Ditanyai Cita-cita, Santri Mempura Ramai Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Mei 2019

SIAK, RIAUBERNAS.COM - Sebanyak 268 santriwan dan santriwati ikut serta dalam Wisuda Akbar Angkatan IV Madrasah Diniyah Takmaliyah Awaliyah (MDTA) se-Kecamatan Mempura Tahun Ajaran 2018-2019.

Bupati Siak Alfedri yang turut hadir dalam acara tersebut, dalam arahannya sempat memanggil beberapa santri naik kepanggung, untuk menjawab pertanyaan quiz dari Pemimpin Siak itu, dengan imbalan sejumlah hadiah.

“Bapak ingin bertanya, siapa yang bisa menyebutkan rukun islam dan rukun iman maju kedepan, nanti akan saya kasih hadiah”, kata Alfedri, di ballroom Hotel Grand Mempura, Rabu pagi (1/5/2019).

Dua orang santriwan dan santriwati kemudian tunjuk tangan dan dipersilahkan naik ke panggung untuk menjawab pertanyaan, serta menyetorkan beberapa bacaan surat pendek Al qur'an.

Salah satu santri bernama Yuda, tampak percaya diri menyebutkan satu persatu rukun islam dan rukun iman sesuai dengan urutannya. Sementara Zahra, dihadapan Alfedri menyetorkan bacaab surat Al Kafirun dan Ad Dhuha dengan lafadz yang baik. Sebagai hadiah, Alfedri kemudian memberikan hadiah berupa uang tunai kepada keduanya.

Sebelumnya, mantan Camat Tualang itu sempat dibuat terkesima dengan antusiasme para santri untuk menjadi Presiden, saat ia menanyakan cita-cita para santriwan dan santriwati se Kecamatan Mempura yang diwisuda tersebut.

Mulanya Alfedri menanyakan kepada para santri, siapa yang ingin jadi Bupati selanjutnya, namun ternyata tidak banyak santri yang antusias mengangkat tangan. Namun saat Pemimpin Siak itu melempar pertanyaan, siapa yang ingin jadi Gubernur, para santri mulai antusias mengacungkan tangan. Terlebih saat ditanya berapa orang santri yang ingin jadi Presiden, secara spontan semua anak mengangkat tangannya.

“Mudah-mudahan di tahun 2045, disaat usia 100 tahun Indonesia merdeka, negara kita akan menikmati bonus generasi emas. Insya Allah, Indonesia emas akan dipimpin oleh presiden dari Mempura”, kata Alfedri, yang diamini seluruh peserta dan orang tua murid.

Tidak ada yang tidak mungkin, kata Alfedri, termasuk bagi dirinya yang tidak pernah membayangkan jadi pemimpin Negeri Istana saat ini. Semua itu atas izin dan ridho Allah SWT, semangat untuk terus belajar, serta iringan do'a dari orang tua.

Saat ini, lanjutnya, Pemkab Siak bersama Kementerian Agama Kabupaten Siak, MUI dan para ustadz, telah berupaya agar anak-anak generasi emas di Siak seluruhnya mampu membaca dan menulis huruf Al qur'an dengan baik dan benar.

“Kami tidak mau generasi emas yang akan menjadi pemimpin dimasa depan ini, tidak pandai membaca Alquran”, tegas Alfedri.

Selain itu, lanjut dia, para orang tua atau lansia yang kurang fasih membaca Al qur'an, juga diberikan bimbingan lewat program kampung bina keluarga sakinah. "Sudah disiapkan guru-guru yang mengajar di kampung-kampung dari magrib sampai isya", sebut Alfedri. (van)