“Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan pengawasan berjalan. Aparat penegak hukum juga harus memastikan setiap dugaan pelanggaran ditindaklanjuti secara profesional. Jika ada pihak yang terbukti melakukan pembakaran atau lalai menjalankan kewajibannya, tentu harus ada pertanggungjawaban sesuai hukum,”tegasnya.&lt;br&gt;Fajar juga meminta agar Kabupaten Pelalawan menjadi perhatian serius dalam agenda pencegahan karhutla. Sebagai salah satu daerah dengan aktivitas perkebunan yang besar, pengawasan terhadap kawasan rawan kebakaran harus dilakukan secara berkelanjutan.&lt;br&gt;“Kami tidak ingin menuduh perusahaan, masyarakat, ataupun pihak tertentu tanpa bukti. Tetapi kami juga tidak ingin persoalan ini berhenti pada asumsi. Kalau ada dugaan pelanggaran, usut. Kalau terbukti, tindak. Kalau ada kelalaian, evaluasi.”imbuhnya&lt;br&gt;Fajar menegaskan bahwa asap karhutla bukan sekadar persoalan jarak pandang. Di balik asap terdapat persoalan kesehatan, pendidikan, ekonomi, transportasi, hingga keberlanjutan lingkungan.&lt;br&gt;“Ketika anak&#45;anak harus mengurangi aktivitas di luar ruangan, ketika masyarakat mulai khawatir dengan udara yang mereka hirup, ketika aktivitas terganggu, maka ini bukan lagi persoalan kecil. Ini menyangkut hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat,”ujarnya.&lt;br&gt;Karena itu, BEM ITP2I mendorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan mengubah pola penanganan karhutla dari reaktif menjadi preventif. Melalui lima tuntutannya BEM ITP2I meminta pemerintah serius dalam menangani bencana karhutla terutama dalam antisipasi dan mitigasi yang terukur.&lt;br&gt;Tuntutan pertama, pemerintah daerah harus memperkuat pemetaan dan pengawasan wilayah rawan karhutla serta memastikan sistem peringatan dini berjalan efektif.&lt;br&gt;Kedua, aparat penegak hukum harus mengusut setiap dugaan tindak pidana karhutla secara transparan dan profesional, tanpa pandang bulu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketiga, pengawasan terhadap perusahaan yang memiliki wilayah konsesi harus diperketat, termasuk memastikan kewajiban pencegahan dan penanggulangan karhutla dijalankan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keempat, pemerintah harus memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat ketika kualitas udara memburuk, termasuk keterbukaan informasi kualitas udara dan kesiapan fasilitas kesehatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kelima, mahasiswa dan masyarakat sipil harus diberikan ruang untuk ikut melakukan pengawasan serta menyampaikan laporan terkait potensi dan kejadian karhutla.&lt;br&gt;Fajar menegaskan bahwa BEM ITP2I siap mengambil peran sebagai bagian dari kontrol sosial mahasiswa.&lt;br&gt;“Kami tidak ingin mahasiswa hanya bersuara setelah bencana terjadi. Kami ingin mahasiswa ikut mengawal pencegahan, mengedukasi masyarakat, dan mengawasi kebijakan lingkungan.”tegasnya&lt;br&gt;Menurutnya, pembangunan ekonomi dan perkebunan tetap penting bagi Riau, namun tidak boleh mengorbankan lingkungan dan keselamatan masyarakat, kerena sering kali setelah karhutla terjadi banyak bibit bibit sawit bermunculan di tengah debu dan sisa sisa arang usai karhutla.&lt;br&gt;“Kami mendukung kemajuan perkebunan dan pembangunan daerah. Tetapi pembangunan yang baik bukan hanya soal berapa besar ekonomi tumbuh. Pembangunan juga harus menjawab apakah masyarakat hidup dengan aman, sehat, dan lingkungan tetap terjaga.”ungkapnya&lt;br&gt;Di akhir pernyataannya, Fajar kembali mempertanyakan tanggung jawab atas karhutla yang terjadi.&lt;br&gt;“Ketika Riau diselimuti asap, jangan hanya bertanya kapan asapnya hilang. Bertanyalah mengapa api bisa muncul, siapa yang bertanggung jawab berdasarkan fakta dan hukum, serta apa langkah konkret agar kejadian ini tidak terus berulang.”katanya&lt;br&gt;“Riau tidak boleh diwariskan kepada generasi berikutnya dalam bentuk hutan yang terbakar dan udara yang tercemar. Saatnya berhenti menjadikan karhutla sebagai tradisi tahunan.”pungkasnya***&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaubernas.com/assets/berita/original/35886665016-screenshot_2026-08-29-04-37-43-21_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7.jpg"/><pubDate>Sat, 29 Aug 2026 08:38:41 +0700</pubDate><guid>https://riaubernas.com/news/detail/15585/riau-diselimuti-asap-bem-itp2i-jangan-jadikan-karhutla-tradisi-tahunan</guid></item></channel></rss>