Pandora Data Lapisan Kelesa, Harapan Denyut Produksi Lapangan Pertamina EP Lirik

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:52:40 wib
Pandora Data Lapisan Kelesa, Harapan Denyut Produksi Lapangan Pertamina EP Lirik
Sumur ML-40 pada Struktur Molek di Desa Japura, Kecamatan Lirik, Indragiri Hulu yang sedang dikembangkan. Sempat tidak ekonomis untuk dioperasikan karena watercut tinggi, kini Sumur ML-40 berpotensi menghasilkan 40 BOPD.

Pelalawan – Kegigihan mengulik data lampau dan beragam uji coba teknis Pertamina EP Lirik akhirnya membuahkan hasil. Evaluasi ulang terhadap data lampau pada sumur di Struktur Molek di Desa Japura, Kecamatan Lirik, Indragiri Hulu, Provinsi Riau, menunjukkan peluang pada lapisan Kelesa, yaitu lapisan batuan reservoir yang berpotensi mengandung hidrokarbon.

Keberhasilan pembuktian hidrokarbon pada lapisan ini diharapkan dapat membuka peluang pengembangan lanjutan, termasuk potensi pemboran sumur-sumur baru di lapangan PEP Lirik.

Harapan ini mulanya datang dari keberhasilan “membangkitkan” kembali Sumur ML-40 yang dibor pertama kali pada 2010 silam. Sumur ini mengalirkan minyak 28 barel per hari hingga 2016, kemudian mengalami penurunan alami akibat meningkatnya kadar air hingga sumur ini dinilai tidak lagi ekonomis untuk dioperasikan.

Tak ingin menyerah, Pertamina EP Lirik kemudian membuka data lama dan melakukan sejumlah kajian. Pekerjaan pengembangan Sumur ML-40 mulai dilakukan 20 Desember 2025 lalu dengan menambah kedalaman sumur menggunakan rig, disertai pekerjaan pembukaan lapisan (perforasi) pada interval yang dinilai berpotensi.

Langkah ini diharapkan mampu memberikan tambahan produksi hingga 40 BOPD, sekaligus menopang rata-rata produksi PEP Lirik yang saat ini berada di kisaran 1.400 BOPD. Dari keberhasilan optimalisasi ML-40 inilah data lapisan kelesa tersebut terbukti memiliki potensi untuk pengeboran-pengeboran selanjutnya.

Field Manager PEP Lirik Luqman Arif menekankan pengembangan Sumur ML-40 dilakukan di tengah upaya menjaga stabilitas produksi lapangan. “Pengembangan ML-40 menunjukkan bahwa potensi lapangan eksisting masih bisa dioptimalkan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya PEP Lirik untuk menjaga produksi dan menopang ketahanan energi nasional,” ujar Luqman.

Proses pengembangan Sumur ML-40 dijalankan dengan mengacu pada standar operasional yang berlaku untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan andal di lapangan. Setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan secara terencana guna menjaga kelancaran operasi selama proses pengembangan berlangsung.

PEP Lirik menegaskan perannya sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang terus berupaya menjaga pasokan energi dari wilayah kerja yang dikelola. Konsistensi pengelolaan lapangan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pemenuhan kebutuhan energi nasional. (**)

BERITA LAINNYA