Yayasan Bermasalah, SPPG Maredan Barat Tualang 2 Dihentikan

 

Siak: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Maredan Barat 2 kecamatan Tualang Kabupaten Siak, akhirnya di Suspend atau dihentikan sementara  operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Keputusan penghentian sementara itu, tertuang dalam nomor surat : 3090/D.TWS/06/2026 dengan tanggal terbit surat Jakarta 14 Juni 2026.

Kebijakan suspend tersebut diberlakukan karena diduga adanya permasalahan belum terealisasinya janji pengembalian modal, kompensasi bulanan yang dijanjikan terduga sekretaris yayasan, dan dijanjikan bekerja sama menjadi supplier bahan MBG. Namun, janji itu tak kunjung terealisasi sampai tujuh bulan operasional oleh pihak Yayasan Bunga Indonesia Raya ke para investor.

Dalam surat itu, BGN menegaskan pencabutan status pemberhentian operasional sementara (suspend) hanya dapat dilakukan setelah diserahkannya bukti perbaikan dan dokumen pendukung
yang sah kepada Direktorat Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I Dr Harjito B SSTP Msi serta telah dilakukan verifikasi dan dinyatakan selesai.

Kejadian dihentikan sementara operasionalnya berawal dari muncul dugaan kasus investasi bermasalah yang membuat beberapa investor di kecamatan Tualang diduga merugi hingga Rp900 juta lebih.

Beberapa orang investor Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Maredan Barat 2 mendatangi dan melakukan aksi spontanitas memasang Safety Line (Garis Pembatas Berwarna Kuning Hitam) di halaman dapur SPPG dibawah naungan Yayasan Bunga Indonesia Raya, pada Senin (8/6) pagi. Aksi spontan tersebut dilakukan para investor di sebabkan kekesalan terhadap pihak yayasan pasalnya persoalan tak kunjung terselesaikan.

"Berbagai upaya persuasif dilakukan kepada pihak yayasan. Namun, selama ini tidak ada penyelesaian maupun itikad baik untuk pengembalian dana" ujar Syahroni salah satu investor dapur, Senin (15/6/2026).

Syahroni menginginkan dana yang dipinjam untuk segera dibalikan oleh pihak yayasan 
"Kami berinvestasi agar dapur tersebut bagus. Duit 900 juta yang diinvestasikan itu berasal dari  menjual tanah, serta ajukan pinjaman ke bank, bukan duit senang. Jangankan untung, malah kami rugi, karena duit tak kunjung dibalikan," pungkasnya. (van) 


[Ikuti RiauBernas.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar