Alasan Minim Rekrut Pemuda Tempatan

Diduga, Supervisor PT Truba Potong Gaji Karyawan 10 Persen

ilustrasi/net
Loading...

SIAK,  RIAUBERNAS. COM - Salah satu alasan kenapa PT Truba Jaga Cita (TJC) minim merekrut tenaga kerja tempatan, dikarenakan permainan oleh pihak supervisor dan informan. Menurut pengakuan salah satu pekerja yang tidak mau disebutkan namanya itu, mengaku bahwa tenaga kerja dari luar bisa kongkalikong terkait masalah gaji.

"Setiap stop mesin atau gajian kami langsung dipotong 10 persen oleh Supervisor bernama Yudi dan Informan Taufik. Yudi yang berperan mencari tenaga kerja (bagian Ringer) di PT Truba itu," jelas pria dari Palembang kepada Riau Bernas.com di Tualang, Minggu (6/7).

Ia mengatakan bahwa sebenarnya dirinya malas seperti ini karena ditetapkan memberi uang seperti itu, bahkan kadang-kadang langsung ditunggu di Bank saat gajian. 

"Jadi ditetapkan gitu, Bang, tapi kalau sekedar uang rokok saja kami ikhlas. Tapi ini ditetapkan pula 10 persen, bahkan kami dicari sampai ke kos," jelas pria itu dengan nada kesal

Alasan dirinya menerima saja penetapan 10 persen,  lanjutnya, dikarenakan saat ini susah mencari kerja. Jadi mau tak mau, ikut ajalah meski hati dongkol. Sementara, terkait pekerja dari tempatan yang bekerja di PT Truba ini, ia mengaku ada, tapi tak banyak.

"Ada sih pekerja tempatan bang, cuma tak banyak. Juga soal pemotongan gaji itu ada,  Bang, tapi persisnya kami tak tahu berapa kalau ke karyawan lain tapi kalau kami ya ditetapkan 10 persen itu, " ujarnya. 

Menanggapi persoalan ini, Supervisor PT Truba Jaga Cita Yudi, membantah perihal adanya pemotongan gaji sebesar 10 persen itu. "Yang bilang siapa, tidaklah, " tandasnya. 

Disinggung soal minimnya  merekrut tenaga kerja tempatan, Yudi hanya menjawab singkat, "Banyak, tidak terhitung".

Sementara itu, ARD PT Truba Jaga Cita Mandali saat ditelepon tidak diangkat, begitu juga saat media ini melayangkan pesan melalui What App (WA) juga tak ada balasan.  (Van)


Loading...

[Ikuti RiauBernas.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar