PRIMA DMI Kota Pekanbaru Apresiasi Program Tukar Sampah Jadi Uang, Siap Berkolaborasi Libatkan Masjid

Ketua Prima DMI Pekanbaru Novaldi Azimi Nst

PEKANBARU (Riaubernas) - Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (Prima DMI) Kota Pekanbaru menyampaikan apresiasi terhadap program inovatif tukar sampah jadi uang melalui sistem waste station yang dinilai mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekaligus ekonomi masyarakat.

Ketua PRIMA DMI Kota Pekanbaru, Novaldy Azimi Nst, menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Pekanbaru serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru atas komitmen dan langkah nyata dalam menghadirkan program pengelolaan sampah yang inovatif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami mengapresiasi Wali Kota Pekanbaru dan DLHK yang telah menghadirkan program waste station ini. Ini adalah langkah konkret dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa PRIMA DMI Kota Pekanbaru siap berkolaborasi secara aktif dalam mendukung dan menyukseskan program tersebut di Kota Pekanbaru.

“Kami dari PRIMA DMI Kota Pekanbaru siap berkolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pihak terkait untuk mendukung program ini. Ini adalah gerakan positif yang harus diperluas dan diperkuat bersama,” tambahnya.

Menurutnya, program ini merupakan langkah strategis dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah berbasis ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Lebih lanjut, ia mendorong seluruh masjid, pengurus masjid, serta remaja masjid di Kota Pekanbaru untuk mengambil peran aktif dalam implementasi program tersebut.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat peradaban. Kami mengajak pengurus masjid dan remaja masjid untuk ikut terlibat, baik sebagai penggerak, edukator, maupun pelaksana program di lingkungan masing-masing,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Bidang Lingkungan Hidup PRIMA DMI Kota Pekanbaru, Hendri Marta, menilai program waste station merupakan solusi nyata dalam mengubah paradigma masyarakat terhadap sampah.

“Selama ini sampah dipandang sebagai masalah, padahal jika dikelola dengan baik bisa menjadi sumber nilai ekonomi. Program ini harus diperluas hingga ke lingkungan masjid agar menjadi pusat edukasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan remaja masjid sangat penting dalam memastikan keberlanjutan program ini di tengah masyarakat.

“Remaja masjid harus menjadi garda terdepan dalam gerakan peduli lingkungan. Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab sosial dan keagamaan,” tambahnya.

Sebagai penutup, PRIMA DMI Kota Pekanbaru berharap program tukar sampah menjadi uang melalui waste station dapat terus dikembangkan, diperluas, serta mendapat dukungan luas dari seluruh elemen masyarakat guna mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif.*

Kontribusi berita : Ariffuttajjali

 


[Ikuti RiauBernas.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar