Jelang Nataru, Dinas Koperasi UKM Perindag Pelalawan Pantau Harga Bapokmas

PELALAWAN, RIAUBERNAS.COM -  Menjelang Natal dan Tahun Baru 2021, Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pelalawan melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap harga-harga barang pokok masyarakat (Bapokmas) yang berjumlah 29 jenis barang termasuk beras, gula, minyak, telor, daging dan kebutuhan pokok lainnya, Rabu (23/12/2020). 

Dalam kegiatan ini juga dilakukan pengawasan terhadap barang-barang yang diatur tata niaganya, seperti barang-barang yang masih layak/tidak, barang-barang terkait masa kadarluarsanya, memiliki sertifikat halal, dan sebagainya. Hal itu sebagai upaya memantau serta memastikan kondisi harga-harga barang di pasar dalam keadaan stabil dan barang-barang yang dijual dalam keadaan layak dikonsumsi masyarakat sesuai aturan yang berlaku. 

Kepala Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pelalawan Fahrizal mengatakan, dari hasil pemantauan tim di lapangan ditemukan adanya kenaikan harga telor ayam broiler dari harga Rp 45.000/papan pada dua minggu sebelumnya naik menjadi Rp 52.000/papan. 

Hal ini, lanjut Fahrizal, dikarenakan banyaknya pesanan yang datang dari luar Pulau Sumatera, seperti daerah Jawa,  sehingga terjadi peningkatan kebutuhan yang mengakibatkan terjadinya monopoli harga oleh pengusaha telor. Kemudian barang komoditi yang juga naik cukup signifikan antara lain ayam boiler dan cabe, namun hanya sebatas kenaikan lokal. Dan untuk kenaikan telor kemungkinan besar dapat mempengaruhi tingkat inflasi daerah.

"Untuk mengantisipasi permasalahan dan mengambil langkah solusi teknis dilapangan, melalui tim terpadu maka Dinas Koperasi UKM Perindag melibatkan OPD teknis terkait yaitu Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Pertanian, BPMPTSP, Satpol PP, Bagian Ekonomi Setda, Camat Pangkalan Kerinci. Sebelum  meninjau ke lapangan, tim telah mengawali kegiatan dengan melakukan rapat koordinasi teknis di ruang rapat SANTUN Dinas Koperasi UKM Perindag guna menyatukan persepsi dan menyusun langkah-langkah/upaya teknis dalam mengantisipasi permasalahan yang terjadi di lapangan," jelas Fahrizal. 

Dijelaskannya, kegiatan pemantauan dan pengawasan ini dikhususkan di ibukota Kabupaten Pelalawan yakni Kecamatan Pangkalan Kerinci. Adapun sasaran Tim mengambil sampel pada empat titik yaitu Pasar Rakyat Pangkalan Kerinci, toko enceran /Toko Ikhlas, Swalayan Mandiri dan Toko Ritel Modern Alfa Mart.

"Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan lancar dan tim juga melakukan pembinaan humanisme kepada pedagang agar tetap menjaga kondisi pasar yang telah kondusif, termasuk mengurus perizinannya dan tetap mengedepankan perlindungan kepada para konsumen serta imbauan agar tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19 yang masih mengancam masyarakat di Kabupaten Pelalawan," ungkap Fahrizal lagi.

Pada kesempatan tersebut Fahrizal juga mengimbau kepada masyarakat konsumen, diharapkan agar lebih selektif dalam memilih dan menentukan prioritas barang-barang yang akan dibeli. Belilah barang-barang yang penting, prioritas dan layak, aman dikonsumsi secara aturan, serta jangan menimbun barang.

"Alhamdulillah kita tidak melakukan penindakan dan hasil update harga akan kita laporkan ke Dinas Perindustrian  Perdagangan Koperasi UKM Provinsi Riau, kemudian Dinas Provinsi akan menindaklanjuti ke Kementrian Perdagangan Dalam Negeri. Selanjutnya Dinas Koperasi UKM Perindag akan melaporkan dan berkoordinasi dengan Bulog di Pekanbaru," ungkap Fakhrizal mengakhiri. (Sam) 


[Ikuti RiauBernas.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar