Lima Tahun Transformasi Pelindo Meningkat, TPK Perawang Catat 117.442 TEUs Hingga September 2026

Lima Tahun Transformasi Pelindo Meningkat, TPK Perawang Catat 117.442 TEUs Hingga September 2026

Perawang— Memasuki kuartal terakhir 2026, Terminal Peti Kemas (TPK) Perawang mencatat arus peti kemas sebanyak 117.442 TEUs hingga September 2026. Capaian tersebut meningkat sekitar 7,1 persen secara year-on-year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 109.665 TEUs.

Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu gambaran aktivitas logistik di kawasan Riau hingga akhir triwulan III 2026. Di tengah dinamika perdagangan, perubahan permintaan, dan tekanan biaya yang dihadapi dunia usaha, peningkatan arus peti kemas menunjukkan bahwa konektivitas melalui TPK Perawang tetap memiliki peran dalam mendukung pergerakan barang di wilayah tersebut.

Terminal Head TPK Perawang Dida Darojat mengatakan pertumbuhan throughput hingga September menjadi catatan positif sekaligus menjadi dorongan bagi terminal untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

“Capaian hingga September ini menunjukkan bahwa operasional TPK Perawang tetap berjalan dengan baik di tengah dinamika yang dihadapi dunia usaha. Bagi kami, yang penting bukan hanya menjaga volume arus peti kemas, tetapi juga memastikan layanan semakin andal, efisien, dan memberikan kepastian bagi pengguna jasa. Kami akan terus memperkuat produktivitas serta koordinasi dengan seluruh stakeholder agar momentum positif ini dapat dipertahankan hingga akhir tahun,” ujar Dida.

Bagi pengguna jasa, kinerja terminal tidak hanya diukur dari pertumbuhan throughput, tetapi juga dari kepastian dan keandalan pelayanan. Kelancaran proses bongkar muat, kesiapan fasilitas, akurasi informasi, serta koordinasi antar pihak menjadi bagian yang menentukan efisiensi rantai pasok.

Menurut Dida, penguatan kinerja terminal tidak hanya bertumpu pada volume arus peti kemas, tetapi juga pada optimalisasi sumber daya manusia, fasilitas, sistem operasional, serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Salah satu langkah yang dilakukan TPK Perawang adalah memperkuat digitalisasi operasional melalui implementasi Terminal Operating System (TOS) Nusantara sejak April 2026.

Sistem tersebut digunakan untuk mendukung berbagai tahapan operasional terminal, mulai dari perencanaan dan pengawasan kegiatan bongkar muat hingga proses receiving dan delivery.

Penerapan sistem digital juga diarahkan untuk meningkatkan akurasi dan ketersediaan data operasional, sehingga informasi dapat digunakan sebagai dasar dalam melakukan pemantauan dan pengambilan keputusan secara lebih cepat.Dari sisi pengguna jasa, peningkatan kualitas layanan pelabuhan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepastian operasional perusahaan pelayaran.

Ketua DPC INSA Pekanbaru Sei Pakning Marwan mengatakan keandalan pelayanan terminal berpengaruh terhadap kelancaran perjalanan kapal dan distribusi barang.

“Dari sisi perusahaan pelayaran, keandalan dan kepastian pelayanan menjadi hal yang sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap kelancaran perjalanan kapal dan distribusi barang. Kami melihat adanya upaya perbaikan layanan di TPK Perawang yang semakin mendukung efisiensi operasional. Pertumbuhan throughput hingga September ini menjadi sinyal positif bahwa konektivitas logistik melalui Perawang tetap dibutuhkan dan harus terus diperkuat,” kata Marwan.

Pertumbuhan kinerja TPK Perawang tersebut berlangsung dalam periode lima tahun transformasi Pelindo. Sejak empat entitas Pelindo terintegrasi menjadi satu Pelindo pada 1 Oktober 2021, transformasi dilakukan melalui standardisasi layanan, penguatan sistem operasi, digitalisasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta integrasi pengelolaan terminal.Lima tahun setelah integrasi tersebut, transformasi Pelindo juga diarahkan pada peningkatan produktivitas dan efisiensi terminal.

Pelindo Terminal Petikemas mencatat produktivitas terminal meningkat lebih dari 70 persen sejak 2021, yang turut mendukung peningkatan efisiensi pelayanan dan waktu singgah kapal (port stay). Bagi TPK Perawang, proses transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran terminal sebagai salah satu simpul rantai pasok. Posisi terminal di kawasan Riau serta akses melalui Sungai Siak menuju jalur perdagangan Selat Malaka memberikan nilai strategis dalam mendukung mobilitas barang dari dan menuju wilayah hinterland.

Penguatan tersebut juga menjadi bagian dari agenda transformasi Pelindo yang saat ini diarahkan untuk memperkuat bisnis inti, meningkatkan efisiensi dan produktivitas, serta memperkuat konektivitas antara pelabuhan, kawasan industri, pusat logistik, dan hinterland.Dalam konteks tersebut, integrasi jaringan dan layanan logistik menjadi salah satu faktor penting untuk menciptakan rantai pasok yang lebih efisien.

Konektivitas antara terminal dengan kawasan industri dan pusat distribusi di hinterland diharapkan dapat memberikan pilihan layanan logistik yang semakin efektif bagi pelaku usaha.Dengan capaian 117.442 TEUs hingga September 2026, TPK Perawang memasuki kuartal terakhir tahun ini dengan catatan pertumbuhan positif. Kenaikan 7,1 persen YoY menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap layanan logistik yang andal tetap menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas perdagangan dan distribusi barang di Riau.

Memasuki akhir tahun, TPK Perawang akan melanjutkan penguatan produktivitas, digitalisasi, keandalan fasilitas, serta koordinasi dengan perusahaan pelayaran dan pemangku kepentingan. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga kualitas pelayanan sekaligus memperkuat peran TPK Perawang dalam mendukung konektivitas dan efisiensi rantai logistik di wilayah Riau. (ndy)