Benahi Infrastruktur, Pemkab Rohil Sinergikan Program Pembangunan Dengan Pemprov

ADVERTORIAL ROHIL

BAGANSIAPIAPI – Keinginan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Pemkab Rohil) menggalakkan pembangunan di segala bidang, hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Rokan Hilir. Walau sektor pelayanan publik berada dalam skla prioritas kebijakan Pemkab saat ini, namun pembangunan infrastruktur tetap berjalan sesuai harapan untuk menghubungkan wilayah yang satu dengan ibukota Kabupaten dan serta wilayah wilayah lainnya.

Komitmen Pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan seiring pula dengan dibangunnya sarana dan prasarana pendukung yang keduanya tidak dapat dipisahkan, karena sama sama memiliki peran vital dalam pembangunan masyarakat. Seperti peningkatan pelayanan kesehatan, diakui oleh Bupati Rokan Hilir, Suyatno.


Tekadnya meningkatkan sektor sektor pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti pelayanan kesehatan, pendidikan dan sebagainya, harusng di barengi dengan penyediaan sarana pendukung yang refresentatif, seperti Puskesmas yang layak, Posyandu dan Pustu yang bisa menjadi ujung tombak pelayanan itu sendiri. Begitu juga dengan pendidikan, gedung sekolah harus menjadi perhatian serius Pekab Rohil, bagaimana pun lingkungan sekolah yang nyaman akan menambah semangat belajar siswa maupun para pendidik di sana.

"Membenahi seluruh sektor pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat itu sudah menjadi komitmen Pemerintah Daerah ," terang Bupati Rohil, H Suyatno.

Di bidang kesehtaan, Pemerintah DaeHingga tahun 2016 ini Pemkab Rohil akunya terus melakukan pembaah sudah membangun Puskesmas Rawat Inap (PRI) dengan fasilitas VIP di semua Puskesmas yang ada di Kabupaten Rokan Hilir yang jumlahnya mencapai 18 unit itu.

Tujuannya untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat yang datang hendak berobat, dengan rasa nyaman itu, kesembuhan pasien dapat di wujudkan. Yang tak kalah pentingnya yang dilakukan oleh Pemerintah Rokan Hilir, membangun jalan lingkar yang menghubungkan daerah pesisir dengan Ibukota Kabupaten dengan panjang jalan 6 kilometer itu dipersiapkan sebagai jalan alternatif menuju ke Kota Bagansiapiapi.

Diakui Suyatno, dengan dibukanya akses jalan lingkar itu nantinya akan membuka daerah daerah yang selama ini dikategorikan daerah terisolir dapat tumbuh dan berkembang ekonomi masyarakatnya.

"Kita harapkan jalan lintas itu nantinya ikut meningkatkan ekonomi masyarakat yang berada di daerah yang di belah oleh jalan lingkar itu sehingga dapat berkembang," kata Suyatno.
 
Pembangunan jalan lingkar lintas pesisir itu dibangun dengan sistem tahun jamak atau Multiyears. Meski tahun ini Pemerintah Daerah mengalami defisit anggaran yang sangat besar mencapai angka Rp. 812 M, namun pembangunan jalan lingkar itu dipastikan tidak akan terkendala oleh kekurangan anggaran pembangunan yang dimiliki daerah Rohil saat ini.

"Kita tetap melaksanakan pembangunan jalan lintas pesisir," janji Suyatno.

Dengan sistem Multi Years, Kualitas jalan yang dibangun diharapkan sesuai harapan dan memiliki daya tahan yang cukup lama sehingga masyarakat tempatan dapat mempergunakan jalan itu untuk meningkatkan akses ekonomi mereka.

Disadari pentingnya infrastruktur jalan dalam peningkatan ekonomi masyarakat tempatan, jalan dua arah yang ada di setiap kecamatan juga bakal segera ditingkatkan. Dengan adanya peningkatan infrastruktur tersebut semua mobilitas ke daerah-daerah akan menjadi lancar.

"Pembenahan dan penataan infrastruktur menjadi skala prioritas pemkab rohil setiap tahunnya," ujar Bupati.

Begitupun dengan infrastruktur jalan yang sudah ada, namun membutuhkan perawatan lebih lanjut, hal ini disebabkan kondisi jalaj yang sudah rusak, maka diperlukan perbaikan dan peningkatan jalan mengingat arus mobilitas orang dan barang yang terus meningkat.

Salah satu jalan yang memerlukan peningkatan jalan yakni jalan lintas ujung tanjung-Bagansiapi-api dan jalan lintas Bagansiapiapi-Sinaboi serta jalan-jalan yang ada dipusat ibukota Rohil, Bagansiapiapi.

