Soal Rekening Tomedy Yang Melonjak 100 Triliun, Ini Kata Bank Mandiri Pusat

Soal Rekening Tomedy Yang Melonjak 100 Triliun, Ini Kata Bank Mandiri Pusat
Pemilik rekening yang tiba-tiba saldonya melonjak mencapai 100 triliun, beserta struk Bank Mandiri.

PELALAWAN, RIAUBERNAS.COM - Syok karena rekening di Bank Mandiri miliknya membengkak sampai 100 Triliun, warga Pangkalankerinci, Kabupaten Pelalawan, Tomedy, yang namanya tiba-tiba mendadak tenar bahkan menjadi viral di medsos akibat kepemilikan rekening yang tiba-tiba membengkak sampai 100 triliun, kini ia tengah menunggu kepastian saja dari pihak Bank Mandiri atas terjadinya peristiwa ini.

"Kata Bank Mandiri Pusat, yang mengaku bernama Eko, katanya itu adalah akibat kesalahan sistim. Tapi kan harus dijelaskan kalau kesalahan sistim itu, kesalahan sistim seperti apa dan uang itu milik siapa sebenarnya," terang Tomedy, didampingi salah satu keluarganya pada riaubernas.com, Jum'at (11/3/2016).

Tomedi menjelaskan akibat rekeningnya yang tiba-tiba melonjak menjadi 100 triliun dalam jangka waktu beberapa hari, Jum'at (11/3/2016) kemarin, ia didampingi salah satu keluarganya, Jontar Lumban Gaol, melaporkan adanya pembengkakan saldo di rekeningnya itu ke Polres Pelalawan.

"Ya, Jum'at tadi (11/3/2016), kami sudah lapor ke Polres Pelalawan. Dalam laporan itu, kami ceritakan soal pembengkakan saldo yang ada di rekening saya. Kami hanya khawatir, uang 100 triliun yang tidak diketahui siapa pemiliknya itu merupakan uang hasil kejahatan. Artinya, rekening saya dipergunakan sebagai tindak kejahatan pencucian uang," beber Tomedy didampingi salah satu anggota keluarganya, Jontar Lumban Gaol.

Jontar Lomban Gaol yang akrab dipanggil Ajo Marbun ini menambahkan pasca meledaknya berita soal rekening 100 triliun yang tiba-tiba masuk ke rekening adiknya itu, nyaris semua media dan TV-TV nasional menyambangi kediaman lajang yang berprofesi sebagai wartawan di salah satu mingguan di Riau ini.

"Tadi dia sudah diwawancarai oleh TV One, kemudian media-media nasional lainnya juga datang, seperti Kompas dan banyak lagi. Jadi dia kini mematikan hape-nya, bingung juga," kata Ajo Marbun.

Tomedy sendiri tidak menuntut banyak kepada pihak bank, apalagi ingin mengusik rekening yang hampir mencapai Rp 100 T itu. Pria lajang ini cuman ingin uangnya yang tak sampai Rp 500 ribu itu dikembalikan. (tha)



Editor    : Ai