Terbukti, PT Adei Hilangkan DAS Sungai Buluh

AMPKB & Tim Pemkab Pelalawan Lakukan Pematokan DAS Sungai Buluh

Tim Pemkab Pelalawan & AMPKB beserta Pemdes Sungai Buluh dan Telayap saat melakukan pematokan di kebun sawit PT Adei yang dulunya DAS Sungai Buluh.

PELALAWAN, RIAUBERNAS.COM - Aliansi Mahasiswa & Pemuda Kecamatan Bunut (AMPKB) bisa membuktikan jika PT Adei Plantation telah menghilangkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Buluh. Hal ini menyusul setelah Tim Pemda Pelalawan, Pemdes Sungai Buluh, Pemdes Telayap, tokoh masyarakat dan AMPKB melakukan pematokan untuk menormalisasikan kembali DAS Sungai Buluh yang selama ini dipergunakan oleh PT Adei untuk menanam sawit.

"Ya, Kamis kemarin (19/5), kami bersama tim dari Pemda Pelalawan, Pemdes Sungai Buluh dan Telayap serta tokoh masyarakat melakukan pematokan di kebun sawit PT Adei yang dulunya merupakan DAS Sungai Buluh," tegas Ketua AMPKB, Kamaruddin, pada riaubernas.com via selulernya, Sabtu malam (21/5).

Kamaruddin menjelaskan bahwa ada sebelas (11) titik pematokan yang dilakukan pihaknya bersama tim Pemda Pelalawan guna menormalisasikan kembali DAS Sungai Buluh yang telah hilang akibat keserakahan PT Adei.

"Jadi rencananya Senin besok (23/5), akan dibuat berita acara pematokan itu. Dan kami minta, usai dilakukan penandatangan berita acara, PT Adei harus segera menormalisasikan kembali DAS Sungai Buluh seperti semula," ujarnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, perusahaan juga tak hanya sekedar menormalisasikan DAS Sungai Buluh saja tapi juga harus mengembalikan ekosistem di aliran sungai itu, kembali seperti semula. Apalagi selama ini bagi masyarakat tempatan Sungai Buluh memiliki nilai historis karena di situlah tempat berkembangbiaknya Ikan Kahyangan atau biasa disebut Ikan Arwana.

"Kami meminta juga agar perusahaan begitu selesai menormalisasikan DAS Sungai Buluh, maka wajib menaburkan benih Ikan Arwana atau Ikan Kahyangan," tegasnya.

Katanya, AMPKB mengharapkan agar kali ini perusahaan tak lagi mengulur-ulur waktu untuk menormalisasikan Sungai Buluh yang DAS-nya telah hilang akibat kerakusan perusahaan yang sudah seenaknya mengangkangi mata pencaharian masyarakat tempatan. (tim)


Editor    : Ai


[Ikuti RiauBernas.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar