Ciptakan Pengusaha Muda, RAPP Taja Entrepreneurship Training

Bupati Kabupaten Pelalawan HM Harri berbagi pengalamannya kepada para peserta Entrepreneurship Training di Hotel Unigraha, Pangkalan Kerinci, Selasa (22/12/2015).

PELALAWAN - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Mahasiswa Pelalawan Indonesia (IKMPI) mengikuti Entrepreneurship Training yang ditaja oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Hotel Unigraha, Pangkalan Kerinci, Selasa (22/12). Pelatihan ini dibuka langsung oleh Bupati HM Harris didampingi Deputi Direktur Operasional RAPP, M. Ali Shabri, Community Development Manager (CD), Sundari Berlian, dan RAPP Social Medium Enterprise (SME)  Coordinator, CD, Tengku Kespandiar.

Dalam sambutannya, Harris membagi pengalamannya kepada para peserta Entrepreneurship Training. Dia menceritakan, sebagai seorang pengusaha harus bisa melihat peluang yang ada di sekitar mereka agar bisa meraih kesuksesan.

"Pengusaha itu harus mampu melihat peluang yang ada dari sebuah masalah. Kita pernah kaya dan miskin semua itu harus dilalui. Kita harus ulet mencari peluang dan kesempatan. Kita juga harus punya pengalaman, wawasan dan pergaulan yang luas untuk melihat situasi di luar. Jangan merasa minder, jangan merasa kekurangan," kata Harris.

Sementara itu, Deputi Direktur Operasional RAPP, M. Ali Shabri, mengatakan seorang entrepreneur harus memiliki tiga kunci kesuksesan di antaranya keuletan, kegigihan, dan memiliki keberanian mengambil keputusan untuk membuka usaha. Misalnya warung pecel lele sudah banyak di Pangkalan Kerinci, tapi itu tidak menyurutkan niat penjual yang lain, malah jumlahnya semakin banyak semakin hari.

"Jadi peluangnya kita lihat. Pengusaha ulet itu mencari peluang, pecel lele itu omsetnya besar lho, bukan kecil. Kegigihan itu penting," tegasnya.

Disampaikan Ali, mendorong dan menggerakkan pemuda dan mahasiswa untuk menjadi wirausaha muda merupakan basis untuk pengembangan ekonomi rakyat. Oleh Karena itu, lanjutnya, program pengembangan wirausaha muda merupakan ruang strategis yang harus diperhatikan semua pihak termasuk pihak swasta.

"Kita mau membentuk pengusaha yang ulet dan menantang bagaimana masa depan ke depan karena kita lihat di pelalawan masih  banyak peluang yang bisa kita ambil. Wirausaha menjadi harapan berbagai pihak untuk menjawab tantangan jumlah pengangguran di negeri kita ini," ucapnya.

Salah seorang peserta pelatihan, Bukhari, berharap melalui pelatihan ini minat dan semangat mahasiswa menjadi pengusaha sukses semakin tinggi untuk menekan angka pengangguran di Indonesia. "Semoga melalui pelatihan yang kita ikuti ini, ada dari kami yang menjadi miliarder dan menjadi lokomotif ekonomi ke depannya, kami sangat apresasi dengan kegiatan yang digelar RAPP ini, begitu juga kerja sama beasiswa yang telah terjalin sebelumnya," katanya.

Selama dua hari, para peserta akan diberikan materi tentang syarat dan sebab sukses yang disampaikan oleh Quality Life Specialist (QLS) Indonesia melalui berbagai forum group discussion, games simulation dan studi kasus. "Pengusaha sukses itu merupakan orang yang telah memahami syarat dan sebab sukses secara teknis dan non teknis. Secara teknis, mereka harus mampu memiliki pemikiran yang dinamis, kreatif dan mengubah masalah menjadi peluang. Sementara secara nonteknis, mereka harus memiliki keyakinan bahwa kesuksesan tidak juga terlepas dari Tuhan," ucap trainer QLS, Iskandar, S.Si. (ai/rls)
 


[Ikuti RiauBernas.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar