Kenang Perjuangan Pahlawan Transmigrasi Dusun Jatimulya, Masyarakat Taja Doa Bersama di Lapangan Sepak Bola
SIAK— Dalam rangka memperingati perjuangan para transmigran sekaligus menyambut momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-81 Tahun, masyarakat dan pemuda Dusun Jatimulya, Kampung Jatibaru, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak kembali mengingat sejarah perjuangan para pendahulu yang telah membangun kehidupan masyarakat di wilayah tersebut.
Ketua Karang Taruna Dusun Jatimulya, Muhammad Hanif Asidiq kepada Awak Media, Minggu (16/08/2026) menyampaikan bahwa, sejarah perjuangan masyarakat transmigrasi pada periode 1981–1983 merupakan bagian penting dari perjalanan terbentuknya kehidupan masyarakat di Kampung Jatibaru, khususnya Dusun Jatimulya.
Menurutnya, para transmigran yang berasal dari Pulau Jawa datang dengan harapan memperoleh kehidupan yang lebih layak sekaligus membangun masa depan bagi keluarga dan generasi berikutnya.
" Perjuangan tersebut tidak mudah, karena para pendahulu harus membuka wilayah, membangun kehidupan sosial, serta beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang baru. Pada hari ini, masyarakat dan pemuda sangat merasakan hasil dari perjuangan yang telah dilakukan oleh para pahlawan transmigrasi, dan apa yang kita nikmati sekarang merupakan buah dari kerja keras dan pengorbanan orang tua serta para leluhur kita,"ungkap Muhammad Hanif Asidiq.
Muhammad Hanif Asidiq mengajak generasi muda untuk tidak melupakan sejarah tersebut. Menurutnya, pemuda memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu melalui pendidikan, kegiatan sosial, pembangunan masyarakat, serta menjaga persatuan di lingkungan Dusun Jatimulya.
" Mari kita bersatu, berjuang meneruskan cita-cita para leluhur dan orang tua kita yang telah mendahului kita (meninggal) untuk terus berjuang memajukan kampung atau dusun kita ini, " ajaknya.
Muhammad Hanif Asidiq juga turut menyampaikan rasa terima kasih kepada para orang tua dan leluhur yang telah berjuang membangun kehidupan masyarakat di Jatimulya. Menurutnya, mengenang sejarah bukan sekadar melihat kembali masa lalu, tetapi juga menjadi pengingat bagi generasi muda mengenai pentingnya menjaga hasil perjuangan dan meneruskannya untuk masa depan.
" Perjuangan para transmigran adalah sejarah yang tidak boleh dilupakan. Dari keterbatasan, mereka membangun kehidupan, dari perjuangan mereka, generasi hari ini dapat menikmati masa depan yang lebih baik, "ungkapnya.
Sementara itu, Bidang Keagamaan Karang Taruna Dusun Jatimulya, Muhammad Luthfi Sofi Mualim Suhaz, menilai perjuangan para pahlawan transmigrasi memiliki peran besar dalam membangun peradaban masyarakat Dusun Jatimulya, Kampung Jatibaru.
"Perjuangan para pahlawan transmigrasi sangat luar biasa. Mereka bukan hanya berpindah tempat, tetapi juga membangun kehidupan, masyarakat, dan masa depan bagi generasi setelahnya," ungkapnya.
Lebih lanjut Luthfi menambahkan bahwa, momentum bulan kemerdekaan menjadi waktu yang tepat bagi generasi muda untuk kembali memahami sejarah perjuangan bangsa. Kemerdekaan Indonesia tidak lahir begitu saja, melainkan melalui perjuangan panjang para pendahulu.
" Di bulan perjuangan dan pada momentum yang sangat menentukan bagi bangsa Indonesia ini, kita perlu mengingat bahwa sejarah telah terukir melalui perjuangan para nenek moyang kita. Begitu pula dengan masyarakat transmigrasi di Jatimulya. Apa yang kita rasakan hari ini merupakan bagian dari hasil perjuangan mereka,"ujarnya.
Muhammad Luthfi juga berpesan kepada pemuda Karang Taruna Jatimulya agar menjadikan perjuangan para transmigran sebagai inspirasi untuk terus berkontribusi bagi masyarakat. Jangan sampai generasi muda hanya menjadi penikmat hasil perjuangan para pendahulu.
" Kita harus menjadi generasi yang melanjutkan perjuangan tersebut dengan cara kita sendiri, melalui ilmu pengetahuan, pengabdian kepada masyarakat, kegiatan keagamaan, dan pembangunan desa," pungkasnya.

Tulis Komentar