Siswa SMPN 10 Tualang Ini, Ciptakan Antena Dari Barang Bekas

SIAK, RIAUBERNAS.COM - Sungguh luar biasa yang dilakukan oleh dua orang siswa SMPN 10 Kecamatan Tualang, yaitu Rezki Andika dan Sabar Simbolon ini, siswa kelas tiga itu, mampu menciptakan antena dari barang bekas.

Kedua pelajar yang kerap dipanggil Dika dan Sabar itu, tidak ada mendapat perhatian khusus dari guru maupun kepala sekolah, Ia belajar dan bermain layaknya siswa lainnya.

Awalnya, ide itu tercipta saat guru bidang studi IPA, Noviana M.Pd, memerintahkan siswa untuk mengikuti ujian praktek dan mengahasilkan karya, dan menjadi penilai dalam ujian praktek untuk ujian nasional nanti.

"Waktu itu bang, kami disuruh guru buat ujian praktek dan menjadi penilaian. Kemudian, kami lihatlah di YouTube proses antena dari barang bekas, seperti kuali, Paralon, dan kaleng oli," sebut Rezeki Andika didampingi Sabar Simbolon saat diwawancarai RiauBernas,com di Kantor Kepala sekolah SMPN 10 Tualang, Rabu (5/12/2018).

Dijelaskan Dika, setelah kami melihat YouTube itu, kami langsung praktek dirumah dan mencari peralatan itu, karena ingin terlihat bersih, kami beli barang itu seharga Rp 50.000. Sebenarnya, bisa sih pakai barang bekas untuk kuali, cuma repot untuk membersihkan pantatnya.

"Kami beli harga satu kuali itu, seharga Rp.20.000. Usai peralatan sudah ada, langsung kami rakit," ujarnya menceritakan dihadapan Kepala sekolah SMPN 10 Tualang, Nurjamliah S.pd, dan guru pembimbing Noviana M.Pd.

Setelah di rakit, lanjutnya, kami tes dirumah, dan hasilnya Tv ditonton bersih. "Selain itu, kita juga menempatkan dimana titik koordinat untuk mendapatkan gelombang elektromagnetik," jelasnya.

Ditempat yang sama, Guru bidang studi IPA, Noviana M.Pd sebagai motivator menceritakan, bahwa kami sebagai guru bidang Studi IPA hanya memotivasi anak-anak agar menemukan, penemuan baru dari barang bekas.

"Kita bebaskan anak-anak ini untuk berkreasi dan menciptakan penemuan baru, tergantung mereka ciptakan apa, nantinya hasil karya mereka, kami nilai dalam bentuk ujian praktek untuk melengkapi nilai ujian nasional," pungkasnya.

Sementara itu, Kepsek SMPN 10 Tualang Nurjamliah S.Pd, mengaku bangga dengan karya siswanya tersebut, dan telah teruji di ruang kantor sekolahnya itu.

"Sudah satu tahun, kami tidak menonton TV karena saluran TV tidak bersih. Akhirnya, melalui karya siswa kami inilah kembali bisa menonton TV. Diharapkan kedepan, munculnya lagi siswa yang berprestasi dan memiliki kreativitas tanpa mempersiapkan barang mewah, dengan barang bekas ini bisa bekarya," harapnya.

Kendati sekolah ini baru, namun kami tidak mau kalah lagi, dan mampu bersaing dengan sekolah lebih unggul, "baik pretasi dibidang akademik maupun non akademik kedepan", pungkasnya. (Van)

 

Baca Juga