BNNK Pelalawan Raih Peringkat 4 Nasional Kabupaten Tanggap Ancaman Narkotika
PELALAWAN, RIAUBERNAS.COM - BNNK Kabupaten Pelalawan berhasil meraih peringkat ke 4 dari seluruh Kabupaten Kota se Indonesia untuk Tanggap Ancaman Narkotika, tahun 2024. Hal tersebut disampaikan kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pelalawan, AKBP Kukuh Yulianto Widodo dalam konferensi pers di kantor BNNK Pelalawan, Selasa, 24 Desember 2024.
"Tahun 2024 ini, kita meraih peringkat ke 4 Kabupaten Kota Tanggap Ancaman Narkotika se Indonesia. Salah satu indikatornya, adalah kepedulian Pemerintah Daerah dan seluruh stakeholder terhadap bahaya peredaran narkotika," jelas Kepala BNNK Pelalawan AKBP Kukuh Yulianto Widodo.
Karenanya BNNK Pelalawan mengapresiasi Pemkab Pelalawan yang peduli dan tanggap terhadap ancaman Narkotika di Pelalawan.
Kukuh juga menjelaskan, selama tahun 2024 ini pihaknya sudah melakukan seluruh target kegiatan yang sudah di rencanakan. "Misalnya untuk tes urine, kita sudah lakukan terhadap 1.093 orang, yang terdiri dari 44 orang pelajar, 883 instansi pemerintah, masyarakat 174, dan di dunia usaha sebanyak 22 orang," jelas AKBP Kukuh.
Dari tes urine tersebut, ditemukan 20 orang positif. 15 dari instansi pemerintah, dunia usaha 1 orang dan masyarakat 4 orang. "Seluruhnya sudah kita lakukan assesment terhadap yang positif ini. 15 orang yang positif tes urine ini, ada yang positif sabu, ganja dan ekatasi," jelas Kepala BNNK Pelalawan AKBP Kukuh Yulianto Widodo.
Termasuk untuk kegiatan pencegahan, penyuluhan, himbauan dan edukasi terhadap bahaya Narkotika terlaksana sesuai dengan target yang sudah direncanakan. "Untuk Desa Bersih bebas Narkotika (Bersinar) itu adalah Desa Mekar Jaya Kecamatan Pangkalan Kerinci, dan Desa Beringin Indah Kecamatan Bandar Seikijang," ungkap AKBP Kukuh Yulianto Widodo.
Kukuh juga mengatakan, bahwa pihaknya sangat berharap di Kabupaten Pelalawan mempunyai tempat rehabilitasi sendiri bagi para penguna narkoba. "Kalau kita punya tempat rehab sendiri itu akan meringankan pihak keluarga si penguna narkoba yang akan di rehab. Kalau rehabnya itu gratis ditanggung pemerintah, tapi biaya untuk mengantarkan yang mau di rehab itu harus ditanggung sendiri oleh pihak keluarga si penguna," beber Kepala BNNK Pelalawan. (Sb)
Tulis Komentar