Tony Wenas, APRIL Group Terapkan Pendekatan Ring Plantation.

Presiden Direktur PT.RAPP Tony Wenas memberikan penjelaskan kepada Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Ir.Ilyas Asaad tentang komitmen perusahaan dan program - program RAPP yang pro rakyat.

JAKARTA, RIAUBERNAS.COM –  Menurut Presiden Direktur PT.RAPP yang juga Managing Directur APRIL I ndonesia, Tony Wenas, selama ini APRIL Group menerapkan pendekatan ring plantation dalam penanaman perkebunannya yang bekerja sebagai zona penyanggah/buffer zone yang mengeliling dan melindungi wilayah hutan konservasi.

Ini Komitmen Perusahaan dalam upaya menjaga dan melestarikan lingkungan, APRIL Group terus berkomitmen mendorong perkembangan yang berkelanjutan di segala lini dalam rangka mengimplementaikan praktik-praktik  terbaik di bidang sosial, lingkungan, dan perekonomian yang dipandu dalam filosofi bisnis yng harus dilaksanakan: 4C (Good For Communty, Good For Country, Good for Climate, Good for Company).

"Saat ini, APRIL Group terus berkomitmen dalam mendorong perkembangan yang berkelanjutan di segala lini dalam rangka mengimplementaikan praktik-praktik  terbaik di bidang sosial, lingkungan, dan perekonomian yang dipandu dalam filosofi bisnis yang harus dilaksanakan yakni 4C yaitu Good For Communty, Good For Country, Good for Climate, Good for Company," ujarnya.

Karena itu, sambungnya, pihaknya begitu apresiasi dengan adanya pameran IndoGreen yang ditaja oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini. Pasalnya, lewat pameran ini, PT RAPP yang merupakan bagian dari APRIL Group dapat terus menunjukkan komitmennya dalam hal pengelolaan hutan lestari.

"Di dalam pameran ini, masyarakat dapat melihat kebijakan, program, dan progresnya setiap lembaga dan perusahaan dalam memajukan pengelolaan hutan lestari," tandasnya.

Khusus untuk PT RAPP sendiri, lanjutnya, pihaknya juga memiliki program Desa Bebas Api yang saat ini sudah memasuki tahun ketiga. Dimana di tahun ketiga ini, ada 20 desa yang dilibatkan, bertambah dibanding tahun dua tahun sebelumnya.

"Ya, jika tahun pertama program ini dimulai kita hanya melibatkan 4 desa saja, kemudian tahun
berikutnya yakni tahun 2015 bertambah menjadi sembilan (9) desa, tapi di tahun 2016 ini, PT RAPP melibatkan 20 desa yang berada di sepanjang Sungai Kampar," ujarnya.

Dikatakannya, Program Desa Bebas Api ini adalah merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Indonesia khususnya di Riau. Sementara untuk pengelolaan hutan lestari, pihaknya terus berkomitmen mendorong perkembangan yang berkelanjutan di segala lini dalam rangka mengimplementasikan praktik-praktik terbaik di bidang sosial, lingkungan, dan perekonomian.(sbr).

 

Editor : AI.

 


[Ikuti RiauBernas.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar