Tidak diperhatikan Pemerintah Pusat

Kondisi Jalan Nasional Di Inhil Semakin Memperihatinkan

Kondisi jalan nasional di kota Tambilahan yang rusak parah

INHIL (Riaubernas.com)  - Musim hujan dan air pasang menjadi momok mengerikan yang menghancurkan badan jalan di Inhil. Jangankan di pedesaan yang sebagian masih banyak masih memiliki jalan setapak, di ibu kota Tembilahan saja masih banyak ditemukan jalan yang berlubang dan berlumpur.

Terutama jalan jalan Telaga Biru hingga Sei Beringin. Meski sudah ditingkatkan menjadi jalan nasional, namun kerusakan parah tetap menghiasi badan jalan yang berada dipusat kota Tembilahan tersebut.

Untuk diketahui, jalan Telaga Biru mulai dari Parit 6 sampai Parit 11Tembilahan Hulu. Kerusakan terparah terlihat banyak menghiasi badan jalan. Seperti di persimpangan tiga, tepatnya di samping Masjid Pancasila, hingga sampai ke Jembatan Parit 6, antara parit 9 Tembilahan Hulu hingga jembatan parit 11 juga dihiasi banyak lobang yang berlumpur.

Pengamatan di lapangan, memang para pengguna jalan, terutama yang menggunakan kendaraan bermotor harus berhati-hati dan memperlambat laju kendaraannya saat melintas di ruas jalan ini. Karena salah ambil jalan, alamat terpuruk di lubang dalam di badan jalan.

Kondisi ini tentunya sangat memperihatinkan. Di dalam kota pemerintahan ditemukan jalan yang begitu buruk tentunya menjadi insiden yang mencoreng Inhil. Bagaimana jalan didaerah jika jalan di kota saja mengalami kerusakan yang parah.

"Sekarang tepat kalau jalan ini namanya Jalan Telaga Biru, karena memang banyak telaga di tengah jalan. Lihat saja lubang besar yang berisi air kalau hujan dan susah dilalui ini. Kadang kami merasa malu, tinggal di kota, tapi jalannya seperti danau," ujar Mursid warga Tembilahan kepada riaubernas.com Rabu (27/1)

Meski Pemerintah Kabupaten Inhil telah mencoba menimbun lobang-lobang tersebut dengan sirtu, namun hanya sebentar disiram hujan apalagi jika air pasang hingga jalan terendam membuat hadil timbunan tidak berarti lagi. Lobang-lobang kembali terkuak dan hanya menimbulkan lumpur.

Berbagai tindakan telah diambil oleh masyarakat sebagai bentuk protes karena kerusakan jalan, mulai dari menanam pohon di badan jalan hingga membuat jamban atau kakus seperti yang terjadi di Kelurahan Sungai Beringin belum lama ini.

Semua tindakan tersebut tentunya bukan menjadi tindakan perlawanan, namun sebagai bentuk protes dan aspirasi mereka kepada pemerintah. Diharapkan pemerintah cepat tanggap atas kerusakan jalan yabg terjadi saat ini, karena bukan hanya menyulitkan, tapi sudah membahayakan para pengguna kendaraan bermotor yang melintas. (Adt)


[Ikuti RiauBernas.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar