BENGKALIS (Riaubernas) – Dalam suasana pergantian tahun baru Islam 1448 Hijriah, semangat hijrah dan perubahan diri menggema dari Masjid As-Salam, Kecamatan Mandau. Selama dua hari, Senin-Selasa (15-16 Juni 2026), ratusan pemuda dan pelajar mengikuti kegiatan MABAR (Mabit Bareng) Pemuda Hijrah yang digagas oleh IKADI Bengkalis bersama Youth Hijrah, KAMMI Duri, JPRMI Bengkalis, FKADK, Forsisma, serta pengurus Rohis sekolah se-Mandau dan Pinggir.
Mengusung tema yang dekat dengan dunia generasi digital, "Logout dari Kemaksiatan, Login ke Ketaatan", kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi anak muda untuk memaknai hijrah sebagai proses memperbarui arah hidup menuju ridha Allah SWT.
Sejak awal kegiatan, suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan terasa begitu kuat. Beragam agenda inspiratif digelar, mulai dari kajian motivasi kepemudaan, nonton bareng, muhasabah diri, shalat tahajud berjamaah, games edukatif, hingga berbagai lomba yang membangun kekompakan dan karakter Islami.
Kegiatan menghadirkan narasumber yang dikenal aktif membina generasi muda, yakni KH Yana Lukmanul Hakim, Lc., M.A Al-Hafizh dan Ustadz Febri Ramadhan Arif, Lc., Dipl. Melalui penyampaian yang komunikatif dan relevan dengan tantangan zaman, para peserta diajak untuk memahami bahwa hijrah bukan sekadar perubahan penampilan, melainkan transformasi hati, pola pikir, dan perilaku menuju kehidupan yang lebih bermakna.
Dalam pemaparannya, KH Yana Lukmanul Hakim selaku ketua IKADI Bengkalis menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai penjaga masa depan umat. Menurutnya, era digital menghadirkan banyak peluang sekaligus tantangan yang menuntut keteguhan iman dan kecerdasan spiritual.
"Tahun Baru Islam bukan hanya pergantian angka dalam kalender Hijriah. Ia adalah panggilan untuk memperbarui niat, memperkuat iman, dan menata kembali perjalanan hidup. Jika selama ini kita terlalu sering login pada hal-hal yang menjauhkan diri dari Allah, maka inilah saatnya logout dari kemaksiatan dan login ke dalam ketaatan," ungkapnya.
Ia menambahkan, kolaborasi yang dibangun bersama berbagai komunitas kepemudaan menjadi bukti bahwa dakwah akan semakin kuat ketika dilakukan secara bersama-sama.
"Pemuda adalah cahaya peradaban. Ketika hati mereka dekat dengan masjid, ilmu, dan Al-Qur'an, maka masa depan umat akan dipenuhi harapan. IKADI Bengkalis akan terus berkomitmen menghadirkan ruang-ruang pembinaan yang ramah, inspiratif, dan dekat dengan generasi muda," katanya.
Mengangkat semangat hijrah dalam bahasa generasi masa kini, tema "Logout dari Kemaksiatan, Login ke Ketaatan" menjadi pesan utama yang ditonjolkan oleh IKADI Bengkalis. Tema tersebut mengajak anak muda untuk berani meninggalkan kebiasaan buruk, menutup pintu-pintu maksiat, serta membuka lembaran baru kehidupan yang lebih dekat dengan Allah SWT.
Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan moral yang semakin kompleks, kegiatan ini menjadi oase yang meneguhkan bahwa masjid tetap menjadi rumah terbaik bagi anak muda untuk bertumbuh, belajar, dan menemukan jati diri.
Malam itu, ketika lantunan doa mengalun dalam suasana muhasabah dan tahajud berjamaah, banyak peserta yang larut dalam renungan. Mereka seolah diajak menengok perjalanan hidup masing-masing, meninggalkan jejak-jejak kesalahan masa lalu, lalu melangkah menuju masa depan yang lebih bercahaya.
Bagai fajar yang perlahan menyibak gelap malam, semangat hijrah yang tumbuh dari Masjid As-Salam diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Ia menjadi nyala yang terus hidup dalam hati para pemuda dan menuntun langkah mereka untuk menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, serta masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi dan persaudaraan, IKADI Bengkalis berharap gerakan hijrah pemuda ini terus meluas, menjadi gelombang kebaikan yang menghidupkan masjid, menguatkan umat, dan menghadirkan masa depan yang lebih gemilang bagi generasi Islam Indonesia.***