TELUK MERANTI – Tantangan geografis dan sulitnya akses transportasi darat tidak menyurutkan semangat prajurit Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0313/KPR dalam membangun desa. Memasuki tahap awal pelaksanaan kegiatan fisik TMMD, personel Satgas mengambil langkah alternatif dengan melangsir material kerikil melalui jalur perairan menuju Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Kamis (16/7/2026).
Pemanfaatan transportasi air dilakukan karena akses jalan darat menuju lokasi sasaran fisik mengalami kerusakan parah, berlumpur, serta terputus akibat karakteristik tanah gambut yang basah dan lunak sehingga tidak dapat dilalui kendaraan angkutan berat.

Sejak pagi, personel Satgas TMMD bersama masyarakat setempat bergotong royong memindahkan material kerikil dari lokasi bongkar muat ke perahu kayu dan pompong yang menjadi sarana utama pengangkutan. Material tersebut kemudian dibawa menyusuri aliran sungai menuju titik terdekat dengan lokasi pembangunan.
Kerikil yang diangkut memiliki peran penting sebagai bahan utama untuk pekerjaan semenisasi jalan dan pengecoran pondasi sejumlah fasilitas umum yang menjadi sasaran fisik TMMD ke-129. Setelah tiba di dermaga transit desa, material kembali dipindahkan secara manual menggunakan gerobak dorong menuju lokasi pekerjaan agar segera dapat dimanfaatkan dalam proses pembangunan.
Kerja keras dan kebersamaan yang ditunjukkan prajurit bersama masyarakat menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam menghadapi berbagai keterbatasan medan. Seluruh proses pelangsiran material melalui jalur air berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Pasiter Satgas TMMD ke-129, Kapten Arh Budiman, mengatakan bahwa kondisi geografis wilayah pesisir Pelalawan bukanlah hambatan, melainkan tantangan yang harus dihadapi demi mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Kondisi geografis Desa Pangkalan Terap memang cukup menantang. Akses darat lumpuh akibat medan tanah yang lunak sehingga kendaraan pengangkut material tidak dapat masuk ke lokasi. Namun, prajurit Satgas TMMD tidak boleh menyerah dengan keadaan. Kami mengambil langkah alternatif dengan melangsir kerikil menggunakan perahu dan pompong melalui jalur sungai," ujarnya.
Menurutnya, semangat juang dan gotong royong yang ditunjukkan prajurit bersama masyarakat merupakan wujud nyata dari tema TMMD tahun ini, yakni "TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa."
"Sesulit apa pun medannya, pasokan material akan terus kami upayakan agar seluruh sasaran fisik dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat," tegas Kapten Budiman. (TIM )