Saat ini, jalan yang sedang dibangun itu sudah dapat dilintasi masyarakat, baik itu yang menggunkan roda dua maupun roda empat, namun masyarakat masih perlu hati hati karena kondisi jalan belum siap total, masih berdebu.

"Jalan lintas Bagansiapiapi-Sinaboi ini kendati masih dalam perbaikkan namun jalan tersebut masih dapat dilintasi oleh kendaraan baik roda dua maupun roda empat," ungkapnya.

Mensinergikan Dengan Program Pemprop

Selain anggaran dari APBD Pemkab, pembangunan infrastruktur id Kabupaten Rokan Hilir juga dibantu oleh anggaran yang bersumber dari APBD Pemerintah Propinsi Riau. Untuk dua tahun ke depan, Pemerintah daerah akan mensinergikan pembangunan infrastruktur di daerahnya dengan anggaran pembangunan yang berasal dari kas pemprop. Ada empat Program pembangunan infrastruk jalan yang akan di tuntas oleh Pemprop selang tahun 2016-2017. Diantarnya pembangunan dan peningkatan jalan, Pembangunan Jembatan, pergantian jembatan pada ruas jalan propinsi, dan pemeliharaan jalan dan jembatan pada ruas jalan propinsi.
 
Berdasarkan format usulan  APBD 2017 program dan kegiatan di DBMP Propinsi riau ada 4 program kegiatan. Program pertama yakni pembangunan dan peningkatan jalan yang terdiri dari 5 item. 5 Item tersebut tersebut yakni pembangunan dan pemeliharaan jalan Teluk Piai Kecamatan Kubu - Kecamatan Pasir Limau Kapas (palika) yang di alokasikan pada tahun anggaran 2016 sebesar Rp35 miliar. Kemudian pada tahun 2017 nanti diusulkan lagi pembangunannya dengan anggaran sebesar Rp 24 miliar

"Jadi ada anggaran sebesar Rp. 59 miliar dari APBD Propinsi untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan Teluk Piai Kecamatan Kubu - Kecamatan Pasir Limau Kapas," kata Plt DBMP Rohil, Jon Sayfrindow.

Di samping itu, pembangunan dan pemeliharaan jalan Bagansiapiapi Kecamatan Bangko-Teluk Piai Kecamatan Kubu, Pemprop mengalokasikan anggaran di tahun 2016 sebesar Rp 32,5 miliar dan diusulkan kembali pada tahun anggaran 2017 sebesar Rp 21 miliar. Selanjutnya pembangunan dan pemeliharaan jalan Bagansiapiapi Kecamatan Bangko-Sinaboi dialokasika pada tahun anggaran 2016 sebesar Rp10 miliar dan di usulkan pada tahun anggaran 2017 sebesar Rp10 miliar.

Pembangunan dan pemeliharaan jalan Mahato-Simpang Mangala menelan anggran sebesar Rp. 20 miliar dan akan di usulkan kembali pada tahun anggaran 2017. Sedangkan yang terakhir pembangunan dan pemeliharaan jalan Simpang Bagan Batu (Tugu Pujud)- kecamatan Pujud sebesar Rp.16 miliar yang akan diusulkan pada tahun anggaran 2017.

Sementara untuk program lainnya yakni  pembangunan atau pemeliharaan jembatan pada ruas jalan provinsi dari Mahato-Simpang Manggala sebesar Rp.1 miliar pada tahun anggaran 2017mendatang.

Dilanjutkan, Program ke tiga terdiri dari 3 item berupa pemeliharaan jalan diantaranya Bagansiapiapi Kecamatan Bangko-Sinaboi Kecamatan Sinaboi sebesar Rp. 5 miliar yang dialokasikan pada tahun anggaran 2016 dan kembali diusulkan pada tahun anggaran 2017 sebesar Rp10 miliar.

Pemeliharaan jalan Mahato-Simpang Manggala yang dialokasikan pada tahun 2016 sebesar Rp5 miliar dan kemudian di usulkan kembali pada tahun anggaram 2017 sebesar Rp10 miliar. Kemudian yang pemeliharaan jalan Simpang Bagan Batu (Tugu Pujud)- kecamatan Pujud juga diusulkan di tahun anggaran 2017 sebesar Rp5 miliar.

Untuk program ke empat yakni pemeliharaan jembatan pada ruas jalan provinsi hanya satu program saja yakni Bagansiapiapi Kecamatan Bangko-Sinaboi Kecamatan Sinaboi dengan anggaran di tahun 2017 sebesar Rp2,5 miliar.

"Itu program pembangunan infrastruktur yang akan dibangun Pemprop, tinggal kita mensinergikan lagi kebutuhan infrastruktur lain yang berasal APBD Pemkab,"terang Jon Syafrindow.(Adv/hms/mat)
 


Editor    : Ai

Baca Juga