Bupati Umroh, Masyarakat Kelurahan Pelalawan Demo ke Pekanbaru, Minta DPRD Riau Ambil Alih Perundingan Tanaman Kehidupan dari Pemkab

Bupati Umroh, Masyarakat Kelurahan Pelalawan Demo ke Pekanbaru, Minta DPRD Riau Ambil Alih Perundingan Tanaman Kehidupan dari Pemkab
Aksi unjuk rasa masyarakat Kelurahan Pelalawan di kantor bupati Pelalawan awal Desember 2025

PELALAWAN (Riaubernas) - Kesabaran masyarakat Kelurahan Pelalawan sudah sampai ke titik nadir nya setelah lebih sebulan di PHP oleh Pemkab Pelalawan untuk menyelesaikan sengkarut fee tanaman kehidupan dari PT. RAPP yang puluhan tahun tak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat tempatan.

Saat demo ke kantor Bupati awal Desember tahun lalu, bupati Zukri menjanjikan akan menyelesaikan tuntutan masyarakat Kelurahan Pelalawan dalam satu pekan ke depan, nyatanya di pertengahan Januari tahun ini janji tersebut belum juga terealisasi, bahkan tanda tanda progres berjalan pun tak nampak.

Tersebab itu, apa yang ditawarkan Pemkab Pelalawan kini di mata masyarakat hanya di nilai sekedar lip service untuk menaikkan daya tawar pimpinan daerah di mata perusahaan kertas terbesar di Asia Tenggara itu. Sedngkn di Kelurahan Pelalawan, Pemerintah Daerah absen dalam memperjuangkan hajat hidup orang banyak yang diamanatkan undang undang.

Tak lagi bergantung dengan janji palsu Pemkab Pelalawan, masyarakat melihat asa di lembaga legislatif provinsi Riau. Mengatas namakan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Tanaman Kehidupan Pelalawan akan menggelar aksi unjuk rasa di DPRD Riau, Rabu (21/1/2026) depan.

Hal ini di tegaskan koordintor aksi, Liaz Abnur yang mengatakan surat pemberitahuan aksi sudah di masukkan ke Polresta Pekanbaru. Saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi internal guna mematangkan rencana unjuk rasa Rabu depan.

"Surat pemberitahuan sudah dimasukkan, artinya syarat untuk demo kita ikuti prosedurnya. Dan kita terus matangkan rencana tersebut dengan koordinasi internal,"kata Liaz, Sabtu (17/1/2026)

Dilanjutkannya Liaz, langkah mendemo DPRD Riau dinilainya sebagai respon atas sikap lamban yang ditunjukkan oleh Pemkab Pelalawan terkait tuntutan yang pernah disampaikan. Dengan ditinggal pergi Bupati Zukri berumroh ke tanah suci, janji yang diucapkan awal Desember tahun lalu sepertinya tidak bakal terealisasi di bulan ini. Bupati Zukri di nilai meninggalkan rakyatnya di Pelalawan dengan alasan menunaikan ibadah.

"Kalau di Kabupaten Pelalawan sudah tidak ada lagi yang bisa di harapkan, tentu perjuangann kami alihkan ke provinsi. Ke wakil rakyat kita di Riau tempat kami gantungkan harapan menyelesaikan masalah yang tidak mampu di selesaikan oleh Pemkab,"lanjutnya

Selain di DPRD Riau, aksi massa menuntut pengambil alihkan perundingan tanaman kehidupan dengan PT RAPP juga akan dilakukan di depan kantor Gubernur Riau, dalam surat pemberitahuan ke Polresta Pekanbaru juga disebutkan titik aksi di gedung orang nomor satu di negeri Melayu Riau ini berkantor.

"Di surat pemberitahuan aksi, kita cantumkan titik aksi lainnya di kantor gubernur,"terang Liaz

Senada dengan itu, Koordinator Umum (Kordum) aksi unjuk rasa di Pekanbaru, Fajar Nugraha memastikan bahwa surat pemberitahuan aksi sudah ia sampaikan ke Polresta Pekanbaru.

"Kita siap menyampaikan aspirasi masyarakat Kelurahan Pelalawan ke DPRD Riau,"tegas Fajar.

Sementara itu, salah seorang putra kelahiran Pelalawan Dedi mengungkapkan bahwa aksi unjuk Rasa di DPRD Riau nanti bukan hanya diikuti oleh masyarakat Kelurahan Pelalawan saja, ada juga perwakilan dari desa desa lain di Kecamatan Pelalawan yang memiliki permasalahan yang sama yakni tidak dapatnya hak tanaman kehidupan sesuai undang undang.

"Banyak yang mau bergabung, ini menunjukkan meluasnya ketidak percayaan masyarakat kepada Pemkab Pelalawan untuk menyelesaikan masalah di tengah masyarakat," kata Dedi

Dalam beberapa hari kedepan, Dedi meminta masyarakat untuk tidak melakukan komunikasi dengan Bupati Zukri, mengingat mantan Wakil Ketua DPRD Riau yang juga berdarah Kelurahan Pelalawan itu tengah mengkhusukkan diri urusan nya dengan tuhan.

"Jangan kita ganggu pak Bupati kita lagi, biarlah beliau selesaikan dulu urusannya dengan tuhan di tanah suci Mekkah, urusan kita di dunia kita serahkan ke ahlinya, ke DPRD Riau,"pungkas Dedi***