Bupati Zukri Pimpin Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026

PELALAWAN (Riaubernas) - Ramadan selalu menjadi momentum istimewa bagi dunia pendidikan Islam untuk menanamkan nilai-nilai spiritual dan kebersamaan kepada para siswa. Hal itu tampak jelas dalam kegiatan yang digelar SDIT Muhammadiyah di Kabupaten Pelalawan, Riau, pada Rabu (11/3/2026). Sekitar 100 siswa mengikuti rangkaian kegiatan pesantren kilat yang ditutup dengan buka puasa bersama para ustadz, ustadzah, serta pengurus Muhammadiyah setempat.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kegiatan Ramadan kali ini dikemas dalam satu hari penuh aktivitas keagamaan. Sejak pukul 09.00 WIB, para siswa dari kelas 4, 5, dan 6 telah mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran, tausiyah, hingga ibadah bersama.

Kepala Sekolah SDIT Muhammadiyah menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sebenarnya merupakan agenda rutin yang biasanya dilaksanakan selama tiga hari. Namun tahun ini pelaksanaannya disederhanakan menjadi satu hari saja.

“Hari ini saja, Pak. Sejak pagi kita adakan kegiatan belajar, tausiyah, dan lanjut buka puasa bersama,” ujarnya.

Meski berlangsung lebih singkat, semangat para siswa tidak berkurang sedikit pun. Menjelang waktu berbuka, suasana kebersamaan begitu terasa. Para siswa tampak antusias menantikan detik-detik azan Magrib yang menandakan waktu berbuka puasa telah tiba.

Kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial. Lebih dari itu, pesantren kilat menjadi sarana penting dalam membentuk karakter religius siswa sejak dini. Melalui interaksi langsung dengan para ustadz dan ustadzah, para siswa mendapatkan pengalaman belajar agama yang lebih mendalam sekaligus menyenangkan.

Kehadiran para pengurus senior Muhammadiyah dalam kegiatan tersebut juga memberi warna tersendiri. Para sepuh organisasi tampak berbaur hangat dengan siswa dan tenaga pendidik, menciptakan suasana kekeluargaan yang kuat.

Rangkaian kegiatan tidak berhenti saat berbuka puasa. Setelah itu, para siswa bersama guru dan pengurus Muhammadiyah melaksanakan salat tarawih berjamaah. Para wali murid baru diperkenankan menjemput anak-anak mereka setelah seluruh rangkaian ibadah selesai.

Kegiatan seperti ini menjadi contoh bagaimana institusi pendidikan dapat memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperkuat nilai spiritual, kedisiplinan, serta kebersamaan di lingkungan sekolah. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pembinaan karakter melalui kegiatan keagamaan menjadi investasi penting bagi masa depan generasi muda.

Melalui pesantren kilat dan buka puasa bersama ini, SDIT Muhammadiyah tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan dan kecintaan terhadap ibadah—nilai yang diharapkan akan terus melekat dalam diri para siswa hingga dewasa.**

Baca Juga