Rupiah Makin Terpuruk, Sentuh Rp 14.935 per Dolar AS

JAKARTA - Nilai tukar rupiah semakin terpuruk, pada sore ini, Selasa (04/9/2018) nilai tukar rupuah berada di posisi Rp 14.935 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi ini melemah 120 poin atau 0,81 persen dari posisi kemarin, Senin (03/9/2018) berada di Rp 14.815 per dolar AS.

Pelemahan rupiah ini merupakan yang terburuk di bandingkan mata uang negara Asia dan negara maju pada hari ini.

Analis sekaligus Direktur Utama PT Garuda, Berjangka Ibrahim mengatakan, pelemahan rupiah hari ini sejatinya berasal dari tekanan eksternal. Sebab, hampir semua mata uang di dunia juga melemah dari dolar AS.

Tekanan eksternal itu berasal dari perang dagang AS dengan negara mitranya, sentimen gejolak ekonomi sesama negara berkembang, hingga rencana kenaikan tingkat suku bunga acuan Bank sentral AS, The Federal Reserve.

Namun memang, lemahnya pertahanan dari dalam negeri khususnya defisit transaksi berjalan, membuat rupiah melemah lebih dalam dibandingkan mata uang lainnya.

"Apalagi saat ini masalah impor dan pembatasannya terus dilakukan pemerintah, sehingga pasar masih terus menanti", kata Ibrahim, sebagaimana dilansir dari CNNIndonesia.com, Selasa (4/9/2018).

Lebih lanjut Ibrahim mengatakan, pemerintah memang sudah sangat tersudut untuk bisa segera menjalankan langkah-langkah yang mampu mengurangi tekanan nilai tukar rupiah. Sebab, kurs rupiah saat ini sudah sangat mengkhawatirkan.

"Kemungkinan untuk mencapai level Rp15.000 per dolar AS sangat besar. Makanya, mungkin pemerintahan Kabinet Kerja perlu membentuk tim khusus penanganan rupiah, termasuk untuk menangkal dampak dari Turki dan Argentina", pungkas Ibrahim.

 

Baca Juga