Sarang Walet Dekat Dapur Al Fazza 2, Dinas Kesehatan Siak Terkejut Dan Akan Lakukan Inspeksi

 

Siak: Standar sterilisasi kebersihan dan keamanan pangan dapur Al Fazza 2 Kecamatan Tualang Kabupaten Siak patut dipertanyakan. Kenapa tidak, dapur yang menjadi tempat pemasok gizi buat generasi emas, ternyata diatas dapur  terdapat bekas sarang walet.

Tidak hanya bekas sarang walet, sebelah  bangunan dapur masih bersatu dengan bangunan sarang walet yang masih aktif beroperasi.

Hal itu, terlihat saat media ini, melihat langsung di dapur Al Fazza 2 dibawah naungan Yayasan Pendidikan Al Ikhlas Siak. Awalnya, bangunan itu ruko kemudian, disulap menjadi dapur tempat memproduksi MBG sebanyak ribuan pemanfaat, rata rata siswa maupun siswi yang mengkonsumsi MBG dari Program Pusat itu terbanyak di SD 08 dan SD Nurul Haq Kecamatan Tualang.

Dari dapan, bangunan nampak seperti biasa saja, ketika dilihat kebelakang ternyata kita disajikan dengan  kicauan burung walet,  terlihat burung walet masuk keruangan dan lubang lubang yang diduga menjadi sarang maupun tempat kotoran hewan itu. Namun, diatas dapur Al Fazza 2 itu sendiri, tampak tertutup, tapi ada pipa air dan lubang kecil diduga tempat  burung walet masuk kedalaman sembari membuat sarang.

Kondisi ini memicu kekhawatiran terkait potensi kontaminasi biologis, mengingat ketatnya Petunjuk Teknis (Juknis) dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang melarang dapur publik berdekatan dengan sumber pencemaran.

Pihak mitra SPPG Al Fazza 2, Lila, menegaskan bahwa lokasi tersebut telah memenuhi syarat sebelum beroperasi. Menurutnya, ruangan telah melalui proses sterilisasi dan telah ditinjau oleh pihak terkait.

"Kalau walet itu kemarin sudah dikonfirmasi dan disurvei oleh Ibu Lisa selaku Korwil BGN. Ruangan sudah disterilisasikan dan IPAL sudah ada," ujar Lila melalui pesan singkat saat dikonfirmasi awak media

Namun, fakta berbeda terungkap dari pihak kesehatan setempat. Ibnu Zikri selaku kesehatan lingkungan Puskesmas Perawang Dinas Kesehatan Kabupaten Siak mengaku terkejut dengan temuan itu.

"Saya gak tahu bangunan sebelah ternyata sarang burung walet. Tapi kalau diatas bangunan dapur Al Fazza 2 emang bekas sarang walet, tapi kata mereka (Pihak dapur,red) tidak berfungsi lagi," ujar Ibnu Zikri kepada Riau Bernas, Rabu (6/5/2026) di Tualang.

Ibnu Zikri mengakui pihaknya telah menerbitkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) meski mengetahui status bangunan tersebut sebagai bekas sarang walet.

Penerbitan sertifikat tersebut didasarkan pada laporan lisan mitra yang menyatakan ruangan sudah ditutup penuh, pihak dapur juga mengirimi foto tentang penutupan yang diduga sarang burung walet itu. Namun pihaknya belum mengecek kedalam lantai dua itu, sembari melakukan uji laboratorium khusus.

"Pihak mitra mengatakan sudah ditutup full. Terkait uji lab di lantai atas memang belum dilakukan, nanti kami inspeksi lagi," tegas Ibnu Zikri

Terkait keberadaan sarang walet aktif di ruko sebelah, Ibnu mengaku belum mengetahui detail hal tersebut dan berjanji akan melakukan pengecekan ulang.

Persoalan ini menjadi kontradiktif jika merujuk pada pernyataan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang. Dalam berbagai inspeksi nasional, Nanik secara tegas menginstruksikan bahwa dapur SPPG yang menyatu atau berdekatan dengan sarang walet wajib direlokasi demi menjamin keamanan pangan dari risiko bakteri Salmonella dan jamur Histoplasma.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap adanya pengawasan yang lebih ketat dan transparan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Siak serta BGN Provinsi Riau untuk memastikan jatah makanan bagi ribuan siswa di Tualang benar-benar bebas dari risiko pencemaran lingkungan. (Van) 

Baca Juga