Jakarta - Pelajar binaan PT EMP Energi Riau, Citra Maharani, meraih penghargaan Best Poster dalam Global Future Leaders Network (GFLN) 2026, program pengembangan kepemimpinan generasi muda yang mempertemukan peserta dari berbagai wilayah kerja KKKS.GFLN 2026 diikuti 60 peserta dari 17 wilayah kerja KKKS.
EMP Group mengirim 7 peserta yang berasal dari beberapa kabupaten di Riau. Setelah menjalani pembelajaran daring selama empat minggu, peserta mengikuti lokakarya tatap muka pada 14–19 September 2026 di Hotel Aston Jakarta, yang diisi pembelajaran, diskusi, kerja sama tim, presentasi, dan penyusunan Capstone Project.
Dalam kegiatan tersebut, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok yang beranggotakan pelajar dari berbagai KKKS. Citra tergabung dalam salah satu kelompok bersama peserta dari KKKS lain, termasuk peserta yang berasal dari wilayah Polowalie, Sulawesi Selatan. Kelompok tersebut mengangkat persoalan akses air bersih di Desa Polowalie, Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo.
Persoalan tersebut berangkat dari kondisi masyarakat yang menghadapi keterbatasan air bersih, terutama saat musim kemarau. Pencemaran sungai turut memperburuk kualitas air. Sebagian warga dengan kondisi ekonomi terbatas harus membeli air dari pemilik sumur bor dengan harga relatif mahal, meski air yang diperoleh terkadang masih kurang jernih.
Kelompok Citra kemudian mengembangkan gagasan bank air bersih berbasis filtering organik dengan memanfaatkan bahan lokal, salah satunya sabut kelapa. Sistem penyaringan dirancang menggunakan lapisan pasir silika, arang, sabut kelapa, kerikil, dan kain kasa. Air dari titik pengeboran akan dialirkan melalui perangkat penyaring sebelum ditampung dalam toren untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat secara bergiliran sesuai kesepakatan warga.
Gagasan tersebut membawa kelompok Citra meraih penghargaan Capstone “Impactful Solution”. Sementara itu, Citra meraih Best Poster secara individual atas karya yang dipresentasikannya dalam rangkaian GFLN 2026.
Bagi Citra, pengalaman mengikuti GFLN memberikan perubahan dalam cara melihat persoalan dan mengembangkan gagasan. Ia merasa memiliki wawasan yang lebih luas, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian menciptakan inovasi yang dapat diukur.
“Dengan adanya GFLN saya memiliki wawasan yang luas, bisa berpikir secara kritis, dan menciptakan suatu inovasi baru yang pastinya dapat diukur. Saya juga mendapatkan relasi yang cukup luas,” ujarnya.
Menurut Citra, pembelajaran GFLN tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga memperkuat soft skill dan pembentukan sikap. “Bukan hanya ilmu akademik, tetapi juga soft skill. Karena sepandai apa pun kita jika attitude kita kurang baik, maka ilmu kita sia-sia,” katanya.
Area Manager PT EMP Energi Riau Jony Ridas mengapresiasi pencapaian tersebut. Menurutnya, pengalaman GFLN memberi ruang bagi generasi muda untuk memahami persoalan, menyampaikan gagasan, dan bekerja sama dengan peserta dari berbagai daerah.
“Prestasi ini bukan hanya tentang penghargaan, tetapi tentang keberanian anak-anak muda untuk belajar, menyampaikan ide, dan memberikan solusi. Kami berharap pengalaman di GFLN menjadi bekal bagi mereka untuk terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Jony ketika dikonfirmasi, Senin (21/9/2026).
Kepala SMA Negeri 1 Kerumutan Nuraini, S.Si. juga menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian Citra. “Pengalaman ini menjadi motivasi bagi mereka untuk terus percaya diri, berani berinovasi, dan menjadi inspirasi bagi teman-temannya di sekolah,” katanya.
Setelah GFLN selesai, Citra dan kelompoknya berencana menindaklanjuti gagasan bank air tersebut melalui komunikasi dengan Energy Equity Epic Sengkang (EEES), KKKS yang berada di Sulawesi Selatan, untuk menjajaki dukungan kemitraan, serta berkolaborasi dengan organisasi setempat dan Pemerintah Desa Polowalie.
Menurut Citra, pengalaman GFLN menjadi kesempatan baginya untuk mengubah persoalan yang ditemukan di masyarakat menjadi gagasan yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi.