Throughput TPK Perawang Tumbuh pada Semester I 2026, Perkuat Konektivitas Logistik Riau

Throughput TPK Perawang Tumbuh pada Semester I 2026, Perkuat Konektivitas Logistik Riau

Siak — Terminal Peti Kemas (TPK) Perawang mencatatkan pertumbuhan arus peti kemas (throughput) pada Semester I 2026 dengan mencapai 75.729 TEUs, meningkat 7,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 70.564 TEUs.

Pertumbuhan tersebut mencerminkan peningkatan aktivitas logistik di wilayah Riau sekaligus memperkuat peran TPK Perawang dalam mendukung kelancaran distribusi barang, khususnya untuk kebutuhan Kota Pekanbaru dan wilayah sekitarnya.

Peningkatan arus peti kemas tersebut antara lain dipengaruhi pertumbuhan aktivitas ekonomi di Provinsi Riau. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Provinis Riau, pertumbuhan ekonomi Riau yang berada di kisaran 4,8 persen pada Semester I 2026 turut mendorong peningkatan arus barang melalui TPK Perawang.  Selain pertumbuhan ekonomi, peningkatan throughput juga didukung perbaikan kinerja operasional terminal dalam beberapa tahun terakhir.

Peningkatan kecepatan pelayanan bongkar muat dinilai turut memberikan dampak terhadap efisiensi waktu dan biaya dalam rantai logistik.

Terminal Head TPK Perawang Dida Darojat mengatakan capaian throughput pada Semester I 2026 menunjukkan adanya peningkatan aktivitas operasional di terminal.

"Capaian throughput pada Semester I 2026 menjadi gambaran positif atas peningkatan aktivitas operasional di TPK Perawang. Kami terus melakukan penguatan perencanaan dan pengendalian operasi untuk memastikan pelayanan berjalan secara efektif, aman, dan sesui dengan kebutuhan pengguna jasa," ujar Dida

Ia mengatakan TPK Perawang akan terus mengoptimalkan sumber daya manusia dan fasilitas yang tersedia untuk menjaga produktivitas terminal, sekaligus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan kepelabuhanan.

"Ke depan, kami akan terus mendorong peningkatan produktivitas terminal melalui optimalisasi sumber daya manusia dan fasilitas yang tersedia, serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Dengan upaya tersebut, kami optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan dan mendukung pencapaian target kinerja TPK Perawang hingga akhir tahun 2026," katanya.

Sementara itu, Ketua DPC INSA Pekanbaru - Tanjung Buton Marwan menilai pertumbuhan throughput TPK Perawang tidak terlepas dari perkembangan aktivitas ekonomi di Riau dan peningkatan kinerja operasional terminal.

Menurut dia, perbaikan pelayanan dalam beberapa tahun terakhir turut mempercepat proses bongkar muat peti kemas dan meningkatkan efisiensi logistik.

"Pertumbuhan throughput peti kemas Semester I di TPK Perawang dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau sekitar 4,8 persen pada Semester I 2026. Hal ini berpengaruh terhadap jumlah arus barang yang keluar masuk di TPK Perawang, khususnya barang-barang untuk kebutuhan Kota Pekanbaru dan sekitarnya," ujar Marwan.

Ia menambahkan peningkatan kinerja operasional terminal juga menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan throughput.

"Faktor lain yang memengaruhi peningkatan tersebut adalah perbaikan kinerja TPK Perawang dalam beberapa tahun terakhir yang mempercepat layanan bongkar muat peti kemas dan menekan biaya logistik secara keseluruhan," katanya.

Memasuki Semester II 2026, TPK Perawang akan melanjutkan upaya peningkatan produktivitas dan kualitas pelayanan dengan menjaga keandalan operasional, mengoptimalkan fasilitas, serta memperkuat koordinasi dengan pengguna jasa, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya.

Dengan capaian tersebut, TPK Perawang diharapkan dapat mempertahankan tren pertumbuhan kinerja sekaligus memperkuat konektivitas logistik dan mendukung aktivitas perdagangan serta distribusi barang di Provinsi Riau.