Pemkab Rokan Hilir Gelar Rakor Penanggulangan Karhutla, Sejak Januari 3000 Ha Lahan Terbakar

ROKAN HILIR, RIAUBERNAS.COM - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir mengelar rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang dipimpin Bupati H. Suyatno, Rabu (18/9/2019) di gedung Datuk Batu Hampar Bagansiapiapi.

Bupati Suyatno menyebutkan, bahwa rakor ini merupakan tindak lanjut dari kehadiran Presiden Jokowi dalam Rakor penanggulangan karlahut di Riau. Dimana Presiden Jokowi menghendaki kabut asap hilang, semua aktivitas pembakar lahan dan hutan di Negeri Lancang Kuning ini agar ditindak tegas tanpa pandang bulu.

Dalam pembahasan, Presiden mengaris bawahi, bagaimana asap hilang, lakukan langkah dan proses hukum tetap berjalan. "Ini persoalan kebakaran hutan dan lahan, asap belum hilang, jangan dianggap untuk main-main", ketus Bupati.

Suyatno juga mengatakan, secara pribadi saya berterima kasih kepada personil TNI maupun Polri, BPBD, Penghulu, termasuk pihak perusahaan, yang proaktif membantu melakukan pemadaman titik api dilokasi kebakaran. Upaya lain, lanjutnya, kita semua berdoa meminta hujan turun dibarengi dengan sholat Istisqo berjemaah meminta kepada Allah SWT, semoga di ridhoi, hujan turun kabut asap bisa hilang.

Menurutnya, Karlahut merupakan musibah nasional dan berdampak terhadap melemahnya pertumbuhan ekonomi dan dampak sosial ditengah masyarakat, bahkan pendidikan terganggu membuat anak-anak libur sekolah.

"Ini semua akibat membuka lahan tanpa memikir, kita emua terkena imbas dari orang yang tidak bertanggung jawab, bila terjadi kebakaran, pemilik lahan semuanya tiarap", kata Suyatno.

Dia menegaskan, kepada penegak hukum untuk menangkap pelaku pembakar lahan bila terbukti tanpa pandang bulu, baik itu lahan perorangan maupun milik korporasi. "Saya harapkan lahan sudah terbakar di police line, jika ada muncul pemilik lahan dilokasi tersebut silakan tangkap, diproses secara hukum", tegasnya.

Tambah Bupat,i untuk penanggulangan karlahut dilapangan jangan kuwatir akan menyediakan kenderaan motor dan makanan konsumsi memantau seluruh titik api yang muncul di wilayah Rokan Hilir khususnya.

Usai menghadiri Rapat Karhutla, Kapolres Rokan Hilir Sigit Adiwuryanto, SIK.MH, melalui Kabag Ops Polres Rohil Kompol Antoni Lumban Gaol, SIK.MH menjelaskan, pelaku pembakaran sudah 10 orang yang dititipkan, namun demikian pihak terus melakukan penyelidikan.

"Sejak januari hingga sekarang, luas lahan perorangan yang terbakar di Rokan Hilir lebih kurang 3000 hektar, belum ada indikasi lahan Korporasi yang terbakar", terang Kabag Ops.

Kabag Ops juga menegaskan, Penindakan kebakaran lahan tidak hanya lahan perorangan, jika ditemukan lahan milik korporasi juga akan diproses secara hukum, karena tindak pidana pembakar lahan tidak tebang pilih .

"Kalau adanya indikasi, bukti-bukti permulaan, betul-betul terbukti pembakar lahan akan diprose ", tegas Kabag Ops.  (Syofyan)

 

Baca Juga