Manfaatkan Pekarangan Rumah

Warga Pangkalan Tampoi Budidaya Toga

Warga Pangkalan Tampoi Budidaya Toga
Kades Pangkalan Tampoi, Rogaya

KERUMUTAN (Riaubernas.com) – Selain bertujuan untuk memanfaatkan lingkungan di sekitar pekarangan rumah, kebun Tanaman obat keluarga (TOGA) pada dasarnya adalah budidaya tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi kebutuhan keluarga akan obat-obatan, tanaman jenis ini ditanam di halaman rumah, kebun ataupun sebidang tanah atau ditanam didalam pot. Di era sekarang semakin banyak keluarga yang sadar betul apa manfaat dari tanaman obat itu sendiri.

Pun begitu dengan masyarakat di Desa Pangkalan Tampoi Kecamatan Kerumutan yang sudah membudidayakan apotik hidup dengan memanfaatkan luas lahan terbatas di pekarangan rumah warga.

Sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Desa Pangkalan Tampoi, Rogaya, bahwa warga nya sudah memanfaatkan pekarangan rumah untuk kebun toga, walaupun dengan memanfaatkan pekarangan rumah, akan tetapi Tanaman Obat Keluarga (Toga) ditanam warga dengan menggunakan mediun berupa plastik polibet.

“Alhadulilah. Masyarakat Pangkalan Tampoi menyadari betapa pentingnya membuat apotik hidup di sekeliling mereka, tanaman obat keluarga menjadi solusi untuk hidup sehat dengan cara hemat,” terangnya

Beberapa jenis toga yang ditanam oleh warga Pangkalan Tampoi, seperti Kunyit, Kensur, Lengkuas, Jahe, Temulawak dan masih banyak lagi jenis tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk obat obatan, maupun untuk keperluan bumbu dapur.

“Selain untuk obat, toga juga berfungsi menyediakan kebutuhan bumbu dapur ibu ibu rumah tangga, minimal akan mengirit pengeluaran belanja dapur, intinya adalah memulai pula hidup sehat, hemat dan mudah,”jelasnya

Masih dikatakan Rogaya, dengan kesadaran warga Pangkalan Tampoi menajdikan pekarangan rumah sebagai kebun toga ini, dengan semangat yang dimiliki oleh warganya, Rogaya berniat akan melombakan kebun toga ini. tentu disertai dengan hadiah untuk memotipasi masyarakatnya untuk membudidaya kebun toga secara maksimal.

“Akan dilombakan, agar masyarakat termotipasi untuk membudidaya secara maksimal, sebelum dimulainya perlombaan nantinya, kita akan penyuluh pertanian untuk memberikan penyuluhan tentang budidaya tanaman tersebut, tiga bulan kedepan baru kita bentuk tim penilai” pungkasnya