Tradisi Imlek di Kepulauan Meranti

Mau Ikut Cuan Cui, Datanglah ke Kepulauan Meranti

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Z. Pandra Arsyad, menyerahkan pistol air secara simbolis sesaat tradisi Perang Air dimulai.

KEPULAUAN MERANTI, RIAUBERNAS.com - Dengan 40 persen penduduknya etnis Tionghoa, Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki keunikan tersendiri tiap merayakan tradisi Imlek. Saat Imlek itu, semua orang tua dan muda, mempersenjatai diri dengan bom air dalam kantung plastik, ember, gayung dan aneka jenis pistol air.

Ini disampaikan oleh Kepala Dinas Parekraf Riau, Fahmizal Usman melalui Kasie Pengembangan Pasar Pariwisata Yul Akhyar, Jum'at (12/2/2016). Menurutnya, event tersebut merupakan bagian dari promosi parawisata Riau ke depannya.

"Mereka melawan peserta yang ada di becak motor lain dan juga melawan peserta yang menunggu di pinggir jalan. Ada ratusan becak motor yang terlibat dalam perang air ini," ujarnya.

Lanjutnya, guna mengamankan perang air ini, polisi membuat lalu lintas menjadi satu arah di jalur perang air dengan putaran searah jarum jam.

"Perang air ini atau bahasa Tionghoa-nya Cuan Cui sendiri dimulai dari pukul 16.00-18.00 WIB," katanya.

Menurutnya, saat tradisi itu digelar, etnis Tionghoa dan Melayu berbaur dalam suasana yang akrab. Kebanyakan warga Melayu tidak naik becak motor tapi menyerang dari pinggir jalan, atau menjual amunisi kantong berisi air yang sudah dibungkus plastik. (azw)


Editor    : Ai
 


[Ikuti RiauBernas.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar