Menenun Cinta dalam Cahaya Hijrah : IKADI Bengkalis Hadirkan Spirit Keluarga Berkah di Era Modern

BENGKALIS (Riaubernas)– Di tengah derasnya arus perubahan zaman dan tantangan kehidupan modern, keluarga tetap menjadi pelabuhan pertama tempat cinta, nilai, dan peradaban bertumbuh. Berangkat dari semangat tersebut, Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Bengkalis menggelar kegiatan “Spirit Hijrah Keluarga Berkah”,Ahad, (21/6/2026) di Aula Tijarotan Lantabur.

Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat, pasangan suami istri, serta para pegiat dakwah ini menjadi ruang refleksi untuk menguatkan fondasi keluarga muslim agar tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan zaman. Melalui tiga sesi materi yang inspiratif, peserta diajak memahami bahwa hijrah bukan hanya perpindahan langkah, tetapi juga perjalanan hati menuju keluarga yang diridhai Allah SWT.

Pada sesi pertama, pemateri langsung oleh Ketua Ikadi Bengkalis KH. Yana Lukmanul Hakim, Lc. MA menyampaikan materi bertajuk Membangun Komunikasi dan Keharmonisan dalam Rumah Tangga.Dengan gaya penyampaian yang hangat dan menyentuh, pemateri mengingatkan bahwa komunikasi adalah jembatan yang menghubungkan dua hati dalam satu bahtera kehidupan.

"Rumah tangga bukan sekadar tempat berteduh dari hujan dan panas, melainkan taman jiwa yang disirami oleh kata-kata penuh kasih. Ketika suami dan istri saling mendengar dengan hati, maka perbedaan tidak menjadi jurang, melainkan jembatan menuju kedewasaan," ungkapnya.

Ditegaskannya keharmonisan tidak lahir dari kesempurnaan pasangan, tetapi dari kesediaan untuk saling memahami, memaafkan, dan bertumbuh bersama dalam naungan iman.

Sesi kedua menghadirkan pemateri Ustadz H. Umar Mahmud, Lc dengan tema Hijrah Menuju Keluarga yang Dicintai Allah SWT. Dalam paparannya, ustad Umar mengajak peserta menjadikan rumah sebagai madrasah pertama yang melahirkan generasi bertakwa.

"Hijrah keluarga adalah perjalanan panjang menjemput cinta Allah. Ia dimulai dari hati yang tunduk kepada-Nya, lalu menjelma menjadi akhlak, doa, dan keteladanan yang menerangi setiap sudut rumah. Sebab keluarga yang dicintai Allah bukanlah keluarga tanpa ujian, melainkan keluarga yang tetap menggenggam iman di tengah badai kehidupan," paparnya.

Pesan tersebut disambut antusias peserta yang merasakan pentingnya membangun keluarga berlandaskan nilai-nilai Islam sebagai bekal menghadapi dinamika kehidupan.

Sementara itu, pada sesi ketiga, Dr. Elbina Mamla Sa'idah membawakan materi d Ngan judul menghadapi Tantangan Keluarga Muslim di Era Digital.

Disis ini pemateri menyoroti berbagai tantangan yang muncul akibat perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi yang memengaruhi pola interaksi dalam keluarga.

"Di era digital, gawai dapat mendekatkan yang jauh, namun juga berpotensi menjauhkan yang dekat. Karena itu, keluarga muslim harus menjadi kompas yang menuntun generasi agar tidak tersesat di lautan informasi. Teknologi hendaknya menjadi alat yang memperkuat nilai, bukan mengikis makna kebersamaan," jelasnya.

Doktor Elbina juga mengajak para orang tua untuk membangun literasi digital yang sehat, menghadirkan komunikasi yang terbuka, serta menjadi teladan dalam penggunaan teknologi secara bijaksana.

Melalui kegiatan ini, IKADI Bengkalis berharap semangat hijrah dapat terus tumbuh dalam setiap keluarga muslim. Sebab keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang kokoh, dan masyarakat yang kokoh akan menjadi pondasi bagi lahirnya peradaban yang bermartabat.

Acara “Spirit Hijrah Keluarga Berkah” tidak hanya menjadi forum kajian, tetapi juga momentum untuk menguatkan kembali makna keluarga sebagai tempat pulang yang penuh cinta, tempat tumbuhnya generasi beriman, dan tempat berseminya harapan menuju ridha Allah SWT.

"Ketika cinta dipandu oleh iman, komunikasi dihiasi hikmah, dan teknologi diarahkan oleh nilai-nilai Ilahi, maka keluarga akan menjelma menjadi cahaya yang menerangi masa depan. Dari rumah yang berkah, lahirlah peradaban yang indah." Pungkas Ketua Ikadi Bengkalis KH. Yana Lukmanul Hakim, Lc. MA

Kontribusi berita : Efri Su'if

Baca Juga