PELALAWAN (Riaubernas) - Tokoh muda asal Pangkalan Kuras Nolis Hadis mengaku terharu membaca berita viralnya aksi Bupati Pelalawan H Zukri bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pelalawan memboyong anak yatim untuk berbelanja pakaian lebaran Idul Fitri 1447 H pada Sabtu (7/3/2026) kemaren.
"Tentu saya terharu dengan kepedulian pemimpin kita kepada anak yatim. Beliau menunjukkan diri bahwa dia lah bapak dari semua anak di Pelalawan ini, terutama yang kehilangan sosok ayah, sekali lagi saya terharu,"ungkap Nolis Hadis, Ahad (8/3/2026)
Nolis menggaris bawahi, sejatinya dalam delapan asnaf penerima zakat, tidak dicantumkan anak yatim sebagai penerima zakat, namun dirinya berbaik sangka jika anggaran untuk membeli kebutuhan pakaian hari raya anak yatim itu bisa saja berasal dari sedekah orang baik melalui BAZNAS.
"Hari ini, pak bupati menunjukkan diri sebagai ayah dari anak anak yatim di Pelalawan ini, dugaan saya dana untuk beli baju anak yatim itu dari kantong pak bupati, kalau dari zakat kan tidak ada asnaf nya,"katanya berbaik sangka
Namun, keharuan yang ditunjukkan oleh orang nomor satu di Kabupaten Pelalawan ini masih menyisakan perasaan berbeda bagi anak anak yatim yang berada di 10 kecamatan lain di Kabupaten Pelalawan yang belum tersentuh santunan dari Bupati Pelalawan itu.
"Sayang nya cuma anak yatim di Pangkalan Kerinci dan di Kecamatan Pelalawan, padahal ada banyak anak yatim di Pangkalan Kuras, di Bunut, di Ukui dan kecamatan lain di Kabupaten Pelalawan,"imbuhnya
Aktivis kampus yang memilih jalur perjuangan membela kepentingan masyarakat melalui profesionalitasnya sebagai lawyer ini berharap Ketua DPD PDIP Riau itu bisa membagi hatinya sama besar bagi seluruh anak anak yang masih mengharapkan hadirnya sosok ayah di Kabupaten Pelalawan untuk melakukan hal serupa.
"Kalau cuma anak yatim di Pangkalan Kerinci dan di Pelalawan saja yang dibawa, sayang sekali, padahal hari hari saat ini sangat berat bagi masyarakat. Apalagi bagi anak yang tak berayah,"bebernya
Nolis juga berharap Pemkab Pelalawan bisa hadir di saat ekonomi masyarakat yang mengalami masa susah saat ini. Tersebab itu strategi strategi jitu harus diambil pemerintah agar masyarakat bisa keluar dari situasi sulit.
"Menyelesaikan masalah masyarakat itu tugas pemerintah, tentu masalah anak yatim jangan di abaikan, anak yatim di kabupaten Pelalawan," katanya
Ditegaskannya, kalau untuk membeli kebutuhan pakaian hari raya nanti itu dari dana pribadi dari Bupati Pelalawan, masyarakat di negeri Seiya sekata ini tidak keberatan jika Haji zukri memilih hanya sebagian anak yatim saja karna mungkin terbatas kemampuan, itupun kalau bisa jangan di Kerinci saja setiap tahunnya yang terkesan ada ismenya.
"Tapi kalau itu dana pemerintah maka beliau hendaknya harus berlaku adil, jangan tiap tahun hanya anak yatim kerinci saja yang diperhatikan,"tegasnya
Atau kalau misalnya santunan ke anak yatim itu berasal dari dana baznas maka jangan pula bantuan itu seolah bantuan dari bupati yang bersumber dari APBD. Lebih tepat nya disebutkan sebagai dana zakat masyarakat Pelalawan terkhususnya ASN daerah yang dipotong gajinya setiap bulan yang dikelola baznas.
"Jadi harus hati hati juga pak bupati menampilkan sisi kemanusiaan namun dari sumber sumber yang bisa di perdebatkan, karena pak bupati itu bapaknya masyarakat se Kabupaten Pelalawan, bukan dari satu dua kecamatan saja, tapi kita paham lah, kedekatan emosional pak bupati dengan dua kecamatan itu,"pungkasnya***