Perkuat Kemandirian Energi dan Kinerja Berkelanjutan, PHR Gelar RUPST Tahun Buku 2025

Kamis, 04 Juni 2026 - 15:37:38 wib
Perkuat Kemandirian Energi dan Kinerja Berkelanjutan, PHR Gelar RUPST Tahun Buku 2025

Jakarta – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 dengan tema “One Purpose, One Energy: Strengthening Energy Independence” di Jakarta pada Kamis (4/6/2026). Rapat ini menjadi momentum bagi PHR guna menegaskan komitmen dalam memperkuat kemandirian energi nasional melalui peningkatan kinerja operasional, penguatan tata kelola perusahaan, serta pelaksanaan program berkelanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Sepanjang tahun 2025, PHR berhasil meraih berbagai prestasi penting yang memperkuat perannya sebagai salah satu tulang punggung produksi migas nasional. PHR mencatatkan rata-rata produksi minyak sebesar 151,55 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan produksi gas sebesar 33,48 juta standar kubik feet per hari (MMSCFD). Total setara migas mencapai 157,33 ribu barel minyak ekuivalen per hari (MBOEPD).

Perusahaan juga tetap menjalankan program pengembangan lapangan yang agresif melalui pengeboran 1 sumur eksplorasi, 505 sumur eksploitasi, dan 319 sumur Kerja Ulang Pindah Lapisan (KUPL). Atas berbagai upaya yang dilakukan sepanjang tahun 2025, PHR berhasil membukukan capaian KPI Audited sebesar 106,69 persen. Capaian ini mencerminkan efektivitas strategi operasi dan keberhasilan perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan, Muhamad Arifin, menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi periode yang menunjukkan ketangguhan perusahaan dalam menjaga kinerja dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Berbagai pencapaian yang diraih PHR sepanjang tahun 2025 merupakan prestasi yang membanggakan sekaligus bukti kemampuan perusahaan menjalankan peran strategis sebagai salah satu kontributor utama produksi migas nasional,” ungkapnya.

Untuk mendukung ketahanan energi nasional, PHR terus memperkuat operasional melalui penerapan teknologi, digitalisasi, serta penguatan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang dijalankan secara terintegrasi guna memastikan pasokan energi domestik tetap andal, aman, stabil, dan berkelanjutan.

Sepanjang tahun 2025, implementasi strategi tersebut tercermin dalam berbagai pencapaian operasional dan inovasi perusahaan, mulai dari peningkatan produksi migas, penambahan sumur baru, penemuan sumber daya hidrokarbon, hingga pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk mengoptimalkan produktivitas lapangan migas mature. Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan PHR dalam menjaga tingkat produksi, meningkatkan efisiensi operasi, serta mempertahankan perannya sebagai salah satu produsen minyak terbesar di Indonesia.

Kinerja operasional yang solid turut menghasilkan pencapaian keuangan yang positif. Pada tahun 2025, PHR membukukan pendapatan usaha sebesar USD 3,24 miliar, meningkat dibandingkan USD 3,05 miliar pada tahun sebelumnya. Laba bersih tahun berjalan yang mencapai USD 898,72 juta, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi Pemegang Saham sekaligus mendukung kontribusi sektor hulu migas terhadap perekonomian nasional.

Total aset perusahaan tercatat sebesar USD 5,94 miliar dengan total ekuitas mencapai USD 3,44 miliar. Turut menjadi perhatian, di bidang keselamatan PHR menorehkan capaian 69.267.011 jam kerja selamat sepanjang tahun 2025. Pencapaian ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan yang kuat di seluruh wilayah operasi.

Sejalan dengan itu, PHR juga terus memperkuat praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, yang dibuktikan melalui perolehan tiga penghargaan PROPER Hijau untuk wilayah operasi Bekasap Rokan, Duri Steam Flood, dan Minas Siak. Komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan juga diwujudkan melalui pelaksanaan program Community Involvement and Development (CID).

Dengan realisasi anggaran sebesar USD 1,69 juta untuk 23 program, PHR menghadirkan berbagai inisiatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari pelestarian gajah Sumatra, pencegahan stunting , pengembangan pendidikan vokasi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi. Pada aspek tata kelola, PHR terus menunjukkan perbaikan berkelanjutan.

Hal ini dibuktikan pada Asesmen Good Corporate Governance (GCG) yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk tahun buku 2025, dimana PHR mencatatkan skor 80,791 (predikat baik). Skor ini mengalami peningkatan dari asesmen BPKP sebelumnya.

“Pertumbuhan pendapatan dan laba, keberhasilan program pengeboran, capaian keselamatan kerja, penguatan tata kelola, hingga berbagai program keberlanjutan menjadi fondasi penting bagi PHR,” tambahnya.

Sejalan dengan visi menjadi perusahaan hulu migas nasional kelas dunia, PHR terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh aspek bisnis melalui tiga pilar utama, yaitu penerapan tata kelola perusahaan yang baik, pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, serta pelaksanaan tanggung jawab sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selama tahun 2025, PHR menerima apresiasi dari berbagai pihak, antara lain Kementerian Keuangan sebagai KKKS Terbaik dengan Tingkat Optimalisasi Aset Terbesar Tahun 2024 serta KKKS Terbaik Kedua dengan Tingkat Pengelolaan Aset Teraktif Tahun 2024. Selain itu, PHR meraih predikat “Trusted Company” pada ajang Corporate Governance Perception Index (CGPI) serta penghargaan Silver pada Bisnis Indonesia Social Responsibility Awards (BISRA) melalui program Desa Energi Berdikari. Pada tahun 2025, perusahaan juga berhasil mempertahankan sertifikasi Sistem Manajemen Terintegrasi untuk ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, dan ISO 45001:2018, serta memperoleh resertifikasi ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).

Berbagai capaian tersebut didukung oleh tata kelola perusahaan yang kuat dan pengelolaan keuangan yang akuntabel. Hal ini tercermin dari hasil audit independen yang menyatakan laporan keuangan PHR disajikan secara wajar sesuai Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Atas kinerja tersebut, laporan keuangan PHR kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Purwanto Susanti dan Surja, firma anggota dari Ernst & Young.

Melalui berbagai pencapaian operasional, keuangan, keselamatan, keberlanjutan, dan tata kelola sepanjang tahun 2025, PHR semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen migas utama nasional. Dengan dukungan inovasi, teknologi, dan kolaborasi yang berkelanjutan, PHR akan terus berupaya menciptakan nilai tambah bagi negara dan pemangku kepentingan sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan serta kemandirian energi Indonesia.


Tentang PT Pertamina Hulu Rokan

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021.

Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau.

Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

BERITA LAINNYA