Dibawah Batang Mempolam, Kapolres Pelalawan Sampaikan Pesan Kamtibmas dengan Penuh Keakraban
PELALAWAN - Di sebuah sudut Desa Batang Nilo Kecil, di bawah rindangnya pohon Mempolam yang menjadi kebanggaan warga setempat, suasana sore itu terasa berbeda. Angin sepoi-sepoi membawa ketenangan, namun percakapan yang terjadi di sana menghadirkan harapan baru bagi masyarakat.
Kapolres Pelalawan AKBP Jhon Louis Letedara, SIK bersama Wakil Bupati Pelalawan H. Husni Tamrin hadir tidak hanya sebagai pejabat, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang ingin mendengar langsung denyut kebutuhan warganya.
Senyum hangat, jabatan tangan yang tidak henti berganti, serta sapaan akrab menandai kedatangan dua pimpinan daerah itu. Seakan pohon Mempolam yang menaungi pertemuan tersebut menjadi saksi kedekatan antara pemimpin dan rakyatnya.
Warga dan tokoh masyarakat bergantian menyampaikan aspirasi mereka. Salah satunya Suryanto, tokoh masyarakat setempat yang menyuarakan kebutuhan dasar yang sejak lama menjadi harapan, yaitu pengaspalan jalan Desa Batang Nilo Kecil.
“Sudah lama kami berharap jalan ini diperbaiki. Harapannya mobilisasi warga lebih mudah,” ujar Suryanto, penuh harap.
Wakil Bupati Pelalawan Husni Tamrin, mendengar harapan tersebut, menanggapi dengan terbuka dan jujur. Dengan APBD Kabupaten Pelalawan yang masih dalam kondisi defisit, pembangunan tetap menjadi prioritas meski dilakukan secara bertahap.
“Pemerintah tetap berupaya. Pembangunan infrastruktur tidak akan diabaikan. Kita dahulukan yang menjadi skala prioritas,” jelas Wakil Bupati Pelalawan Husni Tamrin di hadapan masyarakat.
Jawaban itu disambut anggukan warga. Ada pemahaman, ada kesabaran, namun yang terpenting ada komunikasi langsung tanpa jarak.
Usai dialog yang penuh kedekatan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan Open Turnamen Sepak Bola Desa Batang Nilo Kecil. Turnamen ini tidak main-main — 36 tim dari berbagai daerah di Provinsi Riau turut ambil bagian, menjadikannya ajang olahraga yang dinanti.
Kapolres dan Wakil Bupati membuka turnamen tersebut, sekaligus menyampaikan pesan penting kepada para peserta dan masyarakat.
“Tetap junjung sportivitas. Menang kalah itu hal biasa. Jadikan turnamen ini ajang untuk meningkatkan silaturahmi dan mempererat persaudaraan,” pesan mereka tegas namun hangat.
Sorak peserta dan warga menyambut pembukaan turnamen itu. Lapangan desa seketika berubah menjadi ruang penuh energi, menandai semangat kebersamaan yang menyatu dengan pesta rakyat.
Kehadiran Kapolres Pelalawan kali ini bukan hanya soal tugas kepolisian, tetapi juga tentang merawat kemitraan dengan masyarakat. Pesan-pesan kamtibmas yang ia sampaikan bukan sekadar himbauan, tetapi ajakan untuk bersama menjaga harmoni desa.
Sore itu, di bawah pohon Mempolam yang menaungi cerita dan harapan, hubungan antara pemimpin dan masyarakat terasa semakin dekat.
Dari aspirasi yang tersampaikan hingga turnamen yang dibuka, semuanya menggambarkan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang kedekatan, empati, dan kebersamaan.
Desa Batang Nilo Kecil pulang dengan harapan baru. Dan pohon Mempolam tetap berdiri, menyimpan kisah pertemuan penuh makna antara pemimpin dan rakyatnya. (Sam)

Tulis Komentar